
Di rumah sakit Bhayangkara,Mayra duduk di bed pasien, ,Dia sibuk di depan laptopnya.Walau bahu di perban tapi Dia masih lincah menggerakkan jari jari tangan nya.
"Astaga ..Mayra ,bukannya istirahat ini...masih sibuk di depan laptop?"Kata Jack sambil mendekati Mayra.
"Berisik...udah lo selesain tugas lo?"
"Sudah..tapi gila May..lain kali gua ogah ah..hadapi Dia,lebih baik ngadepi mentor yang galak daripada ngadepi Dia"Kata Jack sambil duduk di sebelah Mayra.
"Idih...sana sana apa apan sich deket deket,lo tahu ga gua lagi kirim data ke Bos "Kata Mayra masih sibuk di laptop.
"Lo ya..May..dekat aja ga boleh..ga bikin lecet tahu..apalagi berkurang,sudah di bantu tapi gua di sia sia in"Kata Jack sambil memanyunkan mulut nya.
"Ha...ha..ga lucu tahu,ga bisa manis kaya gua"Kata Mayra sambil memanyunkan mulut nya.
emang kalau lo gitu bener bener manis dan rasanya ingin mencicipi bibir itu.
Plak....
"Aduh....sakit tahu May"Kata Jack sambil mengelus dahi nya karena di lempar pulpen oleh Mayra.
"Biarin...wlekk..makanya hilangin tu pikiran kotor lo..."Kata Mayra sambil meledek Jack.
"Ya..ya ..maaf..lagian jangan manyun gitu..udah tahu gua cowok normal,bukan gua aja kali yang punya pikiran kotor kalau lihat lo kaya gitu"Kata Jack.
"Makanya jaga pandangan biar pikirannya bersih"Kata Mayra.
"Oh..ya May..kalau boleh tahu tadi siapa sih?dan kenapa lo ga mau kalau Dia tahu tentang lo?"Tanya Jack.
"Yang mana?"
"Ya..yang tadi...yang gua temuin..sumpah dech...muka nya dingin banget dan hi....kalau di lihat lihat sich kaya...."
Plak...
"Aduh...bisa ga sih tangan lo ga main kasar, ,tadi dahi gua lo lempar pakai pulpen,ini kepala lo lempar pakai permen"Kata Jack masih mengelus elus kepala nya,walau lemparan cuma pakai permen tapi Dia merasa di lempar pakai batu.
__ADS_1
"Maaf tadi gua lihat ada lalat di atas kepala lo,jadi reflek melempar tapi sayang lemparan gua meleset"Kata Mayra acuh dan merasa tak bersalah.Padahal lemparan tadi memang Dia sengaja agar Jack melupakan apa yang barusan Dia lihat.
Mayra tahu apa yang ada dipikiran Jack setelah bertemu Erland,Ya..Dia akan mengatakan kalau tatapan dingin Erland seperti tatapan dingin Kenza.Mayra tidak mau Jack mengetahui sebenarnya tentang hubungan Mayra,Erland dan si kembar untuk saat ini.
"Ah...gua jadi lupa mau ngomong apa May"kata jack sambil mengacak rambutnya,karena tiba tiba pikirannya buyar dan ga tahu mau bahas apa.
"Tadi kita sampai mana sih May?"Tanya Jack masih memijit kening nya .
"Kita sampai di Kamar tempat gua menginap,emang sampai mana?buka mata lebar lebar gua duduk di mana?"Jawab Mayra pura pura tidak tahu apa yang di maksud Jack .
"Kalau itu gua tahu dodol...tapi yang gua maksud pembahasan kita,ah..lo ga asyik.. bikin Bad mood aja"Jawab Jack sambil membaringkan tubuh nya di sofa.
"Ga asyik ngapain lo di sini?emang nya ga ada kerjaan apa,kok malah tiduran"Kata Mayra menutup laptop nya karena data yang di minta bos aneh sudah kelar.
Mayra ikut merebahkan tubuh nya di bed nya,Dia memejamkan matanya dan memikirkan langkah selanjutnya.
Dia tidak tahu apakah pertemuan nanti Erland akan mengenalinya?Walau hanya interaksi sesaat Erland pun mengenali Dia.
