Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Bab 48.Bom 2


__ADS_3

Astaghfirullah....


Teriak Mayra di depan ponsel nya,sehingga Jack dan Johan yang masih terhubung merasa sakit telinga.


(Mayra apa apa an sich..telinga gua sakit tahu)teriak Jack di seberang


(He..he..maaf Jack...sengaja)


Mayra baru sadar kalau ponsel nya masih terhubung dengan Johan.


Buset dah...ni orang dengar ga ya omongan gua dengan Jack.


(Halo pak Johan,maaf masih di sana kah?)


(Masih Non May...tadi sebenarnya ada apa kaya nya serius banget )


(Gini Pak Johan kebetulan teman saya di kepolisian baru memberitahu kalau ada bom di bandara,dan area yang terdeteksi terletak di area bos Erland mendarat jadi kita mengantisipasi kalau bisa Jet Bos Erland jangan mendarat di situ,kalau boleh tahu nomor pesawat nya berapa?)


(Nomer pesawat nya xxxx,kalau di bandara ada bom gimana kalau di alih kan di gedung Erlangga group,di sana juga ada tempat buat pendaratan tapi Saya tidak tahu apakah luas atapnya bisa menampung Jet pribadi punya Tuan Muda,karena Jet pribadi yang di pakai memilik bodi lebih besar di bandingkan bodi pesawat jet pada umum nya)


(Wah..kalau itu jangan Pak..resiko lebih besar,apalagi Gedung Erlangga di pusat kota jadi akan memakan korban lebih banyak.)


(Terus enaknya gimana Non?)


(Sebentar teman dari kepolisian sedang berdiskusi,nanti kita kabari selanjutnya soalnya bom ini lebih sensitif dari bom yang di ledakkan di Bali kemarin,dan di duga di Jet pribadi telah di pasang alat untuk pemicu Bom,jadi kita harus berhati hati dalam mengambil keputusan,sudah dulu Pak Johan nanti saya kabari lagi,oh..la ya lain kali ga usah pakai embel embel Non...cukup Mayra aja,Assalamualaikum....)Mayra langsung menutup ponsel nya dan mulai memainkan laptopnya untuk mencari lokasi Jet pribadi yang sedang membawa Erland.


"Sudah kamu perkuat sinyalnya Zo?"


"Sudah My...ini Kenzo sedang mencari titik lokasinya"

__ADS_1


"Coba kamu pakai kode Xxx,dan berkemaslah kita naik pesawat untuk menolong nya"


(Maksut kamu May...?)teriak Jack yang ternyata ponselnya masih terhubung.


(Jalan satu satunya kita harus kesana dan mengevakuasi mereka melalui pesawat,karena kita tidak tahu alat pemicu itu berfungsi dalam jarak berapa?sudah kamu siapkan pesawat waktu kita semakin sempit,kamu siapkan alat untuk memindahkan penumpang lewat udara dan jangan baju anti peledak untuk berjaga jaga)


(Baik lah Kapten...anak buah siap laksanakan)Kata Jack sambil menutup Ponsel nya.


Di kesatuan Tiem Mayra adalah Kaptennya walau Dia mengikuti pendidikan secara singkat tapi kemampuannya diatas para jenderal.


"Za kamu sudah selesai?"Tanya Mayra juga berkemas untuk melakukan penyelamatan sedangkN Kenzo juga mulai memasukkan alat alat yang di butuhkan.


"Sudah Mi...ini lagi menyimpan obat nya"


"Cepat sedikit..kamu siapkan alat alat kamu,Ayo ikut.."Kata Mayra.


"Zaza ikut Mi?"Kata Zaza sambil melongok kepala nya.


"Kenzo juga ikut beraksi My..."Tanya Kenzo.


"Buat jaga jaga Zo...kita tidak tahu kapan pesawat itu akan meledak"Kata Mayra sambil mengirim pesan ke Johan untuk menjemput Erland di gedung Erlangga.


(Elang 1 masuk....)


(Sudah kami siapkan Kapten,kami menuju atap apartement)


(Okay..kami naik kesana)


Mayra mengajak anak anak nya menuju atap apartement,yang di mana terdapat area yang sangat luas dan sengaja Mayra desain untuk latihan latihan fisik dengan si kembar.

__ADS_1


Sampai di atap terdengar suara gemuruh pesawat,Dan pesawat itu mengeluarkan tali untuk naik,karena Mayra tidak mau suara pesawat itu jadi bahan perhatian orang orang yang ada di sekeliling apartement nya.


Mayra dan si kembar mulai menaiki tali satu persatu,mereka dengan licah masuk dalam pesawat.


"Selamat Siang Kapten..."Kata Jordi anak buah Mayra.


"Malam ..gimana sudah komplit alat alatnya?"tanya Mayra sambil mengecek perbekalan yang di siapkan anak buah nya.


"Sudah semua..Kapten"Jawab Jordi.


"Jack di mana?"


"Pak Jack menuju gedung Erlangga untuk menjaga keamanan disana sesuai perintah kapten.


"Zo...gimana sudah ketemu lokasi nya?"Tanya Mayra.


"Sudah Mi...di arah barat daya dari tempat kita..tapi mY waktu kita semakin sedikit,ini ada pemberitahuan waktu bom kurang tiga puluh menit,sedangkan pesawat kita untuk menyusul sampai sana bituh lima belas menit,dan untuk memindahkan penumpang berjumlah empat orang apakah kita bisa menggunakan waktu lima belas menit tersebut?kecuali kalau kita menemukan bom tersebut dan menjinakkannya"Kata Kenzo yang mulai sibuk memantau di laptopnya.


"Lima belas menit ya...."Gumam Mayra.


"Betrand...coba kamu minggir biar gua yang pegang kendali nya"Teriak Mayra sambil melangkah ke area pilot.


"Tapi kapten...?"kata Jordi berusaha menahan Mayra karena Dia merasa ngeri kalau kaptennya memegang kendali.


Sebagai asisten Mayra di lapangan Jordi sering menyaksikan aksi aksi heroik Mayra,jadi Dia tidak bisa membayangkan semua kejadian itu,karena aksi aksi itu nyawa taruhannya walaupun Dia sering lolos dari kematian tapi Dia masih merasa ketakutan.


"Tidak ada jalan lain Paman....lagian Paman kenapa takut?toh Paman sudah seringkan menghadapi aksi gila Mommy?"Kata Kenza sambil menarik celana Jordi dan meng isyaratkan untuk duduk.


Kenzo melihat Jordi dengan tatapan dingin.Kemudian Dia mulai menghampiri Mommy untuk menjadi CO pilot nya.

__ADS_1


Betrand yang juga sering mendampingi Mayra memegang kendali pesawat,hanya menarik nafas pasrah dan untung Dia tidak sepenakut Jordi karena hidupnya sehari hari di atas pesawat.


Sedangkan untuk Jordi Dia sering mendampingi Mayra di darat,dan hanya suara suara tembakan makanan Dia setiap hari,makanya bagi Jordi suara tembakan adalah hal hal biasa dan seperti lagu pengantar tidur aja.


__ADS_2