
"Ran...tunggu kamu mau kemana?"Tanya Cindi melihat Rani memberesi barangnya.
"Pulang...."Kata Mayra.
"Pulang...ga salah?ini baru jam berapa?bukannya kamu jam makan siang ikut Pak Erland.
"Iya...tapi sekarang aku sudah resign,tenang aja pekerjaan sudah aku selesaikan tinggal melanjutkan aja"Kata Mayra masih memberesi barang nya.
"Resign...?kenapa?"
"Ya..resign,barusan"
"Terus sudah di Acc?"Tanya Cindi bingung soalnya baru beberapa menit Dia di kantor Bu Sandra,dan baru beberapa menit yang lalu Rani bilang di jadikan Asisten CEo seperti kata Bu Sandra tadi.
"Apa harus ada Acc?barusan aku hanya kirim email ,terus aku transfer kompensasinya.
"Apa sudah ada acc dari HRD?
setahu aku kita ngajuin Resign itu tiga bulan sebelum nya sampai ada yang mengganti,kalau kamu masih terikat kontrak kamu harus bayar kompensasi 3 kali lipat dari kesepakatan yang berlaku kalau kamu belum ada pengganti"Kata Cindi.
"Apa 3 kali lipat?ga salah?dalam kontrak aku harus membayar lima juta berarti aku harus bayar 15jt"kata Mayra sambil garuk garuk kepala,terus mencari email surat perjanjian kontrak di ponselnya.
"Gila...parah....untung cuma 15 juta karena cuma pegawai rendahan,la ini kalau sebagai asisten CEO gua harus bayar 300 juta "Gumam Mayra.
Kriing...
(Hallo...Ya pak baik)Kata Cindi sambil menaruh telponnya.
"Ran...di panggil di ruang HRD"kata Cindi.
"Apa?HRD?apa resign aku di Acc ya"tanya Mayra.
"Aku ga tahu Ran...coba langsung saja kesana,sekalian nitip ini buat Pak Setya ya,tadi kamu janji kan mau bantu antar sana kebetulan lantai nya sama di lantai 20"Kata Cindi sambil menyodorkan map ke tangan Mayra.
Mayra hanya mengangguk dan mengambil dokumen itu dan melangkah ke arah lift.
Kring...
(Hallo..ya..pak baik saya sampaikan)Cindi menutup telfon kemudian lari mengejar Mayra yang baru sampai di lift.
"Ran... tunggu!"Teriak Cindi.
"Ada apa Mbak?"
"itu Ran..kamu suruh langsung ke Ruang CEO ,Pak Adam nunggu di sana"Kata Cindi terengah engah karena sambil lari mengejar Mayra.
"Apa ke ruang CEO?"Teriak Mayra.
__ADS_1
"Iya Ran barusan Pak Adam telpon dan ga pakai lama,takut CEO marah"Kata Cindi lagi.
Ahgg....lo sengaja apa Land
Mayra mengacak rambut nya frustasi karena harus bertemu si otak mesum.
"Sudah sana Ran..takut keburu CEO marah"Kata Cindi sambil mendorong Mayra masuk ke lift.
Mayra menggerutu kesal di dalam lift,
Terpaksa gua harus bertrmu lagi dengan lo Land.
Tings..
Bunyi notifikasi SMS.
Mayra membaca kalau tranferan uang kompensasi di kembalikan.
(Maaf Rani..surat pengunduran kamu tidak di Acc sama CEO,tolong kamu temui CEO ya saya tunggu di sana)
Pak Adam mengirim WA,Mayra menyandarkan kepalanya di dalam lift.
Tiba tiba pintu lift terbuka,dan masuk Johan bersama Ferdi.
"Kok lesu amat,kenapa?"Tanya Johan sambil memperhatikan Mayra.
"Tumben formal amat,biasa nya sudah ngajak tarik urat"Tanya Johan lagi.
"Biasa aja kali Pak,lagi malas berdebat"Kata Mayra sambil melihat ke arah Ferdi.
"Napa pak kok lihat lihat ..biasa aja kali pak lihat nya,ga pernah orang secantik saya ya.."Tanya Mayra berusaha menghilangkan rasa gugupnya karena takut Ferdi mengingat Dia .
"Ga..ada kepedean kamu,Saya cuma heran kenapa Si Bos sangat ngotot jadiin kamu jadi asisten,apa sich istimewanya dari kamu?cantik sich iya...tapi galaknya melebihi Mak lampir"Kata Ferdi berusaha memprovokasi Mayra dan menggunakan kata kata untuk meledek Mayra seperti waktu jaman SMA.
