Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Bab 63.Manusia Pluto


__ADS_3

Ferdi memperhatikan Mayra dan dia melihat baju Mayra yang terlihat darah di bahu nya.


"Itu kamu terluka?"Ferdi menunjuk ke arah bahu Mayra.


"Eh..ini...luka kecil doang"Kata Mayra gugup.


"Jadi benar yang menolong Erland semalam kamu?"Tanya Ferdi.


"Hush...diam Bun..sebentar lagi kita sampai di kantor Erland..gua harap lo tutup mulut ya...please..."Kata Mayra menangkupkan tangannya.


"Ga..mau gua butuh penjelasan dari lo"Kata Ferdi berkeras.


"Iya..iya lain kali gua ceritain semuanya tapi tidak sekarang..please..ya"


"Kamu tambah ganteng dech..mbun.."Kata Mayra sambil mendekatkan ke arah Ferdi.


"Hush...jaga jarak May..nanti Raja singa mengamuk"Kata Ferdi.


"Raja singa?siapa mbun?"Tanya Mayra.


'Itu Erland..lo tahu ga ?tadi Dia ngomel ama gua gara gara lo pilih kerja di ruangan gua dari pada ruangan dia"Kata Ferdi.


"Mosok ...segitunya...sih..lagian tu orang ga berubah ya dari dulu udah songong...ngeselin tambah mesum lagi...hih..sebel..sebel...pingin gua becek tu mulut"Kata Mayra sambil mempraktekkan tangan ya.


"Aduh....."Teriak Mayra memegang tangannya.


"Pelan pelan May..sudah tahu terluka tapi bisa bisa nya lo gerakkan gitu sih"Ucap Ferdi menggantungkan tangannya yang reflek mau memegang Mayra,tapi Dia tahu di lift sedang di pantau Erland.


Dia tidak mau Erland tambah ngamuk melihat kedekatan Dia dengan Mayra.


"Dari dulu Dia ga berubah May...apalagi soal Cinta Dia masih setia menunggu lo"Kata Ferdi.


"What...Cinta?ga usah bikin gua baper dong mbun..lo tahu sendiri semenjak video itu Erland menjauhi gua dan merasa jijik ama gua"


"Sudah lah ga usah di bahas lagi,dan gua harap lo tutup mulut ya tentang gua,gua ga mau suasana bikin hancur kalau ini Gua,lo tahu sendiri gua pakai identitas lain aja dia selalu bikin gua kesal apalagi di tambah dia tahu kalau ini gua,bisa bisa Dia mempermalukan gua di depan semua orang"Kata Mayra sambil melangkah maju keluar dari lift karena mereka sudah sampai di lantai 66.


Ferdi pun melangkah ke arah pintu dan mengetuk nya


Tok...tok..


"Masuk...!"


Ferdi dan Mayra masuk di dalam sudah ada Pak Adam .

__ADS_1


Erland melihat ke arah Mayra kemudian melihat ke arah laptop.


"Lama sekali...kamu datang?"Tanya Erland masih fokus di laptop.


"Tanya ama lift nya aja,kenapa kok bisa lama?"Kata Mayra sambil memanyunkan mulutnya.


Ferdi melihat rasanya gemes karena gaya seperti itu lah yang membuat kaum adam klepek klepek.


Kamu masih sama aja May...kaya gitu kamu mau menggunakan identitas lain? wong kebiasaan kamu ga bisa kamu hilangin,karena kebiasaan itu hanya kamu yang melakukan.


"Kondisikan mulut kamu...Saya cium nanti"Kata Erland sambil berkata datar.


Pak Adam mendengar kata frontal dari mulut bos yang dingin sempat kaget dan menutup mulut nya.


"Hish....dasar mesum..sudah ga ada yang mau di bahas kan gua keluar,dan Pak Adam ACC ga di ACC Saya tetap resign..buat apa kerja dengan Bos mesum kaya Dia"Kata Mayra langsung balik badan.


"Eh..tunggu..May.."Kata Ferdi lirih sambil memegang lengan Mayra.


Erland melihat Ferdi memegang lengan Mayra langsung melotot.


Ferdi merasakan tatapan dingin Erland membuat bulu kuduk nya merinding.


