
Maaf ya karena sinyal ya kadang muncul kadang enggak jadi jarang up
Makasih yang sudah mampir😄
Selamat membaca
Penasaran langsung ke cerita 😆
"Apa?" Yuda yang mendengar kabar dari seseorang pun langsung panik dan menatap wajah Ana dengan tajam.
"Kenapa Yud?" tanya Ana dengan penasaran.
"Ayah dan ibuku mereka..... Ana aku harus pergi!" tegas Yuda dengan terburu-buru yang jelas wajahnya panik.
"Ada apa dengan Yuda?" tanya Ana yang menatap kepergian Yuda dengan wajah yang bertanya-tanya.
Yuda segera meninggalkan rumah sakit menuju tempat yang sudah di SMS kan oleh orang misterius itu, Yuda sudah berada di dalam gedung yang sudah tidak di pergunakan lagi, tempat itu sangat jauh dari pemukiman.
Yuda sudah menyiapkan seseorang untuk berjaga takutnya yang di dalam melakukan hal yang tidak di kehendaki.
Yuda masuk ke dalam gedung, tempat itu sangat sunyi dan gelap hanya ada satu penerangan berupa lilin yang di taruh di atas meja mungkin penculik itu menginginkan Yuda untuk masuk.
Langkah Yuda pun membawanya menuju suatu tempat yang sangat kecil, terdengar sama-sama suara seseorang yang di pukuli. Yuda segera berjalan ke arah suara itu betapa terkejutnya dia melihat seseorang sedang memukuli ayahnya tanpa ampun.
__ADS_1
Yuda yang melihat hal itu segera berlari namun tubuhnya seketika di tahan oleh seseorang yang mencoba untuk membuat Yuda terkapar dan tidak berdaya namun untungnya Yuda cepat bergerak dan segera membanting orang itu.
Yuda melihat banyak nya orang yang akan menyerang dirinya, dia pun segera menyerbu Yuda Yuda yang mereka anggap seorang diri pun tersenyum ternyata mereka mainnya keroyokan.
"Ayo kalau kalian berani lawan aku!" teriaknya membuat beberapa pria bertubuh besar itu hanya tersenyum memandang rekannya. Namun mereka lengah mereka yang akan menyerang Yuda pun akhirnya jatuh pingsan karena di pukul seseorang dari belakang.
Yuda terus mencari sumber suara dan betapa terkejut nya dia saat melihat orang yang tidak asing lagi keluar dari balik pintu.
Tak lain dan tidak bukan adalah Ruslan.
"Kau!!!" ucap Yuda yang begitu terkejut melihat om Ruslan yang sedang menyiksa ayahnya.
"Owh ternyata pahlawan mu ini sudah datang rupanya," ucap Ruslan yang melepaskan tangan nya dari rambut ayah Yuda.
"Kau!! Apa yang kau lakukan pada ayahku?" teriak Yuda di sambut tawa oleh Ruslan.
"Apa yang aku lakukan? Tidak aku hanya memberi pelajaran pada pembohong ini itu saja, kau tau ayahmu sudah berhutang ratusan juta padaku dan dia harus membayar lunas semuanya. Jika kau mau menikah dengan Sintia, maka aku akan menganggap lunas semua hutang-hutang mu dan.... Jika kau tidak mau aku akan membunuh ayah kesayangan mu ini." jelas Ruslan yang mengeluarkan pisau dari balik bajunya.
"Jangan nak! Jangan dengarkan ucapannya lari lah! Tinggal kan tempat ini." teriak Ayahnya meminta Yuda untuk segera meninggal kan tempat ini.
Yuda menggeleng dia tidak bisa meninggal kan ayah apalagi ibunya seorang diri bagaimana pun caranya dia harus bisa menyelamatkan ayah dan ibunya walau nantinya dia yang akan celaka.
Semoga dengan kejadian ini ayahnya bisa terbuka hatinya, tidak mempercayai siapapun termasuk sahabatnya sendiri yang sangat licik ini.
__ADS_1
Ruslan menendang tubuh Ayah Yuda membuat Yuda menjadi geram dan ingin menghajar pria yang ada di hadapannya.
"Apa kau ingin melihat ayah kesayangan mu ini mati sekarang juga, satu langkah saja kau maju aku akan benar-benar membunuhnya." Tidak ada pilihan lain Yuda harus berpura-pura mengalah sebelum nantinya bisa menjebloskan Ruslan dalam penjara.
"Baiklah...." teriak Yuda membuat Ruslan tersenyum dan menendang tubuh lemah Ayahnya ke hadapannya.
"Kurang ajar, akan aku pastikan kau akan mendekam di penjara seumur hidupmu Ruslan. Akan aku pastikan semua yang kau miliki akan habis tak bersisa." Yuda mengepalkan tangan dan berjanji akan membalas perbuatan Ruslan dan putrinya yang menjengkelkan ini.
Sekarang ikutlah denganku karena aku akan menikah kan dirimu dengan putriku!" ucap Ruslan yang membawa Yuda tanpa paksaan dari siapapun.
Yuda yang mempunyai rencana lain pun hanya ikut saja dalam hati nya ia merasa sangat jengkel namun ia menahan nya belum saat nya ia menghajar pria busuk dan licik ini.
"Rencananya membuat ku muak, memang berapa hutang ayah sampai dia bisa di buat seperti ini, kenapa ayah tidak bilang padaku, apa mungkin ini hanyalah rencana dari Sintia dasar wanita licik ayah dan anak memang sama saja tukang membuat masalah,
Dan ternyata memang benar dugaannya dia sudah melihat ibunya yang nampak sangat cantik mengenakan kebaya berwarna putih dan Sintia menggunakan kebaya senada dengan Sintia.
Ruslan tidak mengizinkan Yuda untuk masuk, dia meminta Yuda untuk mengganti pakaian nya.
Tak jauh dari gedung yang gelap itu ternyata di sini juga ada sebuah rahasia, ada ruang bawah tanah dan gedung yang tidak di gunakan ini pun hanyalah akses untuk menutupi kebusukan dari Ruslan.
Ruslan mendorong Yuda untuk masuk ke dalam ruangan namun Yuda tidak kalah akal sudah menyuruh seseorang untuk menggantikan nya tanpa sepengetahuan dari Ruslan.
Ruslan sudah lama menunggu namun Yuda tidak kunjung keluar membuat Ruslan mengetuk pintu dan memberi ancaman tidak ada jawaban dari Yuda membuat Ruslan segera mendobrak pintu.
__ADS_1