Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Dasar Jin Rese


__ADS_3

"Kamu mah enak mendapatkan majikan yang baik," terang Pria itu.


"Eh memangnya selama ini kamu di mana meninggalkan diriku sendirian di caffe itu lagi." Jin yang masih belum mempunyai nama pun terkekeh masalah itu jika di jelaskan akan berbuntut panjang.


"Eh.... Aku ini nanya nih jin satu malah bengong!"


"Ya gimana aku menjelaskan nya padamu, kamu saja heboh sendiri, berikan aku waktu untuk menjelaskan nya dodol." Nur terkekeh nih jin tanpa nama rese juga di beri nama jin sedeng cocok kalik ya? 🤣.


"Baiklah katakan kenapa kamu meninggal kan diriku?" jin pria itu diam bagaimana caranya menjelaskan nya apa. dia akan percaya dengan dirinya yang sudah meninggalkan dirinya bertahun-tahun lamanya.


"Sebenarnya dulu... "


"Bagaimana? Kamu ini paranormal yang model bagaimana sih, aku butuh kekuatan? Sekarang mana kekuatan yang kamu janjikan itu?" tanya Vio yang begitu kesal karena paranormal ini selalu memberikan janji tanpa ada bukti.


"Dasar manusia seenaknya saja main memerintah padahal aku sudah memberikan sesuai dengan yang di butuhkan! Kenapa dia malah meminta yang lain dasar manusia serakah." dengus paranormal itu dalam hatinya. "


"Baiklah..... " Ucap paranormal melihat tidak ada jin yang berkeliaran di sekitar Caffe jika ada mungkin hanya barisan dedemit seperti kunti dan poci tidak ada jin kuat yang hanya sekedar lewat. Manusia ini seakan ingin menjadi manusia yang paling berkuasa.


Paranormal itu melihat ada sesosok jin yang mungkin bisa di andalkan. Dan para normal itu menangkap nya.


"Jadi???? " tanya Nur masih gagal paham.


"Jadi dari tadi kamu enggak paham, hah! Dasar kamu ini... " Kesal jin pria itu dengan kesal.

__ADS_1


Nur tertawa nih Jin satu memang lucu mukanya jika di kerjain. Tapi kasihan juga dia di tangkap para normal pasti dia hanya di jadikan senjata dan di jadikan sebagai tameng kasihan sekali jin satu ini hahaha.


"Hey.... Kenapa kamu jadi tertawa kamu sih enak dapat majikan eh bukan temen yang selalu ada untukmu tapi apa wanita itu merepotkan dirimu?" tanya pria itu yang masih belum di berikan nama.


"Bukan merepotkan lagi dodol, dia itu mah sudah tidak bisa di bilangin tukang ngeyel dan parahnya lagi ngeselin banget orangnya tapi kasihan tau hidupnya." terang Nur pada temannya.


"Tapi enggak enak jika aku memanggilmu dengan sebutan kamu terus bikin nama kalik lur!" Nih jin satu kamu kan tau sendiri kita itu hidup tanpa nama sudah biasa, kamu ini baru juga tinggal bersama manusia sudah ikut- ikutan tingkah manusia." ucap jin itu malah sebal sendiri.


Bagaimana tidak jika temannya ini sudah mengikuti tingkah manusia berarti dia akan bisa berkhianat, hah dia tidak akan mempunyai teman lagi.


"Terserah kamu saja deh, tapi bolehkan aku ikut kamu? aku ini malas di kejar-kejar paranormal itu." pinta jin itu seraya memohon.


"Baiklah... "


"Sayang sadar lah aku tidak ingin kehilangan mu." pinta Faam dengan menjatuhkan air matanya.


Jari jemari Fiani mulai bergerak dan kedua bola mata Fiani pun membuka tapi yang aneh Fiani hanya diam saja tidak mengatakan apapun malah air matanya tiba-tiba jatuh berlinangan.


Faam tersenyum melihat istrinya yang sudah sadar tapi ada yang aneh dengan istrinya kenapa dia memandanginya seperti itu? Dan kenapa istrinya hanya diam saja apa yang terjadi.


Faam segera pergi untuk memanggil Lisa Faam panik mana kala Lisa menyuruh nya untuk keluar Lisa tidak mengatakan apapun yang jelas dia hanya bilang tunggulah di sini.


Lisa keluar dan mengatakan jika Fiani ingin mengatakan sesuatu. Dengan langkah berat Faam pun kembali masuk istrinya terlihat tersenyum entah kenapa perasaan nya menjadi tidak enak begini.

__ADS_1


"Ada apa dengan diriku? Aku seakan mendapat firasat yang tidak enak, semoga tidak ada sesuatu yang terjadi pada anak dan istriku." batin Faam.


Fiani tidak mengatakan apapun, bagaimana mungkin dia harus memilih antara pergi atau tinggal? Bagaimana mungkin dia harus memilih bahkan jika Faam menginginkannya untuk kembali pun dia akan tetap pergi lalu bagaimana dengan anaknya bahkan dia belum juga sempat melihat nya apakah dia perempuan sama seperti dirinya ataukah laki-laki sama seperti suaminya?


Kenapa dia jadi bimbang apalagi melihat suaminya yang kantung matanya sangat jelas. Apa dia sampai tidak tidur apa dia menangis tanpa berhenti kenapa sekarang dia tidak mengingatnya dengan jelas.


"Apa kamu marah? Apa kamu marah padaku karena keputusanku?" tanya Faam membuat Fiani bingung.


"Keputusan apa? Aku tidak bisa mengingatnya sama sekali, bahkan siapa orang ini?"


Nur melihat Jin rese ini pasti dia berulah lagi kan!


"Katakan apa yang kamu lakukan tadi? jawab!" teriak Nur merasa kesal bahkan ini tidak seperti yang dia harapkan.


"Aku?!"


"Iya kamu lah! Memangnya apa yang kamu lakukan pada Fiani kenapa malah dia tidak mengenali suaminya sendiri?"


"Emmm soal itu???"


Hah apa yang di lakukan jin rese tanpa nama itu ya penasaran kan tunggu nexs episode 😊


Selamat membaca😂

__ADS_1


__ADS_2