
"Tuan Nona sudahlah, jangan bertengkar seperti layaknya anak kecil," ucap Ana yang sudah bingung dari tadi kedua nya terus saja ribut yang satu tidak mau mengalah satunya lagi cemburu buta haduh dasar mereka ini.
"Kamu bilang aku yang memulai duluan?" Faam mulai sebal di sangat khawatir tapi istrinya tidak berpikir seperti itu dan malah ingin menemui mantan pacarnya kan dia jadi lebih emosi lagi.
"Iya, apa salahnya coba dengan aku bertemu dengan mantan pacarku, toh diantara aku dan dirinya kan tidak ada hubungan apa pun" Fiani mencoba untuk membujuk Faam setidaknya dia bisa mengerti apalagi melihat wajah Wulan itu sangat kebingungan pasti mantan pacar nya ini beneran sakit, kenapa dia malah tidak percaya dan malah melarangnya kan aneh.
"Tidak ada yang salah jika hanya bertemu."
"Terus... " Fiani berbalik bertanya lagi.
"Yang salah itu ketika ingatanmu kembali, bukannya mengingatku sebagai suamimu, pasti kenangan lama yang dulu pernah kamu lalui bersamanya pasti akan... "
"Nah kan, dia cemburu berat hahaha kerjain lagi kayaknya seru hehe.. "
"Pasti akan apa, kamu itu cerewet banget." celetuk Fiani membuat Faam terkekeh kan cerewet dewi mereka tidak berpisah hanya karena orang ketiga, lalu apa salahnya?
"Suamimu cerewet itu ada alasannya, kenapa sih kamu tidak mengetahui perasaan ku." Faam segera menjalankan mobilnya tidak ada kata-kata lagi yang terucap di bibirnya.
"Apa dia marah padaku? Kan aku cuma bercanda, segitunya ya dia marahnya." batin Fiani merasa bersalah padahal niat hatinya hanya ingin bercanda tidak lebih kok.
__ADS_1
"Astaga kenapa aku jadi marah padanya, haduh bodoh banget, lalu bagaimana caraku bisa membuat dirinya ingat padaku jika seperti ini? Dasar bodoh! Bodoh kau Faam."
*Nah kan Nona dan Tuan Faam diam saja sekarang memang siapa sih orang ketiga yang membuat hubungan antara Nona Fiani dan Tuan Faam menjadi rengang seperti ini?
Aku harus mencari tau siapa orang nya*.
Di tempat lain seorang wanita paruh baya dan seorang pria paruh baya mendatangi warung makan pak Yoyon mereka ingin mencari tau apakah Wulan sudah menemui Fiani untuk membicarakan tentang hal yang kemarin.
Wulan sangat terkejut melihat kedua pasangan itu.
"Apalah kau berhasil menemui Fiani?" Wulan bingung untuk menjelaskan nya. Bagaimana mungkin dia memberitahukan jika Fiani sudah mempunyai seorang suami.
Dia juga tidak bisa menghancurkan rumah tangga sahabatnya sendiri.
"Kenapa? Kenapa kamu bisa berbicara seperti itu?" Wulan bingung harus bagaimana bagaimana pun dia harus mengatakan hal yang sebenarnya kepada orang tua Hikmal.
"Karena Fiani sudah mempunyai suami, mana mungkin Wulan memaksa Fiani untuk menemui Hikmal tante." Kedua orang tua Hikmal saling pandang.
Jika Fiani sudah mempunyai sebuah keluarga lalu bagaimana? Bagaimana dengan anaknya yang saat ini sedang sakit!
__ADS_1
Kedua orang tua Hikmal juga sudah putus asa, memang benar yang Hikmal katakan Sonia memang bukan wanita yang baik dia hanya memanfaatkan harta Hikmal nyata nya setelah Hikmal seperti ini bukannya Sonia ada melainkan Sonia dia menghilang tanpa jejak.
Dan saat itu juga Hikmal pun sakit kertas, saat pesta pernikahan Hikmal akan di langsungkan Hikmal melarikan diri dan naasnya dia pun mengalami kecelakaan dan cidera di bagian kepala.
Orang tuanya yang saat itu menasehatinya untuk menerima pernikahan akhirnya harus menelan kepahitan, seharusnya kabar bahagia yang mereka dapatkan namun sayangnya kemalangan yang mereka dapatkan.
Dan semenjak saat itu Sonia tidak lagi terlihat, sebenarnya orang tua Sonia juga menghilang mungkin mereka malu karena putri mereka tidak jadi menikah.
Tapi kan seharusnya mereka mengerti akan posisi yang di alami kedua orang tua Hikmal bukannya malah menghilang seperti ini.
"Beritahukan tante, dan Om dimana rumah Fiani biar om dan tante yang berbicara padanya." ucap wanita itu memohon.
"Tapi tante Wulan tidak tau rumah Fiani, setelah Fiani menikah Fiani tinggal bersama suaminya, tadi saja suaminya datang karena Fiani terlalu lama di sini, jangan membuat ulah lagi tante, ku mohon biarkan sahabatku bahagia tan."
"Apa maksudmu dengan membuat ulah Wulan! Apa kau tidak tau bagaimana keadaan Hikmal?"
"Apa tante juga lupa siapa yang dulu menentang hubungan Fiani dengan Hikmal? Apakah tante sudah melupakan semua ucapan tante yang menyakiti hati Fiani. Seharusnya tante ingat akan semua itu." teriak Wulan menyadarkan wanita ini seharusnya dia malu datang kemari bukannya malah marah marah tidak jelas.
"Lalu bagaimana dengan Hikmal?" tanya wanita itu.
__ADS_1
"Wulan tidak bisa membantu tante, karena apa kau tidak ingin merusak hubungan sahabatku dengan suaminya."
"Kau... " pria tua itu menenangkan istrinya memang benar yang di katakan Wulan memang istrinya lah yang menentang mati matian hubungan antara Hikmal dan Fiani ya tentu saja Wulan tidak ingin melihat Fiani menderita lagi.