
"Wah ternyata ada yang akan mempunyai anak nih." Liana tersenyum saja.
Ini juga ternyata adalah ulah dari dokter rese itu katanya rahimnya di angkat dan saat dia periksa dia mendapati jika ada sosok mahluk yang hidup di perutnya, Ardan kala itu tidak percaya tapi dokter mengatakan jika Liana itu hamil.
"Tuh dokter kurang ajar, membuat senam jantung terus untung saja hanya bercanda."
"Wah pakai ilmu apa tuh kamu?" Ardan bingung harus menjawab apa ilmu apaan nih maksud bosnya tidak ada ilmu apa pun kok.
"Tidak aku bahkan tidak menggunakan ilmu apapun, tapi kedatangan ku kali ini untuk membahas masalah seseorang, dia sangat berbahaya." Faam terkekeh saja nih apa lagi yang di permasalahkan kok nih sudah datang lagi satu eh main ada lagi satu lagi.
"Kamu tahu kan bapak dari Jeny?" Faam mengangguk saja ya memangnya kenapa? Memang ada masalah apa?
"Bapak dari Jery? Nano? Memang ada apa? Apakah dia membuat ulah lagi?" Ardan membenarkan dia memang orang yang sangat menyusahkan sekali selain dia terlalu ikut campur dia. pun suka sekali membuat orang celaka.
__ADS_1
"Benar dan ini itu berhubungan dengan anak kamu Dilan." Fiani tertegun dan tidak mengerti kenapa kok berhubungan dengan Dilan dia kan masih sangat kecil dan tidak tahu apa apa?
"Dilan? Kenapa kok bisa bersangkutan dengan Dilan memang nya Dilan itu bisa membuat masalah?" Ardan membuang muka nih bosnya ngelawak.
"Sebenarnya bos Dilan... " Ardan dilihat oleh Fiani jadi dia tidak melanjutkan ucapannya.
Di tempat lain seorang wanita berwajah sangat cantik mendekat ke arah dua orang anaknya. Kedua anaknya saat ini sudah mempunyai istri dan salah satu dari mereka akan mempunyai seorang momongan.
"Yusuf, ada apa dengan dirimu?" Yusuf tidak menjawab pertanyaan dari ibunya dia masih kesal karena ibunya lah kini dia tidak bisa lagi bertemu dengan istri pertamanya bagaimana keadaan istri dan anaknya ya apa mereka baik-baik saja.
"Mas... Tuh di tanya ibu... " Fifi terlihat amat manis padahal dirinya bukanlah wanita yang baik baik menghilang nya Cantika berhubungan dengan Fifi dan ibu mertuanya.
Yusuf tidak menjawab dan dia malah pergi dari meja makan.
__ADS_1
"Sudahlah bu, sudah biarkan saja dia menenangkan diri, pasti dia masih syok atas menghilang nya istri nya.
Adik dari Yusuf pun mengejar kakaknya nih kakak pasti kalut banget apalagi saat dia ingin pulang rumahnya sudah berantakan dan istrinya lun tidak di temukan ada di sana.
Banyak warga melihat jika istrinya di bawa seseorang meninggalkan tempat tinggal nya.
"Kak?" Tanya Dian pada Kakaknya ini adalah adik perempuannya Dian sudah mengandung tiga bulan.
"Apa kakak memikirkan kak Cantika?" Tidak ada jawaban.
"Aku sudah mencari nya ke seluruh penjuru kota namun kakak mu tidak di temukan. Kakak sangat menghawatirkan istri kakak terlebih lagi dia itu sedang mengandung. Dan sebentar lagi dai akan melahirkan, jika dia melahirkan tanpa di dampingi kakak kan... "
"Sudah lah kak, nanti kita cari lagi Kak Cantika, lebih baik kakak makan dulu, pikirkanlah kesehatan kakak, jangan terlalu memikirkan apa yang ibu katakan." Yusuf mengangguk saja dan segera mengikuti adiknya untuk makan malam.
__ADS_1