Dia pingin tahu apa yang di depan itu bener bener Mayra seperti kecurigaan Erland.
"Hush...kamu..dasar Tam.."Teriak Mayra tapi dalam seperkian detik Dia menyadari kalau Ferdi sedang memancing Dia.
"Maaf Pak...Saya ga ada istimewanya kok?apa saya emang galak to?...kok di samaain mak lampir?galakan tu si Bos ,terus Dia di juluki apa?apa Bapak lampir?"
"Tanya tu sama pak johan,saya kan tidak galak,kalau galak pun kelihatan imut,betul ga Pak Johan"Tanya Mayra sambil mengedipkan mata ke arah Johan yang membuat hati klepek klepek.
"Hush...kamu..."Kata Johan sambil menggerakkan tangan nya agar tidak terlihat pipinya merona.
Ferdi melihat salah tingkah dari Johan.
"Jangan Baperan mau lo di cincang sama Bos Muda"bisik Ferdi.
__ADS_1
"Apaan sich lo Fer.."Johan berusaha mendorong Ferdi agar menjauh,Dia takut kalau Ferdi tahu kalau Dia sudah jatuh cinta dengan wanita itu,dan kemungkinan Bos Erland pun menaruh hati padanya.
Ah...Bos kenapa gua harus bersaing lagi soal cinta,dan kenapa pula kita selalu sama jatuh cinta dengan orang yang sama.
"Hai..kamu mau kemana?"Teriak Ferdi melihat Mayra mau keluar dari lift .
"Mau ke ruangan Pak Setya Pak,ini ada dokument yang harus di antar"Kata Mayra sambil menunjukkan dokument nya.
"Bukannya kamu di suruh ke ruangan CEO?"
"Iya Pak habis ini"Kata Mayra sambil melangkah keluar dari Lift.
"Eh..tunggu..biar Johan aja yang kesana,kamu ikut saya ke ruangan CEO ,takut CeO marah karena kamu kelamaan"
"Johan..antar dokument ini ke Pak Setya"Kata Ferdi sambil mengambil dokumen dari tangan Mayra terus menyerahkan ke Johan.
Johan menerima dokument itu langsung keluar dari Lift.
Lift berjalan naik ke atas,Mayra hanya pasrah,pikir Dia tadi mau ke ruangan Setya dulu baru menemuin Erland,Dia memprediksi kalau Erland bakal marah dan memecat Dia.
"Saya tahu kamu berusaha menghindar dari Erland,sampai kapan kamu mau menutupi jati diri kamu"Kata Ferdi
'Maksud Bapak apa sih..."Jawab Mayra sambil memutar bola matanya tanda Dia sedang berbohong.
"Dari dulu lo ga berubah May...kalau berbohong pasti bola mata kamu seperti itu"
"Karena dari dulu emang lo ga bisa berbakat berbohong,mau lo ganti wajah berapa kali pun ga akan bisa melabuhi aku"
"Ingat..gua si mata Elang yang pernah masuk tim bersama kamu semasa SMP,jadi Gua lebih paham lo daripada Erland"
Karena gua pernah jatuh cinta sama lo sebelum lo mengenal Erland.
"Hush...lo mbun..bikin Mood gua ancur deh...masak sih akting gua ga sempurna"Kata Mayra merasa kalah di depan Ferdi.
Ya..dari SMP Ferdi adalah teman dekat Dia,kemana mana mereka selalu bersama.
Kemudian Erland pun ikut kumpul karena Ferdi di tugaskan mengawal Erland semenjak ayah nya meninggal dan Dia di angkat cucu dengan Tuan Erlangga.
Dulu Ferdi berbadan tambun dan selalu menjadi bahan bulian teman temannya.
Tapi Mayra selalu menjadi tameng bagi Ferdi karena Dia selalu membela,terus Mayra mengajak Ferdi untuk ikut ngegym sehingga badan yang tambun lama lama menjadi badan yang jadi idola kaum hawa,tapi Mayra masih suka memanggil Tambun.
Dan Ferdi tidak keberatan karena bagi Ferdi itu adalah panggilan kesayangan untuk dirinya.
Sebenarnya Ferdi memendam rasa terhadap Mayra,tapi Dia takut mengungkapkan apalagi setelah tahu Erland pun sudah jatuh cinta terhadap Mayra.
Akhirnya Dia mengalah dan tidak mau bersaing dengan majikannya.
__ADS_1