"Ran...jangan ngambek gitu ya kita selesaikan baik baik,maklumi mulut CEO ya mungkin efek Jomblo abadi"Kata Ferdi sambil melepaskan lengan Mayra.


"He..he..maaf Bos...kasihan Rani,Dia kan karyawan baru,jadi bos jangan galak galak gitu,udah galak kata katanya kondisikan dong Bos"Jawab Ferdi sambil garuk garuk kepala.


"Sudah sana keluar..dan kamu Pak Adam cukup sampai di sini pembahasan kita,nanti kalau ada karyawan yang mau resign lagi tolong diskusikan dengan saya lagi"Kata Erland masih dengan nada dingin.


"Baik Pak..kalau gitu saya pamit dulu mau ke ruangan Saya"Kata Pak Adam sambil berdiri dan melangkah kearah pintu.


Disusul Ferdi dan kemudian Mayra mengekori mereka.


"Hai kamu tunggu.."Teriak Erland .


Ferdi menghentikan langkahnya,dan berbalik ke arah Mayra.


"Kamu di sini saja,Pak Bos memanggil kamu"Kata Ferdi ke arah Mayra.


"Tapi..."Jawab Mayra sambil garuk garuk belakang telinga.


"Hai kamu...telinga kamu tuli ya?"Teriak Erland lagi.


"Tuh..mode singanya udah keluar,sudah sana dari pada keluar taring nya"Bisik Ferdi sambil membalikkan badan Mayra.

__ADS_1


Waktu Ferdi membalikkan badan Mayra,mata Erland langsung melotot ke arah Ferdi.


Ferdi merasakan hawa panas di muka Erland langsung membalik kan badan dan melangkah keluar takut Erland semakin marah.


Busyet dah...segitu nya lo Land,padahal lo belum tahu kalau itu Mayra ,kalau sudah tahu bisa bisa gua sudah lo jadikan rempeyek.


Di dalam Ruangan Mayra hanya diam dan memandang ke sekeliling ruangan,Dia acuh tak acuh.


Dengan sikap acuh tak acuh sebenarnya Dia menutupi kegalauan hatinya.


Antara rasa ingin marah dan bahagia bercampur jadi satu.


Jantung nya pun dari tadi tidak bisa di kondisikan,lebih baik Dia mengahadapi musuh yang membawa granat,daripada menghadapi manusia pluto seperti Erland.


"Kok diam?"Kata Erland memecah keheningan.


"E...la terus saya harus ngomong apa?tar kalau ngomong dikit Bapak marah marah,lebih baik diam kan?"


"Tapi jangan lama lama ya pak,soalnya kaki saya pegel tahu dari tadi berdiri"Kata Mayra berusaha menetralkan jantung nya


"Kamu capek?rasakan..!"Ucap Erland datar.


"Hiss..Eh ..."Greget Mayra,rasanya dia pingin nimpuk kepala Erland tapi sayang tidak ada alat buat nimpuk.


"Sudah sana duduk,dan ini pelajari dokumen nanti jam 12 kita bertemu klien "Kata Erland sambil membawa setumpuk berkas ke tempat duduk yang tadi di tempati Pak Adam.


"Lo...lo Pak Saya kan..."


"Kenapa kamu mau bilang kalau kamu sudah mengajukan resign?kamu dengar ya,tidak ada resign,dan resign kamu saya tolak,bukannya uang kompensasi mu juga sudah di kembalikan?"


"Ingat..tidak ada bantahan....sini duduk...!"Kata Erland tegas .


Mayra hanya menggerakkan bola matanya dan melangkah ke arah kursi yang di tunjuk Erland.


Dia berjalan dengan malasnya.


Dasar manusia Pluto


"Dan ingat...tempat kerja kamu di sini bersama dengan saya"Kata Erland.


"Terserah Bapak..."Jawab Mayra sambil membuka berkas yang di berikan dan Dia bolak balik.


"Kok tidak kamu baca dokumen itu?"Tanya Erland.

__ADS_1


"Gimana saya baca?saya aja tidak tahu maksudnya apa?Bapak tahu sendiri lulusan Saya cuma SMA,jadi mana paham hal beginian"Kata Mayra masih membolak balik dokumen nya.


__ADS_2