Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Keras Kepala


__ADS_3

Fiani masih bersama dengan Nur memandangi tubuhnya memang sih dia melakukan hal yang konyol untuk kedua kali tapi jika dia tidak melakukannya bagaimana jadinya dengan bayi yang ada di dalam rahimnya, mungkin mereka akan mengambil nya secara paksa.


Nur tau apa yang sedang Fiani pikirkan ya walau dia adalah jin yang baru saja datang dalam kehidupan Fiani tapi dia juga perasa kok.


Nur tau Fiani melakukan hal ini karena terpaksa, demi keselamatan bayi yang ada dalam kandungannya.


Nur menatap tubuh Fiani melihat tubuh Fiani yang lemah ingin rasanya ia menyembuhkan Fiani, tapi jika Fiani sampai tau jika dia ingin di sembuhkan oleh Nur pasti Fiani dengan tegas menolak nya.


Lalu bagaimana caranya menolongnya? Fiani nya saja susah untuk di bujuk.


"Kenapa kau terus saja memandangi tubuhku seperti itu?" tanya Fiani membuat Nur membuang muka sial dia lagi-lagi ketahuan.


"Sampai kapan kau seperti ini?" tanya Nur yang ingin tahu.

__ADS_1


"Entahlah, mungkin sampai bayiku lahir." Nur membuat kan mata, apa sampai bayi yang ada dalam kandungan nya lahir, hah apa dia memang sudah gila? Apa-apaan dia, tau gini tadi dia ogah lah membantu nya.


"Apa kau sudah gila? Jangan aneh deh mana mungkin aku bisa melakukan hal itu yang ada kamu tidak akan pernah bisa kembali lagi ke dalam tubuhmu, coba kau pikirkan lagi Fia? Resiko nya itu sangatlah berat apa kamu mau saat kau memaksa ingin kembali lalu aku tidak akan pernah bisa mengembalikan keadaan mu seperti semula apa kamu nantinya tidak akan menyesal telah melakukan hal ini." Nur mencoba untuk meyakinkan lagi apakah Fia tidak akan pernah berubah pikiran.


Bagaimana jika dia tidak akan pernah sadar lagi?


"Kenapa dengan wajah mu itu, aku sudah mengambil keputusan jadi jangan halangi aku." tegas Fiani membuta Nur hanya bisa tersenyum saja susah memang meyakinkan Fiani jika resiko yang ia tanggung saat ini sangatlah berat.


Jika nantinya Fiani kenapa-kenapa dia juga yang sangat khawatir, kenapa Fiani tidak berpikir seperti itu sih.


"Dasar Fiani tidak tau apa jika aku ini sangat mencemaskan dirinya, hah kenapa dia tidak sedikitpun memikirkan perasaan ku apalagi perasaan suaminya kenapa dia sangat keras kepala." ucap Nur yang segera keluar dari ruangan dan dia baru menyadari jika Faam sedang duduk seraya bersandar pada telapak tangannya.


Sesekali dia melihat ke arah kaca dia tidak bisa melihat istrinya yang terbaring lemah, apalagi keadaannya sangat menghawatirkan.

__ADS_1


Apa yang harus dia lakukan agar istrinya tersadar kembali, Faam mengacak acak rambutnya ia menyalahkan dirinya sendiri, semua ini atas kesalahannya seharusnya Faam tidak memaksa Fiani apalagi berbicara masalah kandungan nya apalagi saat ini Fiani sedang dalam keadaan yang buruk.


"Seharusnya aku membiarkan istri ku mempertahankan anak yang ada dalam kandungan nya, aku yang bersalah karena mengambil keputusan secara terburu-buru dan tidak meminta pendapat dirinya. Apalagi sudah lama ia menginginkan anak dariku." Nur melihat jika Faam sedang kalut Nur pun tidak berani menampakkan dirinya pada Faam.


Nur takut jika Nur menampakkan diri yang ada masalah lain akan datang dan membuat hati Faam semakin hancur saja.


"Maaf karena diriku tidak bisa membantumu untuk meyakinkan istrimu, aku akan terus meyakinkan Fiani agar dia mau kembali lagi, tapi aku harus menyembuhkan dirinya terlebih dahulu." Nur segera menghilang dari pandangan.


Fiani memandangi tubuhnya sendiri dia tersenyum manakala melihat ke arah perutnya di dalam perutnya terdapat buah hatinya. Tidak akan ada siapapun yang akan mengambil dirinya dari hidupnya.


"Mama akan mempertahankan mu apapun resiko nya." tegas Fiani.


Fiani keras kepala sekali bukan? Apakah Faam dan Nur kana bisa meyakinkan Fiani????

__ADS_1


__ADS_2