Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Detektif katanya?


__ADS_3

"Tolong jaga anak ku.... " Fiani tersenyum dan mengangguk.


"Mungkin saat usia remaja aku akan menjenguk nya kembali. " Fiani termenung. Kenapa pria ini seperti ingin pergi jauh.


"Kenapa kamu tidak membawa nya, bukan kah kamu bilang kamu adalah ayah dari anak ini? Dilan memandang ke arah ayahnya.


" Ayah ingin pergi ke mana?" tanya Dilan dengan polos nya.


"Mama pernah bilang padaku, jika suatu saat pasti ayah akan menemui Dilan tapi kenapa saat ayah sudah menemui Dilan ayah ingin pergi lagi?" Yusuf diam tidak menjawab apa pun jika Yusuf bilang jika neneknya tidak menyukai apakah Dilan akan merasa kecewa dengan nenek nya?


"Ayah harus kerja nak, ayah harus mengurus perusahaan ayah yang ada di luar negri setelah kamu dewasa kamu yang akan menggantikan ayah untuk mengelola perusahaan. Sudah di sini kan masih ada papa dan mama, pasti kamu juga tidak ingin jauh kan dengan adik mu.


Benar juga Dilan tidak ingin berjauhan dengan kedua adiknya.

__ADS_1


"Baiklah tapi jika ayah pulang bawakan mainan untuk ku." Yusuf tersenyum jangan kan mainan yang Dilan minta dia akan memberikan semuanya untuk anaknya ini. Nyawa jika perlu.


"Jery bawakan mainan nya.... " Jery membulatkan mata, mainan bawakan, mainan? Kan mainan Dilan banyak banget yang ada dia akan jatuh terkapar.


"Hehe... Jangan lah... Mainan Dilan itu terlalu banyak bahkan aku saja tidak bisa sendirian membawa nya. " Yusuf kelupaan.


Memang tadi dia membelikan Dilan banyak sekali mainan jadi ya begitulah...


Kebetulan Faam kembali dan melihat Dilan di gendong seorang pria menuju mobil tapi melihat istri nya yang sangat santai dia tidak bertanya.


"Kak Dilan.... " Teriak Danil dan Fania yang melihat Dilan di gendong, Dilan meminta turun dan memperkenalkan jika pria ini adalah ayah kandungnya, Faam terlihat terkejut dia tidak ingin berpisah dengan anaknya.


"Sayang.... Apa benar yang di katakan Dilan, apakah pria itu adalah ayah dari Dilan, lalu Dilan akan di ambil dari kita?" Fiani menggeleng tidak akan Dilan akan selalu ada di samping suaminya.

__ADS_1


"Sayang, jangan cemas, ayah Dilan hanya berpamitan saja, kita tidak perlu cemas, ayah Dilan sudah mempercayai kita untuk menjaga Dilan sampai waktunya tiba, mungkin saat dia belajar mengelola perusahaan Dilan baru di ambil dari kita. " Faam kali ini kerasa sangat lega tapi dia juga sangat merasa kehilangan nantinya.


Jery memberikan kedua anak Fiani dan Faam es krim dan Dilan membongkar mainan nya.


"Sudah aku duga pasti kamu akan datang ke mari Jery?" Jery terkejut nih rekan bisnis yang sangat menguntungkan bukan sekali dayung dia tiga pulau terlampaui


"Kau menyogok anak anak ku ini pasti ada maksud bukan?" Jery melambaikan kedua tangan nya apa maksud nya dia tidak menyogok kok dia hanya memberikan kedua anak Faam ini es krim apa juga salahnya? Tidak ada yang salah kan, nih orang curiga terus deh kerjaan nya. Kali kali jika curiga jangan padanya.


"Kamu ini rekan kerja, tidak berubah terus saja mencurigai diriku, kedatangan diriku kemari hanya mengantarkan Yusuf menemui Dilan. Kamu harus tahu Dia rekan bisnis mu yang ada di Singapura loh, jika kamu berbisnis padanya wah keuntungan akan berpihak padamu. " Faam terkekeh mendengar ucapan dari Jery memang anak ini tidak pernah tidak mengoceh.


"Dia ayah Dilan, owh... Lalu kenapa kamu imut, apa pekerjaan mu sudah bangkrut sampai kamu belaga masih seperti detektif... " mengejek terus kerjaan nya Faam ini memang rese nih orang tapi dia mudah sekali menanamkan saham tapi jika marah haduh menakutkan nih apa lagi istri nya takut nanti di makan bagaimana kan dia belum siap di kuliti hidup hidup oleh Fiani.


Takut tapi bagaimana urusan kerjaan dan bisnis tidak bisa di tinggalkan.

__ADS_1


__ADS_2