Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Salah???


__ADS_3

"Kenapa? Mama marah padaku?" Dara sangat bingung ternyata yang di katakan Yusuf itu memang lah benar adanya, wanita ini tidak lah baik.


"Benar apa yang dikatakan oleh anak ku sendiri, wanita ini hanya memanipulasi diriku. Dia memanfaatkan diriku. "


"Ini makanan kalian. " Ucap seorang polisi yang sudah memberikan mereka makan namun makan Dara di ambil oleh menantu nya apa apaan menantu nya ini kenapa dia memikirkan tentang dirinya sendiri.


Makanan milik Dara sudah di depan mata Fifi.


"Kenapa...? Mama ingin makan...?" Dara mengangguk karena dari tadi dia tidak makan satu suap pun.


"Iya... "


Namun bukan nya Fifi memberikan makanan itu justru Fifi melahap nya dengan cepat hingga dua piring makana pemberian petugas itu pun sudah habis.


"Kenapa kau malah menghabiskan makanan itu, bagaimana dengan ku, aku bahkan sangat lapar. " Fifi tidak memperdulikan nya dia malah memberikan air minum untuk wanita tua tak berguna ini masih untung loh ada minuman.


Dara sangat terkejut, bahkan matanya sudah menampakkan ke marahan, namun tidak dia tidak bisa marah padanya yang ada jika Polis melihat nya dia lah yang akan di salahkan, bagaiman tidak pasti menantu yang sekarang sudah terlihat belang nya ini pasti lah membela diri.

__ADS_1


"Air? Kau hanya memberikan mertua mu air? Apa kau gila?!!" tanya Dara namun hanya bersuara pelan Fifi hanya mengangguk dan memancing kan matanya.


"Tidak mau? Ya sudah aku ambil lagi... " Dara kali ini merebut air minum itu, setidaknya dengan sebotol air akan bisa membuat nya menahan lapar untuk beberapa waktu.


Fifi tersenyum saja. Sudah saat nya membuat wanita ini tahu jika dia bukan lah orang yang akan memihak nya apa lagi ini kan di penjara bukan di rumah nya jadi dia akan bebas melakukan apapun pada wanita tua ini.


Fifi melihat dengan tatapan sinis dan sedikit menjauh, pasti seseorang akan menolong dirinya dia harus banyak bersabar kali ini biarkan wanita ini di penjara sendirian. Dan dia pun akan aman dan semua tuduhan akan berpihak pada wanita tua ini.


Di tempat lain Yusuf hanya bisa melihat ibunya yang di penjara ingin bertemu namun dia harus sadar dulu jika sebenarnya Fifi itu bukan lah wanita yang baik, pasti dia mempunyai rencana lain di balik ketenangan nya itu. Awas saja semuanya akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.


Yang harus Yusuf lakukan hanyalah melihat apa yang harus dia lakukan.


Namun di saat pikirkan nya yang tidak tentu arah Faam tiba-tiba menelpon untuk membahas tentang suatu hal yang menurut nya penting.


Faam sudah duduk menunggu Yusuf, tak bersemangat lama Yusuf pun datang namun Yusuf terlihat sangat lesu entah apa yang terjadi padanya.


"Ada apa dengan dirimu, apa kamu tidak enak badan kah?" Yusuf menggeleng dan segera mengatakan pada Faam jika dia telah memenjarakan ibu kandung nya.

__ADS_1


"Sebenarnya aku memenjarakan ibu ku sendiri, dan aku sekarang bingung apakah aku harus melepaskan ibu ku atau tidak. Dan aku juga menyertakan Fifi masuk dalam penjara juga karena sebenarnya orang yang dari awal ingin menghancurkan keluarga ku adalah dirinya. "


"Tapi kenapa? Kenapa kamu memenjarakan ibu mu sendiri apa alasan nya?"


"Karena ibu ku terlalu percaya pada Fifi menantu kesayangan nya itu. "


"Maksudnya, kamu itu hanya ingin menyadarkan ibu mu jika selama ini Fifi itu bukan lah orang yang baik dan hanya memanfaatkan ibu kandung mu demi melancarkan misi nya. Lalu bagaimana caranya agar kamu dapat membebaskan ibu mu. "


"Tunggu... Membebaskan... Tidak aku hanya ingin membuat ibu sadar saja. Sudah lah jangan memikirkan hal yang aneh lagi... Biarkan lah ibuku seperti itu nanti akan ada saatnya ibu meminta ku menjemputnya. "


"Dasar anak tidak berbakti. "


"Faam.... Bukan maksudnya aku ini tidak berbakti pada ibu ku, namun aku hanya tidak ingin ibu ku dan keluarga ku sendiri lebih percaya dengan orang di bandingkan dengan anak nya sendiri. "


"Bilang saja jika kamu cemburu!!!!"


Yusuf terhenyak cemburu sih bukan tapi ya begitulah...

__ADS_1


__ADS_2