
Faam melihat istrinya yang tampak kebingungan Farm the jika istrinya kali ini tengah bingung dengan logat nya.
Faam sudah tahu sejak lama jika asisten pribadi dari istrinya mempunyai logat jawa seperti dirinya hanya saja saat ada Fiani yang tak lain adalah istrinya dia akan menggunakan logat jawanya untuk berbicara dengan Ana.
Seperti yang di ketahui selain menghindari dari orang yang ingin mencelakai istrinya Faam menggunakan logat Jawa untuk berkomunikasi dengan teman dan asisten di rumah .
Soalnya cip yang di berikan untuk alat komunikasi entah di taruh mana oleh istrinya pasti istrinya akan lupa menaruhnya di mana namun demi kemanan rumah dan tentunya keselamatan Fiani.
Faam selalu memberikan yang terbaik walau kadang istrinya suka menuduhnya dengan kata-kata yang sedikit membuat hati tersakiti.
Ya jelas jika istrinya akan seperti itu berbeda dengan dirinya jika Faam sedikit bermata dengan kasar maka Fiani yang akan merajuk.
__ADS_1
Ya karena apa wanita selalu benar, cemburu buta tanpa mengenal logika hah.
"Tuan, bolehkan kali ini saja antar saya pulang, saya hanya ingin menenangkan diri." Faam tersenyum begitu pun Fiani yang tahu bagaimana rasanya cemburu, eh memangnya dia pernah merasakan cemburu?
"Aldo dari arah jalan itu lurus saja dan ada tikungan belok kiri." ucap Faam membuat Aldo yang menyetir mengangguk saja.
Tapi rumah sakitnya bagaimana? Tidak jadi ke rumah sakit kah?
"Maaf sebelumnya Tuan, jika kita tidak mengikuti mobil yang ada di depan bagaimana cara kita untuk sampai di rumah sakit?" Faam mendengus kesal dan menjitak kepala Aldo nih dasar sopir abal-abal masa rumah sakit biasa di sayangi sampai lupa hih membuat orang jengkel saja.
"Owh kita ke rumah sakit Nona Nadia?" tanya Aldo yang baru paham sekarang hah jika seperti itu mah dia tadi tidak usah terlalu ngebut.
__ADS_1
"Haduh, ya iyalah, makanya dari tadi jangan sibuk ngelamun jadi bingung sendiri kan." Aldo hanya terkekeh dan segera berputar haluan untuk menuju arah yang Faam tunjukkan.
"Sudahlah Ana, jangan bersedih, jika kamu memang masih mencintai Yuda, ya kejar lah." terang Fiani mencoba memberikan sebuah saran karena ada yang terlintas dalam benaknya.
Yuda pernah mengatakan padanya jika Yuda sangat mencintai Ana tapi Ana lah yang malah mencoba untuk menjauhi Yuda karena tidak ingin merusak hubungan antara Yuda dengan calon istrinya.
"Tidak Nona, saya tidak mungkin mengejar Yuda, karena derajat saya dan Yuda tidak sama, saya juga sadar diri. Memang benar apa yang dikatakan ayah Yuda saya tidak pantas bersanding dengan Yuda. Yuda pantasnya bersanding dengan wanita selevel dengan Selina bukan saya."
"Seperti nya kamu harus turun tangan deh sayang!" Faam terkekeh turun tangan untuk apa? Membuat hubungan antara Yuda dan Ana kembali langgeng lagi? Masalah ini masalah.
"Tidak usah Nona, saya dan keluarga saya sudah cukup menderita dengan tingkah laku ayah Yuda, saya sudah menerima apa yang seharusnya saya dapatkan. Sudahlah Nona jangan berurusan lagi dengan Yuda karena Yuda itu bagaikan langit dan saya adalah pungguk, mana mungkin pungguk dapat merindukan sebuah Rembulan Nona." Faam menggeleng nih cinta Ana kasihan juga jika dia tidak turun tangan seperti apa yang di katakan istrinya ya kasihan juga Ana.
__ADS_1
Ya memang harus turun tangan agar cinta Ana dan Yuda bisa bersatu kembali.
Maaf baru sempat up karena ponselnya di buat main si bocil 😂