
"Kau ini memang sengaja membuat bulan madu ku dan istriku berantakan ya kan Yud? tanya Faam sambil nyengir kuda.
" Ya bukan gitu bro kan kau bulan madu seminggu dan dua minggunya untuk kerjaan masa bro bisnis yang baru akau bangun sudah berantakan gara-gara kau tidak mengizinkan istrimu bekerja denganku. Ayolah izinkan apa kau tidak kasihan dengan sahabatmu ini?" tanya Yuda membuat Faam bingung sendiri.
Di satu sisi dia tidak bisa mengizinkan istrinya untuk pergi dengan sahabatnya tapi di sisi lain dia juga tidak mungkin menghancurkan bisnis yang sahabatnya baru rintis.
"Ya sudah lah, tapi setelah pekerjaan selesai kau harus cepat pulang dan bawa istriku dengan selamat. "
"Khawatir amat sih nih bocah satu. Tenang aku akan menjaga istri kau dengan baik dan bagaimana apakah kau ingin bekerja sama dengan Yd Grup?" Tanya Yuda ingin tahu.
"Kenapa aku harus bekerja sama dengan dirimu apa untungnya kan istriku sudah bekerja denganmu masa aku juga harus bekerja sama dengan mu?" tanya Faam dengan nada datar nya.
"Aku kira kau juga ingin melihat istrimu sepanjang waktu ternyata kau lebih memilih berjauhan dengan istri mu ya? Ya sudah jika kau berubah pikiran temui aku di kantor ku ok sob!" ucap Yuda yang segera meninggalkan Faam sendirian.
"Dasar tuh bocah satu rese nya kebangetan ingin sekali aku menghajar dirinya." ucap Faam sambil tertawa...
Di sisi lain Yuda menghampiri seorang wanita yang memakai gaun pengantin, dia sangatlah cantik bahkan jika orang lain yang melihatnya dia tidak akan tau jika dia adalah Fiani.
Yuda berjalan mendekati dua orang wanita yang sedang berbicara serius ya pastilah Ana sangat khawatir tentang bosnya mengingat Ana tidak bisa melihat orang lain memendam sesuatu apalagi penyakit yang parah.
"Kau lagi!" Dengus Ana yang nampak kesal karena lagi dan lagi Tuda mencari dirinya.
"Jangan Gr dulu, aku kali ini tidak ingin bertemu dengan dirimu Ana, aku hanya ingin memberitahukan pada Nona muda mu jika rencana sudah aku selesaikan dengan baik." jelas Yuda pada Ana.
"Seperti itukah, lalu bagaimana apalah dua minggu ke depan kita bisa pergi?" tanya Fiani ingin tahu dia masih sibuk dengan riasan nya.
Sekarang Ana masih memoles riasan di wajah Fiani jika Fiani terlihat pucat maka Faam akan tau jika Fiani tengah sakit.
"Bisa sesuai rencana dan soal suamimu itu tenang dia tidak akan mungkin curiga." jelas Yuda meyakinkan.
__ADS_1
Fiani merasa lega karena untuk beberapa waktu ke depan dia bisa fokus menjalani pengobatannya. Dia juga ingin sembuh tapi apakah dia akan sembuh mengingat penyakitnya saat ini mungkin dia tidak bisa bertahan untuk. waktu yang sangat lama.
"Nona kau memikirkan apa?" tanya Ana ingin tahu.
Fiani memandang ke arah Ana, menatapnya dengan lekat seakan memberi tahu kan jika dia bingung harus berbuat apa.
"Ana apakah kau bisa berjanji satu hal padaku?" tanya Fiani serius.
Ana memandangi Nona mudanya dengan serius dan sesekali memberikan isyarat.
"Jika hari dimana aku harus pergi, tolong mintalah suamiku untuk datang..." Ana menggeleng permintaan Nona mudanya terlalu sulit bagaimana bisa Fiani meminta hal. yang seperti itu? Setelah Nona mudanya menghancurkan hati Faam sekarang dia memintanya untuk menemui Faam. Apa yang Nona mudanya pikirkan.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu siapa lagi jika bukan Xi dia datang saat Yuda juga berasa di sana.
