
Dilan sudah berada di suatu tempat yang mana dia sudah berjanji dengan seseorang yang bernama L dia adalah pria bertubuh sangat besar dengan wajah yang tampak menyeramkan dia adalah orang suruhan dari ayah kandung nya, L juga yang meminta dia datang kemari entah lah entah apa yang ingin L bicarakan pada nya.
Yang jelas dia pun tidak tahu, apa mungkin L ingin mengatakan tentang kabar dari ayah kandungnya? Tapi mana mungkin kabar terakhir saja ayahnya tidak akan menemuinya kok.
"L Untuk apa kamu menyuruh diriku untuk datang kemari, bukan kah tidak sebaik nya jika kamu datang ke rumah saja. " L tidak menjawab dirinya hanya melihat dengan tatapan hormat.
Maksud dari diri nya menemui bos nya adalah ingin mengatakan jika tuan muda akan kembali dan dia harus menyambut kedatangan tuan muda. Yang nantinya semua apa yang di miliki oleh tian muda akan sepenuhnya menjadi hal dari aden Dilan.
"Tuan muda menyuruh saya untuk menyampaikan jika ayah dari aden akan pulang untuk membagi soal harta warisan den. " Dilan yang tidak tertarik dengan harta warisan itu hanya bisa bengong kenapa sih ayah ya selalu saja membicarakan tentang harta warisan itu bukan kah harta warisan itu yang mendapat kan itu adiknya kenapa dia harus ikut lagi sih, tidak tempo hari saja dia ingin ribut dengan adiknya itu.
__ADS_1
"Kenapa sih, ayah tidak memberikan semuanya pada adik, kenapa aku juga kebagian. " Penjaga pribadi dari Dilan pun menatap dan memikirkan hal aneh seharusnya Aden Dilan bahagia dong mendapatkan harta warisan kenapa malah ini justru sebaliknya senang saja tidak loh.
"Kenapa aden masih bertanya? Kan aden ini anak kandungnya yang jelas aden ya memang mendapatkan harta dari Tuan dong, kenapa aden masih bertanya tentang itu?"
Dilan mengambil napas berat dan menatap mata L bagaimana dia tidak khawatir dia sudah tahu ibu tiri nya itu seperti apa, dia hanya ingin harta dari ayah saja, dari pada memperebutkan harta yang tidak jelas itu dia lebih memilih kehidupan yang biasa biasa saja. Selama ini juga ayah nya sudah mencukupi nya dengan beberapa fasilitas yang sangat amat komplit, kedua ayah nya maksud nya.
"Tahu tahu, L aku juga tahu tapi kamu juga tahu kan ibu tiri ku seperti apa?" L tersenyum kali ini...
"Haduh kamu nguping kan ya?" L terkekeh saja bukannya nguping tapi tidak sengaja mendengar kok tidak salah kan.
__ADS_1
''Aden.... Bukan nya nguping tapi tidak sengaja dengar itu saja kok."
"Dari pada kamu menceritakan tentang adik tiri ku beritahu kan padaku... kapan ayah akan kembali, ayah itu selalu saja sibuk jika di telpon tidak di angkat sama ayah."
"Aden.... Apakah saya yang tidak memberi tahu kan aden jika ponsel milik tuan itu di sadap oleh nenek aden. Ayah aden mana mungkin dapat menghubungi aden sudah lah den pakai HP saya saja. Tapi saja dengar bukan kah aden harus kuliah pagi ini?" tanya L memberitahu.
"Tidak, seharusnya memang kuliah tapi dosennya izin jadi hari ini libur tapi bingung juga harus ke mana, biasanya juga pergi bersama dengan Fania atau pun mengerjai adik ku itu."
"Bagaimana jika kita pergi ke makam nyonya saja, sudah lama kan aden tidak datang ke makam nyonya. " Dilan setuju memang sih dia juga sudah lama tidak mengadu dengan ibunya pasti ibu kangen padanya kali ini."
__ADS_1
Maaf ya baru sempat up
karena ponselnya di buat main bocil