Mungkin saat ini Dia bisa lolos dari kecurigaan Erland,tapi apakah lain kali Dia bisa mengelabui Erland?sedangkan sekarang Kenza pun sudah masuk ke dalam masalah yang terjadi pada keluarga Erlangga.
Mayra menghela nafas nya untuk menghilangkan kegundahan pikirannya.
Tok...tok...
Pintu di ketok dari luar,
"Masuk...!"Perintah Mayra langsung bangun dari tidurnya.
"Maaf Kapten Saya mengganggu istirahatnya"Kata Roni Asisten Jack.
"Ga apa apa Ron...ada perlu ama atasan kamu?tuh...orang nya lagi molor...kamu kok betah jadi asistennya,kalau gua jadi lo lebih baik pindah divisi dari pada punya atasan cuma makan gaji buta aja"Kata Mayra sambil menunjuk kepala nya ke arah Jack.
"Untung lo bukan asisten gua May ..bisa bisa yang pindah divisi bukan lo tapi gua,dari pada gua jadi atasan lo setiap hari pasti badan gua udah bonyok semua,ni hari baru berapa menit di sini kepala gua sudah jadi bulan bulanan lo"Kata Jack sambil duduk di sofa nya.
"Lebay lo...kepala lo masih utuh gitu"Kata Mayra sambil melempar bantal ke arah Jack.
__ADS_1
"Nah..tu lihat Ron...belum apa apa gua udah di lempar bantal,untung di dekat Dia cuma bantal coba kalau di dekat Dia batu,bisa bisa gua di sambit langsung"Kata Jack sambil memeluk bantal yang di lempar Mayra Dia mencium parfum Mayra dan menghayal kalau bantal itu tubuh Mayra.
Mayra melihat ke arah Jack dan hanya geleng geleng kepala Dia mencari sesuatu yang bisa di lempar.
Pletak....
"Otak mesum.."
"Aduh May....sakit tahu"Jack mengelus kepala nya dan untuk lemparan kali ini bener beneran sakit dan Dia melihat apa lagi yang di lempar Mayra .
Dan Dia terkejut karena kali ini Dia di lempar dengan tutup gelas.
"Lo ya May..benar benar lo ya"Teriak Jack nahan amarah.
"Napa ga suka?makanya tuk otak di cuci jangan pikiran kotor aja di pelihara,untung tutup gelas yang gua lempar tadi gua sempat berpikir ingin nembak kepala lo yang isinya mesum melulu"Kata Mayra dengan muka garang nya.
Roni melihat hanya geleng geleng kepala karena Dia juga tidak mengerti kenapa Jack di lempar tutup gelas,Roni jadi merinding kalau ucapan Mayra ingin menembak itu di lakukan itu bisa jadi Dia jadi saksi mata dan Dia bingung mau membela yang mana?karena dua dua nya adalah atasan nya dan memiliki temperamen yang sama.
Tapi mungkin Roni akan cenderung membela Mayra karena Dia adalah atasan yang berwujud iblis kalau sudah marah apalagi Dia sempat melihat kalau Mayra melirik pistol nya.
"Pingin gua tembak lo Ron...ngatain gua iblis?"Kata Mayra sambil melotot ke Roni.
Astaga...ni ..orang
Roni langsung menciut karena gertakan Mayra.
"Sudah...sudah..lo kaya nya lagi PMS May..dari tadi kaya pingin makan orang aja,ada apa Ron?"Kata Jack mencairkan suasana karena Dia tahu Roni pasti akan ketakutan menghadapi Singa betina itu.
'Oh...ya...ini Pak...dokumen yang Bapak minta dan ini foto yang di titipkan oleh orang yang tadi menemui Bapak,dan Dia bilang kalau ada orang yang merasa memiliki kalung ini suruh menemui Dia karena kalung itu sekarang Dia simpan"Kata Roni sambil menjelaskan tapi masih gugup karena dampak dari gertakan Mayra
"Apa kalung?"Mayra spontan langsung memegang lehernya.
"Kalungku...."Kata Mayra lirih kemudian Dia bangun menghampiri Roni.
Roni sempat takut dan spontan mengundurkan tubuh nya karena melihat Mayra mendekati nya.
__ADS_1
Dia hanya memejamkan mata dan menerima pukulan Mayra.