
Seorang guru menarik lengan Mega apa apaan dia, tidak sepantasnya dia begini apalagi di depan.... Pemilik yayasan haduh nih selalu saja membuat masalah dan masalah, apa tidak bisa Mega mengontrol emosi nya apa dia tidak tahu yang salah itu anaknya sendiri kenapa main mukul anak dari pemilik yayasan sih.
"Ira, apa apaan sih kamu." dengus Mega yang masih emosi dia masih marah karena anaknya di buat terjatuh padahal sebenarnya yang membuat kesalahan adalah anaknya sendiri. Tapi kenapa dia tidak memarahi anaknya dan melampiaskan pada anak orang lain.
Terlihat Faam hanya melirik nya saja, dari tadi dia terus menyuruh seseorang untuk merekam. aktivis nyonya Mega yang terlewat batas ini.
Ira membawa Mega agak menjauh ingin memberi tahu jika itu adalah anak dari pemilik yayasan dan dia hanya menyarankan agar Mega minta maaf jika tidak nanti akan kacau.
"Mega, apa yang kamu lakukan, tidak sepantasnya kamu melakukan hal ini, sudah aku bilang beberapa kali, sih." Mega nampak tidak terima karena anaknya selalu saja di buat terluka setiap hari sebagai ibu dia tidak ingin anaknya sampai terluka itu saja.
"Kenapa, anak itu yang salah, kenapa dia nakal memang pantas aku pukul dia. " Mega masih bersikukuh jika dia itu benar anak nya adalah anak yang baik dan tidak mungkin nakal. pada orang termasuk pada Dilan.
__ADS_1
"Cukup nyonya anda sudah keterlaluan." Kali ini Faam mendengar dengan jelas wanita ini tidak mengakui kesalahan nya dan memang harus di keluarkan dari yayasan ini, tidak ada yang boleh menyakiti anaknya lagi terlebih dia bukan pengurus yang baik dan tidak cocok di jadikan sebagai Ketua lagi.
"Kenapa anda marah." Tantang Mega seraya memincing kan mata dia tidak takut dengan pria ini siapa dia main ikut campur saja.
"Saya jelas marah, karena anak yang anda pukul adalah anak saya, kenapa ada bilang karena didikan saya bukan, dengar nyonya coba nyonya tanyakan pada anak nyonya apakah nyonya tadi melihat jika anak saya nakal? Yang nyonya lihat adalah anak anda menangis, coba anda tadi bertanya bukan pada anak anda melainkan dengan teman anak anda.
Semua anak yang ada di sana diam, mereka takut dengan Mega karena wajahnya yang menyeramkan.
"Jika anak anda di pukul anda akan merasa keberatan apalagi saya sebagai ayahnya, saya tidak pernah mengajar kan Dilan nakal tapi kenapa anda menampar anak saya, anda tahu kenapa anak anda menangis menang Dilan mendorong anak anda, benar saya memang melihat nya karena apa anak anda merebut mainan anak saya. Tapi tidak harus anda membuat anak saya sampai terluka seperti itu." Mega tidak mendengar kan dan mengatakan yang dia bicarakan hanya bualan saja.
Ira yang melihat kegilaan dari Mega hanya bisa menepuk jidat nya dan mengatakan betapa bodohnya Mega ini.
__ADS_1
"Kalian dengar, dia mengatakan bapak yang baik, dengar kan saya anak saya tidak mungkin nakal dia anak yang baik."
"Saya tahu Nyonya Mega, yang mengajarkan anak anda jahat adalah anda sendiri, kemarin anda juga yang langsung meminta dan mendorong anak kecil dan menangis dan memberikan mainan pada anak anda, apa itu yang namanya. mendidik?" Mega tidak terima apa maksud nya, memangnya salah? Memang siapa yang berani melawan nya di sini tidak tidak ada.
"Kurang ajar!" teriak Mega ingin menampar namun Fiani datang dan melihat anaknya yang pipinya lebam Fiani yang dari tadi juga melihat betapa gilanya Mega segera menampar Mega dengan keras dan membuat Mega terjatuh ke tanah tak ada yang berani melawan.
"Kenapa kalian hanya diam saja. Lihat bahkan kedua orang tua ini sudah membuat diriku terasa di sakiti."
"Memang pantas kau ku tampar, kau ini sudah beberapa kali aku peringatkan, fokus dalam sopan santun tapi kau... Telah mengecewakan diriku."
"Kau siapa kau hingga berani berani meneriaki diriku." Ira segera menutup mulut Mega menggunakan kelima jarinya.
__ADS_1
"Jangan seperti ini, kau sedang berhadapan dengan pemilik yayasan." Fiani memincing kan mata.