Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Episode 33. Perubahan sikap Dini


__ADS_3

Satu bulan berlalu namun belum juga ada kemajuan dari ingatan Bastian. Ia justru lebih dekat dengan Lovia bahkan Kini Dini sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sepertinya Lovia berhasil membuat Bastian tidak ingin mengingat siapa Dini.


Lovia yang mengetahu jika Bastian dan Dini menikah bukan karna saling mencintai melainkan Bastian menikahi Dini karena menggantikan posisi Selo. Dan itu sebabnya Lovia tidak menyerah mendapatkan Bastian. Lovia terus berusaha mendapatkan Bastian bahkan ia membuang jauh-jauh rasa malunya terhadap keluarga besar Bastian dengan apa yang ia lakukan seperti wanita yang tidak mempunyai harga diri mengejar-ngejar Bastian walaupun ia tau Bastian sudah terikat dengan sebuah pernikahan.


Bahkan kini Lovia sudah terang-terangan kepada Bastian bahwa ia mencintai Bastian tidak perduli dengan status Bastian yang sudah menikah selama Bastian tidak keberatan dengan itu.


Lovia berharap jika cintanya dibalas oleh Bastian, namun sayangnya Bastian masih bingung dengan perasaannya sendiri. Satu sisi ia tidak enak hati dengan Lovia yang sudah banyak membantunya sampai saat ini sementara setiap kali melihat Dini ada perasaan yang tidak bisa ia pahami sendiri.


Ketukan pintu kamar mengalihkan perhatian Bastian yang tengah sibuk dengan laptopnya. Karena beberapa hari yang lalu ia mulai kembali bekerja seperti semula.


"Masuk! " suruh Bastian tanpa bertanya siapa yang ada dibalik pintu. Karna ia berpikir jika itu pasti Lovia.


Clek


"Apa aku boleh masuk? " tanya Dini dari balik pintu dengan memiringkan kepalanya agar terlihat oleh Bastian.


"Tentu, masuklah! " Ucap Bastian.


Dini menatap sekeliling kamar yang pernah menjadi kamar tidur mereka berdua, walau hanya sebentar ia merasakan betapa nyamannya kamar itu.


"Ada apa? " selidik Bastian menatap Dini yang masih diam berdiri tak jauh dari tempat tidur dimana Bastian duduk dengan memangku laptopnya.


Dini mendudukkan dirinya disofa yang ada didalam kamar milik Bastian tanpa menunggu Bastian menyuruhnya untuk duduk. "Aku ingin bicara dengan mu, apa kau ada waktu? " Ucap Dini.


Sungguh ia merasa jarak yang begitu jauh diantara keduanya.


"Ada apa? katakanlah! " suruh Bastian.


"Aku ingin kita mengakhiri pernikahan kita!" seru Dini menatap Bastian memberanikan dirinya untuk mengatakan hal tersebut. Namun hatinya terluka dengan ucapannya sendiri.

__ADS_1


Bastian menutup laptopnya dan meletakkannya diatas tempat tidur, menurunkan kedua kakinya dari tempat tidur namun masih tetap duduk dipinggiran tempat tidurnya.


"Kenapa kau berbicara seperti itu? " selidik Bastian ingin mengetahui alasan dari permintaan Dini barusan.


"Aku rasa sudah cukup untuk kita berdua di posisi seperti ini. Aku tau jika Lovia mencintai mu. " Dini menghela nafasnya sejenak sebelum kembali berbicara.


"Aku tidak ingin terluka dan tidak ingin menyakiti hati siapa pun disini. Aku sudah memikirkan semuanya dan keputusan aku sudah bulat. Maka mari bercerai dan menikahlah dengan Lovia." Dengan suara bergetar Dini berusaha menahan air matanya.


Dini memutuskan hal tersebut bukan karna tidak ada alasan, karna ia sudah begitu lelah diantara keduanya. Menghadapi Lovia sungguh menguras pikiran dan emosinya setiap hari yang selalu menempel dengan Bastian sehingga tidak ada celah untuknya sedikitpun.


"Kau serius dengan ucapan mu? " tanya Bastian meyakinkan dirinya dengan jawaban yang akan keluar dari mulut Dini.


"Aku yakin! " seru Dini dengan suara tegas.


"Baiklah jika itu yang kau mau. Aku akan membicarakan ini kepada semua anggota keluarga setelah itu aku akan mengurus perceraian kita. " Terang Bastian memalingkan wajahnya dari Dini.


