
Faam bingung harus bagaimana seharusnya ia tidak mengatakan apapun mengenai hal inginkan sekarang istrinya sudah marah apa yang bisa membuat istrinya tersenyum lagi ya? Kenapa dia tidak terpikir kan istrinya bukan tipe wanita yang bisa di nasehati kenapa dia amal melupakan nya ah sekarang dia kebingungan sendiri.
"Ayolah sayang aku minta maaf," ucap Faam pada Fiani, Fiani tidak menjawab ucapan Faam Fiani hanya diam saja rasanya ucapan suaminya tadi sangat menyakiti hatinya kenapa jika dia ingin mempertahankan kehamilannya kenapa tidak ada yang mendukungnya sama sekali.
Faam pun keluar dari ruangan membiarkan Fiani sendirian ia bukan bermaksud untuk membuat Fiani kecewa tapi dia hanya menghawatirkan keselamatan istrinya sedangkan istrinya terus ingin mempertahankan anaknya itu.
Yuda melihat Faam yang wajahnya di Teluk seperti kain kusut belum di setrika, pasti tuh bocah lagi marahan sama istrinya tapi karena apa biasanya juga mereka akur kok.
"Kenapa dengan muka lu?" tanya Yuda dengan nada bercanda berniat menghibur Faam tapi bukannya terhibur Faam malam duduk berdekatan dengan Yuda dengan wajah masam nya.
"Kenapa dengan dirimu?" tanya Yuda lagi.
"Aku bingung, di satu sisi ada kabar menggembirakan, namun di sisi lain ada juga kabar buruk, " Yuda ingin tahu apa kabar baik dan kabar buruknya.
"Kabar baik nya apa?" tanya Yuda yang mulai penasaran sedangkan Faam tidak kunjung menjawabnya. Apa yang sebenarnya Faam pikirkan sampai dia melupakan jika ada dia di dekatnya.
"Istriku hamil." Yuda tersenyum ya iyalah menghilang hampir tiga bulan kok. Eh tapi kenapa dia sedih apa penyakit istrinya parah apa bagaimana?
"Wah kau akan segera di panggil ayah dong, selamat," ucap Yuda
__ADS_1
"Lalu kabar buruknya apa?" lanjut Yuda penasaran.
"Aku harus memilih antara anak atau istriku, aku bingung harus bagaimana, aku tadi mencoba untuk mengatakan pada Fiani untuk menggugurkan kandungannya." Mendengar ucapan Faam yang asal bicara membuat Yuda segera memukul Faam dengan keras.
Plak
"Kenapa kau memukul ku?" tanya Faam yang bingung kenapa Yuda malah memukulnya memangnya ada yang salah dengan ucapannya barusan?
"Kau ini, apa kau tidak memikirkan tentang perasaan istrimu?" Faam jadi bingung.
"Brow... Wanita itu hatinya itu lembut semuanya itu pakai perasaan, kenapa kau tidak memikirkannya aku kasih tau istrimu tidak ingin menggugurkan kandungannya karena apa? Karena dia susah mempunyai naluri keibuan masa gitu aja tidak tau." Faam menggeleng pelan yang dia tau itu hanyalah menyelamatkan nyawa istrinya itu saja.
"Tapi dia sedang sakit Yud, aku tidak tega melihat dia kesakitan."
"Aku tau itu Am, tapi biarkan saja dia melakukan apa yang dia mau, jika kau khawatir mana kau bisa meminta para dokter di sini untuk merawat istrimu jika kau memang menghawatirkan dirinya." terang Yuda.
"Tapi..."
"Tapi apa sudah lah lakukan saja, kau tidak ingin mengecewakan istrimu kan, setidaknya biarkanlah dia bahagia dengan pilihannya, aku juga khawatir kok sama seperti dirimu."
__ADS_1
Di lain sisi Ana segera berlari ia mencari ruang tempat Fiani di rawat namun dia malah bertemu dengan seseorang yang tidak ingin dia lihat, sebenarnya dia sangat mencintai pria itu namun dia tidak bisa jujur jika dia jujur mana keluarganya yang akan mendapat mata bahaya dia tidak ingin jika hal itu sampai terjadi.
"Kenapa dia ada disini sih!" gerutu Ana padahal di dalam hatinya ia sangat merindukan sosok Yuda dia ingat waktu dulu mereka berdua pernah berjanji untuk selalu menjaga hati mereka dan tidak akan berpaling ke yang lain tapi janji itu sekarang tinggal janji saja.
Ana segera masuk tanpa memperdulikan dua pria yang sedang mengobrol.
"Tuan bolehkan saya menemui nona?" tanya Ana membuat Faam memandangnya dan mengangguk mungkin jika Ana yang menemani Fiani Fiani akan lebih tenang.
Ana pun masuk.
"Tunggu... Bukankah tadi Ana?" tanya Yuda yang merasa tadi dia memang tidak salah melihat dia wanita yang dia cintai.
Yuda segera berdiri dan ingin beranjak dari tempat duduknya namun Faam menawannya.
"Jangan, jika kau masuk maka kau hanya akan memperkeruh suasana hati keduanya saja." Yuda ingin mengumpat karena Faam malah memintanya untuk duduk kembali namun benar juga jika dia masuk maka Ana malah pergi bagaimana? Jika Ana pergi maka dia tidak akan mendapat kan kesempatan untuk berbicara padanya.
Maaf ya telat up 🙏
Dan makasih yang sudah mampir 🐱
__ADS_1