
"Mommy menangis?"kata Kenzo sambil duduk di pangkuan Mayra dan menghapus air matanya.
Kenzo dari tadi selalu memperhatikan Mommy nya yang sedang memejamkan matanya.
Hati Kenzo bimbang,sebenarnya dari tadi memperhatikan Mommy nya Dia mau minta ijin kalau besok Dia ingin ikut dengan Mommy nya ke kantor.
Kenzo tahu kalau besok bos besar Mommy nya akan datang,dan Kenzo tahu kalau Dia adalah Poppy nya.
Makanya Kenzo berharap bisa melihat Poppy nya dengan jarak dekat walau tidak bisa memeluknya.
Mayra mengerjakan matanya dan melihat ke arah Kenzo,Dia tersenyum dan mengelus kepala anak nya.
"Mommy menangis karena bahagia Zo...karena tidak terasa usia kalian sudah lima tahun dan menemani hari hari Mommy"kata Mayra yang berusaha menutupi kesedihan Dia yang sebenarnya.
Dia tidak bisa berbohong terhadap anak nya kalau Dia memang sedang menangis,tapi Dia tidak bisa jujur mengapa Dia menangis.
Dia belum bisa mengatakan sebenarnya ke si kembar,karena Dia tahu bakal ada pertanyaan pertanyaan yang mungkin tak sanggup Dia jawab,karena si kembar sangat krisis dalam pemikirannya.
Dan Mayra tahu kalau sebenarnya di Kembar sudah menyelidiki tentang Poppy nya,tapi mungkin Si kembar belum berani menanyakan langsung ke Dia karena takut kalau Mayra bersedih.
Sebenarnya dengan cara mereka menyelidiki diam diam,hati Mayra pun sedih tapi Mayra sendiri tidak tahu harus mulai dari mana untuk mengungkap semuanya .
"Mommy jangan bersedih ya...kami akan selalu ada buat Mommy sampai kapan pun.."Ucap Kenzo sambil memeluk Mommynya di susul Kenza.
"Kami sayang Mommy...dan tidak akan ada yang bisa memisahkan kita"Kata Kenza seakan Dia tahu apa yang di pikirkan Mommy nya.
"Terima kasih ...kalian adalah Pelita hidup Mommy..."Mayra kemudian memeluk anak kembar nya dengan perasaan haru.
__ADS_1
"Sudah malam istirahatlah...besok masih ada tugas berat yang menunggu kita,dan Lusa adalah weekend gimana kalau kita healing ke pantai atau gunung?"Kata Mayra sambil mengelus elus kepala si kembar.
"Ke gunung aja My gimana?Zaza belum pernah naik gunung"Jawab Zaza antusias.
"Gunung Za.?ga ke pantai aja?kita kan belum pernah ke sana?Kata Kenzo karena sejatinya Dia malas ke gunung karena Dia tidak mau jadi bahan ledekan adiknya kalau lari Dia sangat lambat.
"Bilang aja takut bila Zaza ajak adu kecepatan?"Kata Kenza.
"Sudah...sudah kita bukan ke gunung sebenarnya,berhubung kita baru disini nanti Mommy mau ajak healing ke puncak Bogor gimana?di sana kita melihat secara langsung melihat perkebunan teh,kita bisa berkuda atau mau bermain golf di lapangan sesungguhnya,dan Kalau ga salah sekarang ada labirin yang bisa buat petualangan kalian?"
"Atau dekat dekat dulu aja di Jakarta?kita bisa ke Taman mini,Monas,pantai Ancol,Dufan,Masjid Istiqlal,atau kemana aja keliling kota Jakarta"Kata Mayra sambil menurunkan si kembar dan mulai membereskan laptop nya.
"My ..gimana kalau kita ke Ancol aja,nanti sekalian ajak Nenek Melisa,Mommy kan belum bertemu dengan Nenek"Kata Kenza ketika ingat kalau Dia ada janji untuk mempertemukan Nenek nya dengan Putri tercinta.
"Oh..iya Mommy lupa,karena banyak tugas jadi Mommy lupa kalau ingin ketemu dengan seseorang"Kata Mayra dan sambil menepuk jidat nya.