"Aku harap kau tidak akan menyesali keinginan mu ini! " ucap Bastian menghentikan langkah kaki Dini.


"Aku tidak akan menyesalinya! karna berada diantara kau dan Lovia hanya akan menyakiti perasaan ku." Ucap Dini tanpa membalikkan badannya menghadap Bastian.


"Apa yang sudah aku katakan? kenapa aku menyetujui begitu saja apa yang dia inginkan. " Kesal Bastian yang bingung dengan dirinya sendiri. Satu sisi ia tidak ingin melepaskan Dini namun hati dan mulutnya tidak berjalan secara bersamaan.


"Kau? " Lovia terkejut mendapati Dini keluar dari dalam kamar Bastian.


Namun Dini yang sudah muak menghadapi Lovia terus berjalan melewati wanita yang menjadi duri di tengah hubungannya dengan Bastian suaminya sendiri.


"Tunggu! " Panggil Lovia menghentikan langkah kaki Dini, kemudian Dini pun membalikkan badannya mengahadapi Lovia. "Ada apa? " tanya Dini bersikap biasa saja.


"Kenapa kau keluar dari dalam kamar Bastian? " selidik Lovia tidak suka dengan apa yang dilihatnya itu.

__ADS_1


"Memangnya hanya kau saja yang boleh keluar masuk dari kamar suami ku dengan seenaknya? " Ucap Dini hampir terbawa emosi yang menguasai hatinya.


"Kau? " Lovia kesal dengan ucapan sinis dari Dini.


"Apa? " balas Dini. "Ingat Lovia! sekarang apa pun yang kau lakukan untuk mempengaruhi pikiran Bastian suatu hari nanti dia akan mendapatkan ingatannya kembali dan pada saat itu tiba bersiaplah dengan hal terburuk. " Tegas Dini kemudian berlalu meninggalkan wanita itu.


"Kita lihat saja nanti, aku atau kau yang akan menang mendapatkan hati Bastian! " Ucap Lovia meninggikan suaranya namun Dini tidak menanggapi lagi ucapan Lovia yang membuatnya akan lepas kendali jika terus meladeni semua perkataan dari Lovia yang terus membuat suasana memanas diantara keduanya.


Bukannya merasa senang setelah melontarkan kata-katanya kepada Dini, Lovia justru merasa kesal karna Dini mengabaikannya.


"Kau sedang apa? " Lovia masuk kedalam kamar Bastian tanpa mengetuk pintu kamar terlebih dahulu. Ya itulah kebiasaan Lovia masuk dengan sesuka hatinya saja.


Bastian tidak menanggapi pertanyaan dari Lovia karena pikirannya kini terus memikirkan ucapan Dini yang meminta berpisah darinya.


"Bas..." Panggil Lovia karna tak kunjung mendapatkan jawaban atas pertanyaan nya.


"Lovia, tolong tinggalkan aku sebentar saja. Aku butuh waktu untuk sendiri saat ini! " Pinta Bastian membuat Lovia tercengang dengan penuturan Bastian.


"Kau baik-baik saja kan? " Lovia mencoba mencari tau apa yang sedang terjadi dengan Bastian. karna tak biasanya ia bersikap seperti itu apa lagi Dini baru saja keluar dari kamar Bastian membuat Lovia penasaran dengan apa yang terjadi tanpa sepengetahuannya.


"Aku baik, hanya saja aku butuh waktu untuk sendiri. " Tegas Bastian tanpa memperdulikan raut wajah Lovia yang sudah tidak bersahabat itu. Terlihat jelas sekali Lovia tidak terima dengan penolakan Bastian kali ini.


"Apa yang sudah dikatakan wanita itu kepada Bastian sehingga Bastian bersikap tidak seperti biasanya kepada ku? " Gumam Lovia menerka-nerka apa yang sudah terjadi diantara keduanya.


"Baiklah aku keluar sekarang, tapi jika kau membutuhkan sesuatu aku ada dikamar ku. " Seru Lovia kemudian pergi keluar dari kamar Bastian dengan perasaan kesal.


"Lihat saja nanti Dini, aku akan benar-benar membuang mu jauh dari kehidupan Bastian. Karna hanya aku yang akan berada disisinya bukan wanita seperti diri mu. " Gerutu Lovia begitu menutup pintu kamar Bastian.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2