
Semua orang terkejut dan menjerit.
Auw.....
"Mommy..."Kanza langsung mengenali Mommy nya,walau wajah Mayra penuh darah.
"Kanza...kamu sudah siap?"Tanya Mayra.
"Sudah My..."Jawab Kanza tegas.
Pingin rasa nya Kanza memeluk Mommy nya karena Mommy nya masih hidup,tapi Dia sadar sekarang bukan waktu nya untuk ber melow ria.
"Kalian melompat lah dan terbang lah menuju pesawat di seberang!"Perintah Mayra kepada para pengawal dan tim pilot.
"Baik.."Jawab mereka serempak.
Kemudian mereka melompat satu satu dan terbang menuju pesawat yang membantu mereka.
"Kamu bisa menggendong anakku?"Kata Mayra dingin dan berusaha menetralkan deru jantung nya ketika menatap Erland.
Erland sendiri merasa kacau perasaannya,Dia sempat terkejut dengan wajah yang penuh darah tapi tatapan mata itu?
Jantung Erland pun tiba tiba berpacu kencang,entah karena tegang atau apa?
"Hai kamu dengar tidak?apa anakku yang kecil ini harus menggendong kamu?tak tahu malu.."Hardik Mayra.
"Eh....e...baiklah...tapi Saya belum pernah menggunakan parasut ini?"Kata Erland gugup dan tidak tahu apa yang harus Dia lakukan karena Dia merasa otak dan jiwa nya benar benar kosong.
"Sudah ikuti perintahku,Za..parasut mu sudah kamu pakai?"Tanya Mayra.
"Sudah My...tali di pinggang juga sudah terpasang"Jawab Kanza.
"Tali kamu sudah kamu ikat?jangan bilang kamu juga tidak bisa mengikat nya?"Kata Mayra kepada Erland.
"Tali sudah Saya ikat...lihat..."Jawab Erland sambil melihat kan ikatan tali nya di pinggang.
"Ikatan macam pula ini"Kata Mayra yang tiba tiba menyentakkan tali tersebut dan akhirnya tali di pinggang lepas.
"Dengan ikatan kaya gini kamu terjun ke bawah langsung terjun bebas ke laut,ternyata masih bebal juga otak kamu soal tali temali?"
"Kanza bantu orang bebal itu untuk mengikat tali nya"Kata Mayra sambil berjalan ke dalam Jet dan Dia mencari Bom yang ada di pesawat.
__ADS_1
"Kamu..."Teriak Erland sambil menunjuk jari nya ke arah Mayra.
"Apa?"Mayra melotot sambil melihat jam tangan Erland.
"Kamu lepas jam tangan itu...cepat ."Teriak Mayra ,Dia melihat ada kilatan cahaya di jam tangan Erland dan Dia pastikan alat pemicu itu ada di sana.
"Apa apan kamu ya...kamu gila?mau niat menolong apa merampok?pantas kamu menyuruh anak buah ku turun duluan jadi kalian mau merampok?Gak nyangka anka kamu yang masih kecil sudah kamu ajak merampok" Kata Erland emosi dan menahan sakit karena ikatan tali di pinggang nya melilit dengan kuat.
Dia tidak menyangka gadis kecil itu bisa mengikat tali dengan simpul mati yang amat kuat .
"Kamu..."Erland menatap gadis kecil yang ada di gendongannya,Dia merasa kalau Dia benar benar di jebak sama anak dan Ibu itu.
"Kanza jangan pakai lama ambil jam tangan itu dan lempar keluar cepat.."Teriak Mayra tanpa mempedulikan emosi Erland.
Dengan cepat kilat Kanza mencekal pergelangan Erland dan entah pakai jurus apa tiba tiba jam tangan itu terlepas dan kemudian Kanza lempar keluar.
Erland melongo karena jam tangan yang sangat bernilai harganya itu di lempar begitu saja dengan kurcaci di gendongannya.
"Kanza siap..."Teriak Mayra sambil mendorong Erland keluar.
Dan ..
Bommm....Duar...
...****************...
Di ruang perawatan,Erland mengerjapkan matanya,Dia melihat ke kanan ke kiri dan melihat infus yang menggantung di sisi pembaringannya.
"Tuan muda...."Tanya Ferdi di seberang tempat tidur nya.