"Kalau ketemu sama kalian Mommy tidak akan lupa dong,lagian buat apa buat janjian untuk ketemu?kalau ingin ketemu ya langsung ketemu Kenzo Ama Kanza kan tahu kemana Mommy pergi jadi langsung samperin aja"Kata Mayra sambil menarik hidung mancung Kenzo.
"Mommy...sakit tahu..."Kata Kenzo merajuk.
"He...he ..sakit ya...maaf..."Kata Mayra sambil mencium hidung nya Kenzo yang sudah memerah karena tarikan nya.
"Sudah sana sikat gigi dan bersih bersih langsung tidur,besok kita harus semangat dengan tugas tugas kita"Kata Mayra.
"Terus gimana acara Healing nya Mi...ga jadi?"tanya Kenza.
"Besok Zaza tanya Nenek Melisa Weekend bisa ketemu ga sama Mommy?terus enak nya di mana?kalau sudah di tentukan nanti kita bisa atur jadwal ulang ok..."Kata Mayra masih sibuk dengan laptopnya.
__ADS_1
Karena Dia lupa hasil akhir yang harus Dia laporkan Ke Erland dan mungkin akan di bahas pada meeting besok.
"Terus soal Direktur Rumah sakit Erlangga gimana My..."Tanya Kenza lagi.
"Kamu tanya Kenzo siapa yang jadi Direktur utama nya dan selanjutnya kamu sendiri bisa mengatasi nya kan?ingat Mommy akan selalu mendukung pergerakan kalian tapi hanya di balik layar,apalagi ini menyangkut soal Dokter Nicholas untuk sementara Mommy tidak akan muncul dulu takut Dia keburu kabur dan kita tidak bisa mengorek tentang MR X,jadi untuk masalah ini kita jangan gegabah karena Mommy merasa MR X berada di lingkungan Erlangga group,tapi kita tidak tahu siapa Dia"
"Kalian tahu sendiri sepak terjang MR X,Dia selalu bisa menyamar dan melabui kita"
"Oh..ya..Zo apakah kamu sudah memverifikasi kaca mata kita?kayanya harus di perluas kemampuannya,selama ini kacamata kamu hanya untuk penjahat penjahat Eropa,tapi sekarang kita sudah di lingkungan berbeda"Kata Mayra sambil melihat ke arah KENZO
"sudah my..tenang aja,Kenzo sudah minta data data dari kepolisian Negara lewat Paman Jack,Tapi baru kacamata Kenzo yang baru di proses untuk Kacamata Mommy dan Zaza belum"Kata Kenzo sambil melihatkan jam pintar nya di mana di situ terlihat angka angka yang berjalan.
Bagi yang awam mereka tidak akan tahu kalau jam pintar itu sedang bekerja memverifikasi data data dari kepolisian Negara.
"Ya sudah sekarang kalian Istirahat dulu...besok kita mulai bekerja lagi,untuk Zaza jangan lupa besok bawa obat yang di perlukan Pasien itu,besok harus kamu usahakan satu obat masuk di tubuh pasien itu,untuk memperlambat racun yang bekerja di aliran tubuh nya"Kata Mayra sambil mentransfer data ke email Erland.
"Baik My..Zaza ke kamar dulu dan menyiapkan obatnya,Mommy tetap mau membacakan dongeng untuk kita kan?"Kata Kenza sudah selesai merapikan laptop nya.
"Pasti...itu sudah kewajiban Mommy...ini Mommy sudah selesai kok dengan kerjaan Mommy"Kata Mayra juga menutup Laptop nya.
"My...."Panggil Kenzo.
"Ada apa Zo...dari tadi kayanya ada yang ingin Kenzo katakan?"kata Mayra sambil mengelus kepala Kenzo.
"Ah...Zaza mau ke ruang kerja dulu nyiapin obat,ga mau lihat drama "Kata Kenza sambil berlalu.
Dia tahu kalau kembarannya sangat ingin bermanja dengan Mommy nya,walau kelihatan dingin di luar tapi Dia adalah anak manja di depan Mommy nya.
__ADS_1
Beda dengan Kenza di luar Dia kelihatan periang dan manja pada setiap orang tapi di depan Mommy nya Dia bersikap dewasa dan sangat pengertian dengan kembarannya.