Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Dan akhirnya


__ADS_3

"Eh... Pak Hans memberikan pesan nih katanya dia akan menunggu keputusan dariku. Kau yang melakukan semua ini kah?" tanya Faam pada Nur yang hanya cengengesan tidak jelas menang dasar dua jin ini memang selalu dua langkah di depannya.


"Ya memang kami, memang kenapa? Katamu kami bebas menganggu siapa pun tenang ini bukan menganggu dalam artian yang sebenarnya kok, kami berdua hanya ingin hubungan antara Yuda dan Ana itu baikan jadi hehe maaf kami berdua merubah wujud kami menjadi kalian berdua." Fiani yang tadinya makan pun memandang Nur dan Ahmad nih mereka memang benar-benar deh niat amat.


"Lalu apa hasilnya?" tanya Fiani yang ingin tahu bahkan dia masih memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Dasar tukang makan." dengus Nur yang membuat mata Fiani langsung membulat.


"Biarin." jawab Fiani masih melahap makanannya.


"Hasil kami berdua ya gitu lah nanti lusa kamu akan tahu lah yang jelas hubungan Ana dan Yuda akan baik-baik saja tidak ada kata berseteru lagi." jawab Ahmad seraya tersenyum.

__ADS_1


"Memangnya apa yang kamu lakukan apakah kamu mengancam Pak Hans, jika iya awas saja."


Ya memang kenyataannya mereka mengancam Hans tapi itu kan untuk kebaikan keduanya. Tidak masalahkan? Ini kan hanya mengancamnya untuk tidak menandatangani kontrak memangnya tega gitu ya mereka membunuh manusia biar manusia saja yang saling bunuh mereka mah masih punya hati walau kerap tersakiti tanpa adanya jalan untuk berlari.


"Aku mengancam nya, kan kemarin aku dengar dari kamu jika kamu akan melakukan kontrak dengan perusahaan Hans ya aku mengancamnya jika dia tidak merestui hubungan antara Yuda dan Ana, mqkq kq mun tidak akan menandatangani kontrak itu nah hebat kan?" Faam terkekeh nih idenya di ambil oleh jin semprul ini. Tapi kan bagus juga dia tidak perlu menemui pria rese itu nyebelin iya ngeselin juga iya, buktinya Yuda saja sampai kabur.


"Memang dia selalu selangkah di depan aku, kenapa sih dasar jin nyerobot ide orang."


"Jadi mikir kamu aneh-aneh kan dasar jin mesum." dengus Fiani merasa sebal karena yang terjadi tadi adalah dia itu kelilipan dan resepnya suaminya bukannya menolong malah diam saja kan sebel.


"Aku bukan mesum, gini loh aku kan tadi sama Ahmad menunggu di luar, aku dan Ahmad mendengar suara suara aneh ya daripada menganggu kan lebih baik kami berdua pergi kan." Fiani jika bisa mencubit nih dua jin mesum di cubit lah sampai ada bekasnya.

__ADS_1


"Kan dasar memang kalian berdua ini jin mesum. " dengus Fiani.


"Kalian berdua tahu tidak tadi itu aku kelilipan dan bukannya suamiku ini menolong dia malah menertawakan diriku sebal." dengus Fiani membuat Faam terkekeh.


"Ya maaf, kan kirain kami kalian itu sedang, itulah, ya masa sebagai jin kami menganggu, sudah seperti obat nyamuk saja."


"Maka dari itu jika ada apa-apa itu jangan langsung kabur, dasar!


" Tapi tunggu apa yang membuat Hati Hikmal terbuka bukannya Hikmal itu... "


"Kamu tidak perlu tahu hehe.... "

__ADS_1


__ADS_2