"Fer...ini di mana?"Tanya Erland bingung.
"Kita di rumah sakit Tuan,dan Alhamdulilah kita semua selamat"Kata Ferdi sambil memencet bel untuk memanggil Dokter yang merawat Erland.
Selang beberapa menit Dokter pun datang dengan perawat.
"Alhamdulilah Kamu sudah sadar,mari biar kita cek dulu bagaimana keadaan kamu sekarang?"Kata Dokter Hendra yang termasuk anak dari Dokter pribadi Erland sekaligus sahabat nya di waktu SMA.
"Lo..sudah balik ke sini Hen?"Tanya Erland kepada sahabat nya karena setahu Dia Hendra masih Jerman.
"Ya...gua balik ke sini,di suruh Papa untuk membantu menyembuhkan kakek kamu"Kata Hendra.
__ADS_1
"Memang seberapa parah keadaan Kakek?"Tanya Erland karena Dia belum sempat bertemu dengan Kakek nya.
"Masih dalam penelitian Land...kakek Erlangga masih koma"Kata Hendra sambil mengecek kondisi Erland.
"Semua hasil bagus,dan tidak ada organ tubuh yang mengalami cedera karena bom tersebut...kamu harus berterimakasih dengan orang yang menyelamatkan kamu"Kata Hendra.
"Oh..ya bagaimana keadaan mereka Fer?"Tanya Erland ke Ferdi.
"Aku belum tahu pasti keadaan mereka Tuan,karena mereka di bawa ke rumah sakit Bhayangkara"Kata Ferdi.
"Fer... apakah Dia Mayra?"Tanya Erland karena di saat genting Erland tidak sengaja menarik kalung Mayra dan sebelum pingsan Dia sempat melihat kalung tersebut.
"Kalung itu?"Tanya Erland mencari kalung yang sempat Dia tarik di leher Mayra.
"Ini Tuan...dan benar itu Mayra dan anaknya "Kata Ferdi yang sempat melihat Kenza dan Kenzo membawa Mayra ke ambulans dan wajah mereka seperti foto yang di kirim Ibunya.
"Apakah Dia anak ku Fer?"Tanya Erland.
Ferdi hanya diam karena Dia sempat memeriksa data Mayra tapi hasil nya nol dan sepertinya data tersebut benar benar di lindungi.
"Maaf Tuan Saya sempat menyelidiki hasil nya nihil,kaya nya data tersebut benar benar di lindungi"Kata Ferdi.
"Mungkin karena mungkin mereka anggota kepolisian Land,makanya data nya benar benar di lindungi"Kata Hendra sambil mencatat laporan di rekap medis Erland.
"Maksud kamu Hen?"Tanya Erland.
"Ya tadi aku sempat dengar dari pihak kepolisian kalau mereka akan membawa anggota tim mereka yang terluka karena menolong kalian,ya kurasa itu Mayra karena dari laporan yang masuk hanya satu orang terluka itu saja dari pihak kepolisian"Kata Hendra.
"Benar Tuan..dan kaya nya Mayra adalah kapten mereka karena dari tadi banyak yang memanggil kapten agar Mayra bisa bertahan"Kata Ferdi.
Erland mendengar ucapan Ferdi langsung bangun dan ingin mencabut infus di tangannya.
"Tuan ...mau kemana?"Kata Ferdi berusaha menahan Erland.
"Aku ingin menemui Mayra Fer...dan aku mau tanya apakah mereka anak anak ku?"Kata Erland berusaha memberontak dari pegangan Ferdi dan Hendra.
"Lo tenang aja Land...kita berdoa Dia baik baik aja,apalagi Lo baru sadar dari pingsan,badan lo masih lemah,biar infus ini habis dulu baru kita kesana bersama sama...emang lo aja yang ingin ketemu dengan Mayra?Gua juga..."
"Gua ingin menyatakan cinta yang telah lama gua pendam"Kata Hendra cengar cengir.
"Lo...awas lo ya kalau lo berani ungkapin itu,langkahi mayat Gua dulu"Kata Erland beringas.
__ADS_1
Hendra hanya melongo dan tidak menyangka Erland akan segalak itu tentang Mayra,padahal dulu kata nya benci nya setengah mati,
baru sadar Dia kalau Dia sudah jatuh cinta dengan Mayra?