Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Ambisi


__ADS_3

"Ibu memang tidak mengerti, Sonia itu wanita yang sangat manja, lalu nanti saat aku sakit apakah dia akan mau merawat ku? Tidak ibu? Hikmal tidak yakin akan hal itu!"


Flashback off


Mila menitihkan air matanya karena tidak kuasa menahan kesedihan saat mengingat kata kata Hikmal. Hikmal memang benar.


Dia memang selalu benar dalam menilai seseorang kini dia juga baru sadar jika apa yang Hikmal katakan dulu memang benar nyatanya Sosok Sonia kini tidak terlihat lagi bahkan kabar terakhir Sonia sudah bertunangan dengan pria kaya raya.


Saat itulah Mila merasa sangat marah, dulu dia yang menjodohkan nya dengan Mila tapi nyatanya apa? Bukannya membuat Hikmal sembuh atau setidaknya menunggunya ini apa? Apa yang terjadi?


Dia malah menikah dengan pria lain dan meninggalkan putra nya.


"Jika ibu dulu mendengarkan ucapan mu, maka ibu tidak akan pernah melihat mu seperti ini, ibu mohon nak, sadarlah apa kamu tidak kasihan melihat ibu?" Ucap Mila bermonolog sendiri.


Yang ada di pikirannya bagaimana caranya Hikmal bisa sembuh, tapi sampai saat ini dia tidak menemukan titik terang.


Apa mungkin dia harus menemui Fiani agar Hikmal bisa sadar.


Tapi mau di taruh di mana mukanya? Tidak mungkin dia harus memohon pada wanita yang dulu sangat dia benci.

__ADS_1


Tapi setiap kali melihat keadaan putranya air matanya seakan tidak bisa lagi terbendung.


Air matanya selalu keluar apa lagi melihat Hikmal yang sudah tidak berdaya seperti ini.


Melihatnya memanggil nama Fiani saja sudah bisa membuat air matanya jatuh berlinangan.


Dia bertekat untuk menemui Fiani apapun yang terjadi, Mila keluar dari kamar Hikmal menyuruh suster untuk menjaganya.


Setidaknya dia akan merasa aman. Tapi Mila melakukan kesalahan besar.


Mila dengan terburu buru mencari keberadaan suaminya suaminya juga nampak sangat lesu mengingat anak satu satunya yang ia manja yang dia banga kan sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi.


Jangankan mendengarkan gurauannya mendengar suaranya saja itu hanya lewat igauan memanggil nama Fiani.


Suaminya menoleh dia masih ingin melihat putranya bahagia walau nanti kenyataan tidak akan memihak pada putranya.


Dan apakah putranya nanti akan menerima kenyataan pahit ini jika Fiani bukan miliknya lagi.


Apapun nantinya yang terjadi dia harus bisa menasehati putranya agar menerima kenyataan.

__ADS_1


"Kita harus menemukan tempat tinggal Fiani, aku sudah tidak kuat melihat anak kita yang terus menerus seperti ini." Deden juga memikirkan hal yang sama seperti istrinya.


Tapi itu semua tidak lah mungkin karena apa Wulan sudah tidak mau membantu mereka lagi dan bagaimana mungkin istrinya melakukan hal itu.


Bagaimana dengan suami Fiani, sungguh konyol istrinya.


"Menemukan rumah Fiani? Jangan mengada-ngada deh bu, kamu ingin menghancurkan rumah tangga orang?" Mila membuatkan mata.


Bagaimana mungkin suaminya malah mementingkan kepentingan orang lain dari pada anaknya sendiri. Melihat Hikmal seperti itu rasanya dia tidak sanggup lagi.


"Menghancurkan rumah tangga orang bagaimana mas ini?" tanya Mila merasa sebal bukan nya mendukung ini malah melarang larang dasar.


"Iya lah, menghancurkan rumah tangga orang, dulu ada cerita apa? Dan sekarang kamu malah ingin membuat rumah tangga wanita yang kamu usir dan kamu hina habis habisan hancur berantakan, kamu benar-benar gila." teriak Deden kesal karena dia yang melihat betapa teganya dia pada Fiani dulu.


Bagaimana perlakuan Mila pada Fiani dulu, mengingat nya saja sudah bisa menebak jika Fiani tidak akan pernah bisa melupakan hal itu.


Bagaimana wanita bisa melupakan penghinaan yang telah istrinya lakukan.


"Tapi bagaimana? Bagaimana dengan akan kita? Jika seperti itu aku akan memohon pada suaminya." Mila segera pergi meninggalkan suaminya.

__ADS_1


Walaupun akan susah menemukan di mana keberadaan rumah Fiani setidaknya dengan kehadiran Fiani dapat membuat Hikmal sadar kan diri.


"Bagaimana pun caranya aku harus menemukan Fiani, aku akan melakukan apapun agar Fiani dapat menemui Hikmal apapun yang terjadi.


__ADS_2