Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Capter 3


__ADS_3

Sudah tiga bulan lamanya Wulan menunggui Hukmal di rumah sakit sekarang pun Hikmal sudah bisa berjalan walau masih di bantu Wulan.


Hikmal juga sudah bertemu dengan Fiani dan Faam ternyata suami dari Fiani memang sangatlah baik apalagi dia juga pemilik rumah sakit. Tidak ada kesan sombong dari dirinya dia adalah pria yang sangat terbuka, sangat menyayangi istrinya dan memang seharusnya dia tidak mengusik kebahagiaan Fiani dan Faam di berikan tempat perlindungan untuk kesembuhan nya dia sangat amat berterimakasih sekali.


"Kamu kenapa? Kangen sama mantan?" tanya Wulan yang sedikit sebal dengan Hikmal karena kemarin dia bertemu dengan Fiani dan Faam dan tatapan matanya itu terlihat menyimpan perasaan yang aneh, apa dia ingin balikan dengan Fiani? Lalu cintanya bagaimana? Apakah dia akan bahagia apa mungkin Hikmal setega itu sampai dengan gampangnya mempermainkan perasaan nya.


"Kamu ini apaan coba, dari kemarin terus saja marah marah tidak jelas, memangnya ada apa?" tanya Hikmal yang bingung kenapa juga dengan pacar nya apakah dia ini cemburu?


"Tauk."


Hikmal tersenyum apa mungkin pacarnya cemburu? Padahal dia tidak melakukan apapun loh dia hanya menyapa nya saja, tidak lebih, apa mungkin dia berpikir jika dia ingin balikan lagi gitu, nih perempuan memang aneh-aneh saja fikiran nya. padahal dia tidak akan pernah melakukan hal yang di tuduhkan itu.


"Jangan seperti itu sayang, jangan marah, aku tidak melakukan apapun loh."

__ADS_1


"Tidak melakukan apapun, kemarin saja kamu mesra banget sama Fiani."


"Nah kan baru juga aku bilang, dia malah cemburu seperti ini, tapi orang cemburu itukan artinya sayang?"


"Mesra? Mesra bagaimana sih kan ada suaminya, kamu ini bagaimana sih sayang, dengarkan aku aku kan pernah bilang padamu, aku akan mencoba untuk menerima hatimu menerima cintamu, jadi mana mungkin aku memikirkan hal yang lain. Dengarkan aku Fiani itu bukan milik ku lagi, yang aku miliki sekarang hanya kamu." Hikmal memegang pipi Wulan meyakinkan padanya jika dia akan selalu mencintainya dan tidak akan berpaling dari dirinya bahkan berpaling dari hatinya.


"Bohong, kemarin saja kamu sampai ketawa. Kamu... "


"Cemburu? Aku? Cemburu? Tidak!"


"Bohong kamu tuh terlihat banget sayang, sudah lah jangan mikir yang aneh aneh." Hikmal segera memeluk pacarnya yang cemburu akut ini.


Padahal dia hanya ngobrol dengan Fiani dan Faam untuk berterima kasih karena sudah mau menampung dirinya di rumah sakit.

__ADS_1


"Iya deh, maaf deh maaf aku bukannya ingin mengingat mantan ku, tapi aku hanya ingin berterima kasih padanya karena dia sudah mengizinkan ku dan merawat ku disini, apa kamu lupa jika ini rumah sakit Faam?" Wulan terkekeh benar juga yang dikatakan pacarnya ini.


"Apa yang Faam katakan?" Hikmal melepaskan pelukannya.


"Dia tidak bilang apapun, dia malah melirik diriku seperti tidak ingin jika Fiani berbicara padaku, yang jelas ya seperti kamu lah kira-kira. " Wulan merengut kenapa malah dia yang kena lagi.


"Makannya mata kamu ini di jaga, jangan rese pokoknya, jangan rese denger. Dan janganlah godain orang. "


"Hey mataku ini tidak mata keranjang yang asal asal mandang orang kok, gitu dong tersenyum kamu jika tersenyum itu cantik loh...


Makasih yang sudah baca novel Antara benci dan cinta sampai akhir 😊😊....


Jangan lupa mampir ke novel aku yang lain 😊😊

__ADS_1


__ADS_2