Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Misi Kedua Jin rese


__ADS_3

"Apa aku ini sedang bermimpi? Jangan bercanda deh Mal." Wulan masih tidak percaya jika walaupun terpaksa Hikmal tidak menanyakan tentang Fiani lagi. Tapi kenapa nih hati rasanya sangat bahagia mengetahui Hikmal sudah mau membuka ahatinya untuknya ya walaupun terpaksa.


"Siapa? Siapa yang bermimpi, ya walaupun aku masih belum mempunyai perasaan padamu, tapi bisa kah kau membuat ku mencintaimu?" tanya Hikmal serius.


Wulan tersenyum dan memeluk Hikmal.


"Ternyata mimpiku benar, kenapa aku tidak dari awal saja mengutarakan cintaku ini, ya walaupun hatiku masih tidak bisa menerima jika Fiani sudah bersuami, tapi aku juga tidak mungkin menghancurkan perasaannya Fiani kan? Apalagi suaminya juga yang sudah menolongku."


"Tumben tuh otak mu cemerlang juga Nur!" Nur tersenyum mendengar ocehan Ahmad yang sotoi tapi memang benar kan memang semua nya harus bahagia termasuk Wulan sekarang giliran Ana dong yang bahagia.


"Sekarang yang terakhir adalah membahagiakan Ana, kita buat Ana menerima lagi Yuda." Ahmad menggaruk kepalanya yang sangat gatal sangat gatal loh ya.


"Kau? Ingin membahagiakan Ana? dan Yuda? Jangan aneh-aneh deh Nur!"


"Kenapa harus aneh aneh, kita berdua itu harus membahagiakan mereka, kamu lihat kemarin kan saat Ana memandang Yuda, ada tatapan tersembunyi jika Ana itu masih mencintai Yuda, aku juga kasihan melihat Ana tersakiti. terus dia harus bahagia sama halnya dengan Fiani."

__ADS_1


"Ah aku tahu pasti kamu tidak ingin setengah setengah membantu orang yang sudah membantu Fiani kan, memang jin yang baik kamu." Ucap Ahmad membuat Nur tersenyum dan meninggalkan kedua orang yang sudah bermesraan sudah jangan jadi obat nyamuk mulu.


Nur dan Ahmad sudah berada di rumah Yuda melihat Yuda tengah memandang Foto, tidak lain foto siap lagi jika bukan Foto Ana.


Ternyata mereka berdua sudah punya hubungan dari SMA rupanya melihat mereka teringat cerita Wulan saja.


"Nah kan ternyata keduanya juga mempunyai cinta yang rumit."


"Kamu benar juga, rumit karena tidak mendapatkan persetujuan dari orang tua kan? Bagaimana jika kita temui Faam saja. Kita bahas masalah ini bertiga." Nur tersenyum dan memandang Ahmad dengan tatapan aneh.


"Baiklah baiklah aku juga akan menjadi jin yang baik dan aku memiliki rencana yang sangat bagus, bagaimana jika kita... " Ahmad segera berbisik ke telinga Nur.


Nur membuktikan mata nya karena merasa jika Ahmad ini jin yang sangat gila tapi jika tidak seperti itu kan hubungan keduanya tidak membaik, baiklah laksanakan." kedua jin itu segera pergi entah kemana.


Di sisi lain Fiani mencari keberadaan Nur dan jin rese satu itu tapi sudah lelah dia mencari tapi keduanya juga tidak di temukan dasar jin rese di suruh jagain malah kabur entah kemana,

__ADS_1


"Sayang apa yang kamu cari?" tanya Faam membuat Fiani terkejut.


Fiani membuang napas kasar dan segera duduk menikmati pemandangan yang sangat indah.


"Aku mencari dua jin rese itu, katanya tadi ikut eh sekarang mereka malah menghilang entah kemana."


"Bagus dong! Karena kita bisa berduaan seperti ini, kita jalan-jalan yuk, besok kita jalan-jalan lagi dan memeriksakan kandungan mu." Fiani melirik Faam.


Sejak kapan juga nih suaminya jadi perhatian banget?


"Bukan kah besok kamu harus kerja?" tanya Fiani.


"Apa gunanya ada Rendra dan Ardan."


"Dasar tukang nyuruh!"

__ADS_1


"Iyalah kan aku bos.!" Fiani tertawa mendengar ucapan suaminya.


__ADS_2