Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Episode 23. Tanggung jawabku


__ADS_3

"Maaf apakah anda kerabat dari pasien?" tanya dokter yang baru saja keluar dari ruangan tersebut.


"Ia dok, bagaimana keadaan pasien dok?" selidik wanita yang bernama Lovia.


"Pasien sudah siuman tapi seperti nya pasien mengalami lupa ingatan, jadi untuk sementara ini jangan terlalu memaksa pasin untuk mengingat siapa dia sebenarnya karna itu hanya akan memperburuk kondisi pasien." Jelas dokter itu


"Baik dok terima kasih!" terang wanita itu.


"Kalau begitu saya permisi." Pamit dokter tersebut.


"Oh, ia dok silahkan."


"Aku harus bagaimana jika dia tidak mengingat siapa dia? keluarganya pasti sedang mencemaskannya, tapi aku juga tidak tau harus berbuat apa sekarang? ya papa pasti bisa bantu aku?" gumamnya sambil mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam tas dan menelpon orang yang dimaksudnya papa.


"Halo pah!"


"Ia ada apa kamu nelpon papa?"


"Pah, orang yang aku tabrak sudah sadar pah, tapi ia lupa ingatan jadi aku harus bagaimana pah?" Lovia panik.


"Kamu tenang kan diri dulu ya nanti papa akan bantu cari jalan keluarnya, okey! sekarang papa masih ada rapat udah dulu ya." Suara dari balik telpon.

__ADS_1


 


Seminggu berlalu setelah kejadian itu, kedua orang tua Bastian memutuskan untuk kembali bersama Dini karena tidak ada hasil dalam pencarian mereka.


Walaupun sebenarnya Dini tidak mau meninggalkan tempat tersebut sebelum mendapat kabar tentang Bastian tapi kedua orang tua Bastian berhasil membujuknya.


Sementara ditempat lain Bastian dibawa pulang kekediaman orang tua Lovia, karna kondisinya sudah membaik sehingga dokter sudah memperbolehkan untuk pulang.


"Ini kamar kamu. " Terang Lovia menunjukkan kamar yang akan ditempati Bastian.


"Kamu istirahat dulu ya, aku ada diluar jadi kalau perlu sesuatu jangan sungkan. " Ucap Lovia kemudian berjalan keluar dari kamar itu.


Bastian berbaring di atas tempat tidur yang ada di dalam kamar itu sambil menatap langit-langit kamar itu. "Dimana aku ini? siapa aku sebenarnya dan siapa wanita tadi?" gumamnya sembari berusaha mengumpulkan ingatannya namun bukan menemukan jawabannya ia malah merasa sakit dibagian kepalanya yang berusaha untuk mengingat.


"Ya Tuhan ada apa dengan ku?" pekiknya sambil menahan sakit.


Lovia yang baru saja datang melihat Bastian yang sedang berada di lantai dengan posisi duduk sambil memegangi kepalanya. Segera ia mendekatinya. "Kamu kenapa? ayo naik dulu." Ajak Lovia sambil menuntun Bastian menaiki tempat tidur.


"Siapa aku sebenarnya?" tanya Bastian tiba-tiba yang mengejutkan Lovia.


"Kamu tenang dulu ya, aku juga gak tau kamu siapa? tapi aku orang yang harus bertanggung jawab atas keadaan mu sekarang. Kamu bersabar lah dahulu kondisi kamu belum pulih sepenuhnya, setelah kondisi kamu membaik aku pasti akan membantu kamu untuk mencari tau siapa kamu yang sebenarnya dan dimana keluarga mu aku janji." Terang Lovia meyakinkannya.

__ADS_1


Bastian pun menuruti ucapannya ia kembali tenang dan membaringkan tubuhnya disana.


"Kamu istirahat ya, jangan memaksakan ingatan mu, itu akan memperburuk keadaan mu saja. Aku yakin ingatan mu akan segera kembali jadi sekarang pokus saja dulu dengan kesehatan mu ya." Bujuknya lagi yang dianggukkan oleh Bastian.


Melihat Bastian yang sudah kembali tenang ia pun meninggalkan kamar tersebut dan segera ia berjalan kearah dapur menemui bi Yani yang merupakan art di sana.


"Bi,, tolong buat kan bubur untuk orang yang datang bersama ku tadi." Suruhnya.


"Baik non. " Sahut bi Yani dan segera membuatkan bubur yang diminta majikannya tersebut.


"Oya bi, ntar kalau sudah langsung antar kan saja kekamar tamu ya!"


"Baik non." Balas bi Yani lagi.


Setelah dari dapur ia masuk kekamar miliknya disana ia duduk ditepi ranjang sambil termenung seperti sedang memikirkan sesuatu.


Ya, tentu saja memikirkan Bastian, karena kelalaiannya Bastian mengalami itu semua. Ia merasa bersalah namun ia juga tidak tau berbuat apa karna Bastian lupa akan ingatannya menyebabkan tidak ada informasi yang didapat siapa dan dimana keluarganya.


Dan yang ia khawtirkan orang tuanya sekarang pasti mencemaskan keberadaan Bastian.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2