Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Bab 59.Jadi Asistenku


__ADS_3

Tok..tok..


"Masuk...!"


"Maaf Tuan muda ini Rani gadis resepsionis itu"Kata Johan sambil berdiri di depan Erland dan mengenalkan Rani gadis yang membuat Erland penasaran.


Di dalam kantor tersebut Erland duduk di kursi direkturnya dan membelakangi pintu masuk.


Mayra menarik nafas dan berusaha menenangkan jantungnya yang dari tadi ingin melompat keluar.


Lebih baik gua berhadapan dengan para sniper daripada gua berhadapan dengan lo Land


"Kamu keluarlah Johan!"Perintah Erland sambil memutar kursinya


Erland mengamati gadis itu dari atas ke bawah,kemudian menekan radial di ponsel nya untuk memastikan apakah orang di depan itu Mayra pa bukan?


Tut..tut..


("Halo Assalamualaikum ..)


Ada suara di balik ponsel itu.


Kening Mayra mengerut,Dia tidak mengerti dengan Bos nya,


Buat apa memanggil gua,ingin memamerkan kemesraan dengan kekasihnya pa.


" .Wallaikumsalam...kenapa baru di angkat dari tadi kemana?"Kata Erland sambil memandang Mayra.


Mayra berusaha menunduk,hatinya bergejolak menahan api yang membakar di hati.


Ingin berteriak"Dasar Bajingan"


Sit..gua kenapa sih...apa gua cemburu tapi buat apa?toh Dia bukan siapa siapa gua,Dia hanya orang yang paling gua benci sekaligus ayah biologis si kembar tidak lebih.


Perang batin Mayra yang sangat menyiksa.


(Lo ..kenapa sih ganggu tidur gua aja,kan semalam sudah gua kirim laporannya lewat email)


"Saya minta kamu datang hari ini ke kantor,Saya tunggu ada yang tidak Saya mengerti"


(Tidak bisa ,gua kan bilang bisa datang nya senin,ini baru hari kamis ,sudah gua mau tidur ganggu aja)

__ADS_1


Tut..tut..


Tunggu itu bukannya suara gua...jadi tadi..


Mayra mengerut kening nya dan melirik jam tangannya.


Gimana Mommy ,zozo tahu kan kegelisahan Mommy.


Mayra membaca pesan di jam tangannya .


Ni anak..awas kamu ya mulai memata matai Mommy nya..tapi tunggu kenapa gua tadi cemburu sama suara gua sendiri..bodoh..bodoh lo May..suara sendiri aja tidak bisa hafal.


Mayra memukul kening nya karena merasa bodoh cemburu dengan suara nya sendiri,tidak bisa membayangkan di depannya ada di kembar dan tiga serangakai yang resek melihat wajah bodoh nya.Mayra hanya geleng geleng kepala dan merasa malu,mungkin kalau Dia tidak memakai topeng wajah Erland bisa melihat rona pipinya.


"Kamu kenapa?"Tanya Erland tiba tiba.


Erland heran waktu Mayra memukul kepala nya.


"Eh.. Anu Pak. .kepala Saya pusing kelamaan berdiri,boleh Saya duduk?atau Saya keluar saja kelihatannya Bapak ga butuh Saya"Kata Mayra berusaha menetralkan hati nya.


"Kamu kenapa? sakit?"


"Sedikit Pak...mungkin pengaruh kecelakaan kemarin,sebenarnya Bapak ada perlu apa memanggil Saya?apa soal kemarin karena Saya tidak masuk?maaf ya Pak soalnya kemarin Saya mengalami kecelakaan,tapi alhamdulilah sih ga kenapa napa,cuma lecet doang"


"Kamu sudah ngomong nya?ngomong kaya kereta api ga ada berhenti nya"Ucap Erland masih memperhatikan wajah Mayra.


