
"Jangan menatap diriku seperti itu." Yusuf sangat marah dengan Fifi gara-gara dia, dia menjadi khilaf dan melakukan semua itu.
"Kenapa, kamu menyukai nya bukan, kenapa kau marah terus sih." Yusuf ingin pergi namun ibunya terlihat duduk di dekat Fifi apa lagi yang mereka inginkan, dia sudah sangat amat lelah melihat keduanya kenapa dia tidak di izinkan untuk pergi.
"Hanya kau yang menyukai nya bukan diriku." Fifi terkekeh saja hanya dia katanya. Bahkan saat dia memancing dirinya suaminya saja terpancing siapa sih yang tidak tergoda dengan dirinya?
"Baiklah jika seperti itu?" Dara sungguh sangat tidak terkejut lagi karena memang anak dan menantunya keseringan bertengkar lalu bagaimana lagi kan setidaknya rencana mereka ini berhasil.
"Kenapa dengan kalian, selalu saja bertengkar cobalah untuk akur." Yusuf tidak perduli tapi jika dia melahirkan anak dari dirinya dan anak itu laki-laki apa jadinya? Semoga saja jika memang dia hamil karena nya semoga saja anaknya perempuan.
__ADS_1
Jadi dia akan mempunyai alasan untuk mencari tahu anak kandung nya apa kah anaknya lahir laki-laki atau perempuan, walaupun hanya beberapa persen kemungkinan tapi setidaknya akan membuat rada rindunya terobati.
Yusuf segera berdiri melihat ayahnya yang ingin duduk, Yusuf tidak perduli sangat amat tidak perduli yang dia perduli kan hanyalah bagaimana caranya menemukan istrinya Semoga saja Jery dapat menemukan titik temu lokasi keberadaan dari istri dan anaknya.
"Dara, kamu sangat keterlaluan, kamu lihat saja anak mu, sampai kesal seperti itu. Apa yang kau lakukan lagi sih?" Dara membisu tidak menjawab pertanyaan dari suaminya yang jelas pokoknya dia harus mempunyai cucu laki-laki.
"Tidak," Jawaban Dara singkat, ingin rasanya dia membuat istrinya sadar, kenapa dia justru membuat anaknya semakin tertekan kasihan anaknya, sudah terpisah kan dari orang yang dia sayang sekarang dia harus menelan kepahitan karena sikap ibunya yang bukannya membela anaknya sendiri dia terus saja bersikukuh dengan pendirian nya.
"Apa kamu dulu merasakan kesedihan ku, tidak kau pun sama, kita berdua ini sama sama sama korban dari perjodohan, lalu apa? Apa salahnya memaksa anak ku sendiri, jika kamu masih dana memikirkan perasaan mu sendiri setidaknya kamu harus tahu bagaimana perasaan ku dulu. " Suaminya diam memang keduanya tidak ada rasa cinta hanya karena warisan keduanya harus melangsungkan pernikahan.
__ADS_1
"Kenapa mas? Apa kau marah?" Suaminya ingin sekali menampar istrinya namun dia berlalu tidak menghiraukan ucapan istrinya. Memang dia juga yang bersalah.
"Bagaimana, apakah kamu sudah mendapatkan apa yang seharusnya kamu dapat kan?" Fifi mengangguk saja.
"Sudah ma, Fifi sudah mendapatkan apa yang mama inginkan, tapi apakah hanya satu kali berhubungan akan menimbulkan anak?" Dara mencari cara lain agar Yusuf terjebak kembali. pokoknya dia harus mendapatkan cucu laki-laki.
"Sudah nanti mama akan usaha kan lagi untuk membuat Yusuf tertarik pada mu."
"Bagaimana caranya ma?" Fifi kebingungan namun tidak dengan Dara.
__ADS_1
Dara sudah merencanakan pokoknya anaknya harus bisa mendapatkan keturunan dari Fifi dan itu harus lah laki-laki dan jika anak yang di kandung Fifi perempuan maka Yusuf akan menceraikan Fifi sesuai dengan perjanjian yang sudah ada.