
"Maaf, maafkan Tante dan om karena sudah menganggu waktumu. Om dan tante pamit." ucap pria itu segera membawa istrinya untuk pergi meninggalkan Wulan yang nampaknya kesal dengan kehadiran keduanya.
Dulu saja mereka menolak mentah mentah hubungan Fiani dengan Hikmal sekarang saja ketika Fiani sudah bahagia bersama dengan suaminya mereka malah datang. Dasar tidak tahu diri.
Wanita itu wanita yang tidak lain adalah Mila dan suaminya Deden pun merasa sangat pusing sekarang bagaimana?
Bagaimana caranya supaya anak semata wayang mereka bisa sadar. Mereka juga tidak tega melihat anaknya yang terus saja mengigau memanggil nama Fiani.
"Kenapa dengan mu mas!" tanya Mila dengan penuh emosi.
"Kenapa dengan ku? Seharusnya aku yang bertanya padamu Mil. Aku yang bertanya akan hal itu seharusnya kamu tidak memarahi Wulan karena memang benar apa yang Wulan katakan. Kita yang salah karena menentang hubungan antara Hikmal dan Fiani." Mila membuatkan matanya jadi suaminya menyalahkan hal ini, karena dirinyalah yang memaksa Hikmal untuk menikah dengan Sonia.
"Jadi mas menyalahkan diriku?"
"Iya... Karena keegoisan mu anak kita satu satunya menderita. Sekarang apa kamu puas." Ucap Deden yang segera meninggalkan istrinya yang malah membela diri.
__ADS_1
Seharusnya dia sadar siapa yang membuat anak nya seperti ini, itu ulah dirinya sendiri.
"Mas... " teriak Mila yang melihat suaminya malah pergi meninggalkan dirinya.
Apa mungkin ini kesalahan dirinya? Seharusnya dulu dia menyetujui hubungan keduanya.
Sehingga kejadian ini tidak perlu terjadi.
"Apakah memang benar yang di katakan suamiku? Apakah aku terlalu keras pada keduanya sehingga Hikmal anak ku satu satunya harus mengalami nasib seperti ini."
"Kamu kenapa nak?" Tanya Yoyon pada putri nya.
Wulan sebal bukan main setelah apa yang mereka lakukan pada sahabatnya kini mereka datang hanya ingin merusak rumah tangga Fiani. Memang tidak mempunyai rasa kasihan mereka.
"Wulan sebal sekali dengan mereka Yah, dulu ayah tau sendiri kan betapa hancur nya hati Fiani ketika Hikmal memutuskan Fiani?" Yoyon yang memang mengetahui cerita dari awal pun hanya mengangguk mengerti.
__ADS_1
"Memangnya kenapa nak?"
"Kedua orang tua itu ingin menghancurkan hubungan Fiani dengan Suaminya, ayah tadi lihat kan betapa suami Fiani sangat tidak rela jika istrinya sampai menemui Hikmal itu tandanya suami Fiani sangat mencintai Fiani. Dan dengan mudahnya kedua orang tua itu ingin meminta Fiani untuk menemui Hikmal, lalu apakah mereka tidak memikirkan perasaan suami Fiani itu bagaimana?" Yoyon mengangguk mengerti memang benar apa yang di katakan putri nya.
Dulu saja Fiani sampai kalut karena putus dengan orang yang di cintainya, setelah itu ibu tirinya yang kejam itu tidak pernah memikirkan Fiani tidak ada orang yang mencintai Fiani selain ibunya dan sekarang apa lagi, mereka datang hanya ingin menghancurkan kebahagiaan Fiani.
"Kau benar nak, sebaiknya kamu temui saja Fiani, ayah tau di mana alamat rumah Fiani karena kamu tau kan Pria tadi meninggalkan alamat Fiani." ucap Yoyon pada putrinya.
"Pria? Pria yang tadi yang aku kira suaminya itu yah?" tanya Wulan yang ingin tahu.
Yoyon mengangguk memang saat Fiani dan suaminya pergi Rendra sempat mengobrol dengan Yoyon dia ingin tau masa lalu Fiani sebagai antisipasi jika ada orang jahat di sekitar Nona mudanya.
Apalagi Rendra sangat cemas kan Fiani sekarang ini berbadan dua.
"Iya, ternyata mereka bukan orang sembarangan nak, jadi lebih baik besok saja kamu mencari alamat Fiani, kamu tidak ingin kan jika kedua orang itu masih mencari mu?" Wulan mengangguk.
__ADS_1
Benar, memang apa yang ayahnya katakan memang benar, kedua orang tua itu pasti selalu mengikuti nya jadi akan mencurigakan jika dia langsung pergi ke alamat yang tadi di berikan oleh ayahnya.