"Apa kau tidak ingin memberitahu pada suamimu jika kau..." Xi tidak melanjutkan ucapannya karena mulutnya di bungkam oleh Ana, Ana tidak ingin jika sampai ada seseorang yang mendengar percakapan antara dirinya.
"Aku datang kesini sebenarnya ingin memberi tahu kan padamu jika seseorang mencintai Faam dia bisa membahagiakan Faam. Dan perlahan bisa melupakan dirimu ya walaupun cintanya tidak sebesar rasa cintanya padamu." Fiani memandang ke arah Xi apapun asal Faam bahagia dia bisa merelakannya apalagi jika mengingat usianya kini tidak lah lama lagi.
"Siapa dia apakah aku bisa menemuinya?" tanya Fiani.
"Nanti Faam akan bercerita padamu jika ada seorang wanita yang sangat rese menabraknya. dialah orang itu." jelas Xi.
Fiani tersenyum untunglah Faam mendapat gantinya sekarang dia bisa pergi tanpa ada rasa bersalah pada Faam. Masih ada cinta yang lain yang bisa menggantikan dirinya jadi dia tidak perlu mencemaskan hal itu.
"Kenapa kau tersenyum?" tanya Yuda.
"Aku bahagia kok, jika Faam mendapat gantinya tapi jin aku bagaimana apakah dia kan pergi dan mencari majikan baru?" tanya Fiani memandang ke arah Xi.
"Mungkin." jawab Xi tersenyum.
__ADS_1
"Kau ini suami kamu itu sudah kehilangan cintanya Sania, sekarang dia harus kehilangan dirimu, kasihan sekali dirinya pasti hatinya sangat hancur saat mengetahui jika dirimu juga pergi meninggalkan dirinya. Kau harus sembuh Fi, aku tidak ingin sahabat baik ku terpuruk untuk ke empat kalinya." Fiani hanya diam.
"Pertama dia kehilangan Sania, hatinya saat itu sangat hancur dan setelah luka hatinya itu dia kembali membuka hatinya untuk Liana, dan Liana juga meninggalkan dirinya dan berselingkuh dengan orang lain dan sekarang apa? Bagaimana jika kau aku bawa ke luar negeri saja biar aku yang menanggungnya semua biaya aku yang tanggung karena aku tidak mau jika sahabatku terluka lagi." ucap Yuda sudah bertekat kuat soal alasan itu bisa di atur nya.
"Bahkan jika kau membawaku berobat ke luar negeri pun itu tidak lah ada gunanya, sudahlah biarkan aku seperti ini kau hanya tinggal mencari alasan saja." jelas Fiani dan segera berdiri.
"Baiklah, satu minggu lagi akan aku ajak kau ke rumah sakit sesuai permintaan mu tempo hari dan seminggu ini kau di ajak bulan madu tanpa Ana." ucap Yuda membuat Ana panik sendiri.
"Apa tanpa ku? Aku harus ikut tau"
"Kau ini mereka itu mau bulan madu bikin anak kau malah ikutan, enggak boleh kau harus di rumah." jelas Yuda membuat Ana manyun.
"Tau nih Ana kau ini memang lucu hahaha," jelas Xi tertawa.
"Kan aku asisten pribadinya masa tuan tidak akan mengizinkan diriku?" ketiga orang yang mendengar ucapan Ana semuanya pun menggeleng. Masa bulan madu di gangguin sama Ana ya jelas Faam akan meminta Ana untuk liburan kan.
"Ya jelas tidak lah jika kau ikut maka kau akan mendengar suara-suara aneh mau kau mendengarnya?" jelas Yuda membuat Faini segera mencubit pantat Yuda.
Awww
"Kau ini..." teriak Faini sambil melotot.
"Hehehe"
Jangan lupa dukung karya aku😀
Makasih yang sudah mampir
Selamat membaca😄🥰
__ADS_1