
Fania merasa sangat amat bingung, terlebih lagi kakak nya ini bukan lah orang yang sembarang, apa yang akan di lakukan di manakah dia, kali ini....
Kemana pergi mu sih kak, Fania sangat khawatir pada kakak... haduh bagaimana nanti jika kakak melakukan hal hal yang membuat dia dalam bahaya lagi, semoga saja tidak.
Di tempat lain
Dilan bersimpuh di pusara ibundanya. Tak tahu air mata jatuh membasahi pipi nya entah kenapa di saat dia hanya ingin mendapatkan keluarga yang bahagia di situlah ternyata kejahatan rupanya di sembunyikan.
Kenapa orang yang paling sangat dia rindukan sekarang membuat nya harus mengingat jika dia tidak lagi bersamanya. Bahkan ingin sekali ia memeluk ibunya sekali saja, namun apalah daya tangan ini dan jiwa ini tidak bisa mendekap ibunya.
Semuanya sudah di ambil sejak lama, tidak ada rasa belas kasihan terhadap dirinya.
__ADS_1
"Ibu aku datang.... " Air mata Dilan membasahi pipinya, Dilan menghapus air matanya... Seharusnya bukan ibu nya yang mendapat kan semua ini, seharusnya ibu nya sudah bersama nya dan memeluk dirinya, kenapa nenek begitu tega membuat ibu menderita.
Apa kesalahan yang di buat ibu hingga ibu harus menanggung semuanya.
"Ibu Dilan datang... Dilan datang untuk mengatakan pada ibu jika orang yang menyakiti ibu sudah di tangkap, namun Filan sangat sedih bu, kenapa orang yang membuat ibu tidak lagi bisa bertemu dilan adalah nenek. Kenapa nenek bisa melakukan hal ini pada ibu? Apa kesalahan ibu. " Dilan terus bertanya namun tidak mendapat kan sebuah jawaban dari pertanyaan yang dia lontar kan.
Fania teringat biasanya jika kakak sedang ada masalah pasti kakak akan datang ke pemakaman tante.
Fania segera bergegas kesana, tak berselang lama Fania sudah berada di San adan melihat memang ada kakak nya yang sedang duduk seraya menatap dengan tatapan sedih apa kakak sekecewa itu pada nenek nya.
"Dilan sangat tidak tahu pada awalnya, kenapa ayah sangat melarang Dilan bertemu dengan nenek, awalnya Dilan sangat amat marah dan merasa sangat kecewa namun pada akhirnya Dilan tahu jika ayah itu memang tidak ingin mempertemukan Dilan dengan nenek. Karena nenek itu sangat amat jahat terutama ibu tiri Dilan itu bu. Seharusnya jika ibu di perlakuan dengan tidak baik harusnya ibu keluar bukan malah mengorbankan diri ibu seperti ini.... " Dilan berteriak namun tidak ada satu patah katapun yang di lontarkan ibunya.
__ADS_1
"Seharusnya ibu mengatakan nya.... Kenapa ibu tidak pernah mengatakan pada ayah, kenapa ibu seperti ini.... "
Fania mendekat namun tidak ingin sampai membuat kakak nya terluka, sudah banyak penderitaan yang di alami kakak nya sudah mendapatkan nenek yang tidak mau menerima dirinya mendapatkan ibu tiri yang tega membunuh ibu kandung nya sendiri.
"Kakak... Fania tahu apa yang kakak rasakan... Tapi kakak harus menerima dengan lapang dada. "
"Dek kenapa nenek dan mama melakukan hal seperti ini, kenapa harus membuat ku kehilangan orang yang bahkan aku belum lihat... Bahkan aku belum bisa memeluk nya walau hanya satu kali saja. Kenapa mereka begitu jahat padaku... "
"Sebenarnya kak, om Yusuf tidak ingin kakak tahu dan kakak menang sengaja di jauhkan dari orang orang yang sengaja ingin membuat kakak terluka, ayah kakak juga sangat sedih jika mengingat orang yang dia sayangi bahkan tega membunuh orang yang dia cintai. "
"Kenapa harus ibu yang di bunuh kak... Kenapa harus ibuku... Ibu yang bahkan aku tidak tahu wajahnya... ibu yang bahkan aku tidak pernah mendekap nya... "
__ADS_1
"Kak kakak tidak boleh seperti ini, yakin lah di balik semua ini ada orang yang sayang pada kakak, toh orang yang membuat ibu kakak meninggal sudah mendapatkan karmanya. Sekarang kakak harus bisa mengerti kenapa ayah kakak tidak ingin kakak itu dekat. Ayah kakak juga sangat marah juga sangat tidak Terima, dari kecil ayah kakak meminta kami untuk selalu membuat kakak bahagia. Dan Kakak pun selalu menjaga kami berdua dengan sangat tulus, bagaimana mungkin kami akan tega menceritakan pada kakak tentang semua rasa sakit ini kak, jika kakak tidak ingin tahu kami berdua pun tidak akan menceritakan apa pun, kami berdua tidak ingin kakak kecewa...
Dilan hanya mengangguk, rasanya dadanya sangat sakit, tapi adiknya tidak bersalah, mereka hanya tidak ingin membuat dirinya semakin kalut, adik adiknya sangat amat menyayangi dia dari kecil tidak akan tega adiknya membuat dia kecewa.. Rasa sayang mereka pun sudah melebihi kasih sayang seorang keluarga.