"Aduh maaf Pak,lagian Saya bingung kenapa Bapak panggil Saya,karena saya baru masuk di sini,dan saya rasa kesalahan saya cuma itu dech pak..."Kata Mayra sambil menunduk kepala seperti karyawan yang patuh sama bos,padahal Dia menunduk karena Erland sedang menelanjangi tubuh nya dengan tatapan elang nya,dan tatapan itu yang membuat hati Mayra goyah.


"Aduh...pak lama lama kok saya haus ya pak,apa ada minum?Bapak sich yang bikin seperti ini"Kata Mayra berusaha mencari Dispenser karena Dia merasa tegang di telanjangi.


erland dengan matanya.


"Atau Saya keluar saja ya pak...ga ada yang ingin di omongi kan?"Kata Mayra sambil menunduk karena takut Erland mengenalnya.


"Satu langkah melangkah berarti kamu sudah tidak boleh kerja di sini lagi,kamu Saya pecat!"Kata Erland tegas.


"Apa pak?pecat?ga salah denger?memang salah saya apa?"tanya Mayra.


Sebenarnya Dia ingin sekali keluar dari perusahaan Erland?tapi karena orang yang sedang Dia buru ternyata di sini,Dia harus bertahan.


"Kamu tidak salah,kesalahan kamu adalah karena membangkang"Ucap Erland.

__ADS_1


"Membangkang?membangkang gimana Pak?"


"Membangkang ...ya membangkang...di sini saya Bos jadi kalau saya bilang kamu membangkang berarti ya membangkang"


"Terserah Bapak aja dech...yang penting ga di pecat,soalnya saya masih butuh uang"Kata Mayra pasrah.


"Nah..gitu itu baru karyawan teladan,mulai hari ini kamu jadi asisten saya!"Kata Erland dengan datar.


"Apa asisten Bapak?ga salah?ogah ah?"Kata Mayra sambil melotot ke arah Erland.


Sumpah deh...ini ga lucu,pingin menghindar tapi malah suruh dekat dekat..apa gua resign aja ya...tapi Setya...Dia sudah di genggaman tangan masak gua lepas begitu aja.


Mayra geleng geleng kepala.


"Tu..nama nya orang membangkang ya kaya kamu,Bos bilang jadi asisten ya kamu harus mau...pokok nya tidak ada penolakan titik tidak ada koma,kamu menolak keluar dari perusahaan sini"Kata Erland tegas dan nada tinggi.


Busyet dah...kalau gua bukan bawahan sudah gua becek tu mulut..emang lo aja yang bisa nada tinggi..


Huh....


Sabar...sabar ..May ini ujian.


Mayra hanya mengelus dada,menahan emosi yang membuncah.


"Tapi Pak Saya kan cuma lulusan SMA apa ga salah?nanti bukannya membantu tapi malah menyusahkan Bapak,Kan Bapak sudah ada dua asisten"Kata Mayra dengan serendah rendahnya untuk memendam emosi nya.


"Mereka sudah punya tugas masing masing,dan pekerjaan Saya masih menumpuk kamu tahu sendiri banyak perusahaan yang meminta kerja sama,jadi saya butuh orang untuk memilah perusahaan mana yang bagus untuk di ajak kerjasama"


"Tapi Pak..saya kan ga punya pengalaman?nanti gimana kalau saya malah jadi beban bukannya membantu"Kata Mayra masih berusaha menolak secara halus.


"Nanti Saya sama Ferdi akan mengajari kami lebih dulu,saya percaya kamu pasti bisa kalau mau belajar"


"Tapi Pak..."


"Maaf Tuan ini ada telpon dari Mr William"Kata Ferdi sambil masuk ke dalam ruangan CEO.


"Ya..."Erland pun menerima telpon dan mulai membicarakan bisnis.


Mayra hanya menyimak dan mendengarkan,kebetulan Dia mengerti apa yang di bicarakan,


Beberapa menit kemudian Erland membalikkan tubuh nya dan menatap wajah Mayra.

__ADS_1


Mayra juga melihat ke arah Erland,Dia ga ngerti kenapa Erland tiba tiba melihat ke arah nya karena Dia tidak bisa mendengar apa yang di katakan orang di seberang


__ADS_2