Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Tuh Kan


__ADS_3

Faam merasa sangat sebal karena Mario tidak mengenal sopan santun, tidak tau tata krama yang baik dia memang seperti ini kenapa dia tidak berkaca pada dirinya sendiri.


Seharusnya dia malu, malu menawarkan putri yang sama-sama penyuka uang saja.


"Ayolah Tuan Faam yang terhormat, apakah Tuan bersedia untuk mendirikan jadikan putri saya sebagai istri setidaknya sebagai yang kedua?" Faam membulatkan mata, nih orang tua yang sudah gila.


Masa menawarkan anak gadisnya untuk di madu, nih otaknya terbuat dari apa bisa-bisanya dia bilang seperti itu.


Memangnya enak apa mempunyai dua wanita, nih beneran gila nih bapak. Gila!


Hanya karena uang dia ingin menyerah kan putrinya dan itu tanpa ragu ragu.


"Maafkan atas kelancangan saya bapak Mario. Tapi saya tadi sudah mengatakan jika saya sudah menikah jadi sekarang bisakah anda pergi dan jangan menganggu saya!" Mario yang mendengar ucapan dari Faam pun sedikit menyeringai dia merasa tidak terima dengan ucapan Faam yang menolak mentah-mentah putrinya.


"Dasar sombong! Mentang mentang kau seorang bos kau bisa menolak putriku. Lihat saja aku akan bisa membuat dirimu hancur Faam! Camkan itu." teriak Mario dengan memandang semua orang yang ada di pesta.


Bahkan dia tanpa ragu mengatakan jika Faam adalah pria yang sombong, padahal sebenarnya kelakuan dirinya sama halnya dengan mempermalukan dirinya sendiri.


Semua orang nampak memandang Faam dengan tatapan yang aneh, sebenarnya semua yang ada di pesta tau jika Mario akan berbuat ulah memang pria tua ini sedikit bar bar dalam membuat suasana yang tadinya baik-baik saja jadi kacau.


"Bapak Mario, saya sudah bilang baik baik jika saya sudah menikah, saya bukan bermaksud menyinggung perasaan Tuan Mario."

__ADS_1


"Omong kosong, bilang saja jika kau ini menolak putriku karena aku ini miskin kan." Para tamu menggelengkan kepala melihat Mario mempermalukan dirinya sendiri.


Karena merasa pesta akan menjadi kacau jika Mario tetap dibiarkan berbicara omong kosong maka satpam pun segera menengahi perdebatan mereka.


Pak Satpam meminta agar kedua belah pihak jangan bersitegang karena masalah sepele namun Mario bersikukuh jika yang salah bukanlah dirinya melainkan Faam.


Faam tersenyum mendengar semua masalah ini katanya dia yang duluan mencari gara-gara padahal semua orang di sini tau jika yang duluan berbicara yang duluan omong kosong adalah Mario bukan dirinya.


Mario terus saja memojokkan Faam namun Faam tersenyum saja dan malah meninggalkan pria setengah tua itu, jika dia tidak pergi yang ada pria tua itu semakin membuat masalah.


Untunglah istrinya tidak melihat kejadian yang memalukan seperti ini.


Jika dia sampai melihatnya pasti dia akan merasa jika dirinya bukanlah seorang pria yang baik melainkan playboy, hah untung dia sigap menyuruh Rendra untuk mengantarkannya pulang duluan ke rumah.


Seorang wanita berparas cantik menghampiri Mario siapa lagi jika bukan putri keduanya yang lagi lagi merasa heran dengan perilaku ayahnya apakah ayahnya tidak mempunyai hati nurani apa bagaimana? Kenapa hal ini selalu terjadi? Kenapa setiap kali ada pesta ayahnya selalu saja membuat ulah.


Bisakah satu hari saja ayahnya tidak membuat dirinya malu di depan umum? Mau di taruh dimana nih muka?


"Ayah! Kenapa ayah berbuat ulah lagi? Aku malu yah!" ucap wanita dengan menggunakan dres merah.


"Apa maksudmu nak, siapa yang membuat ulah? Ayah! Ayah hanya... "

__ADS_1


"Ayah! Ayah hanya apa? Membuat keributan lagi? Begitu kan maksud ayah, sudahlah yah lebih baik aku pulang, aku sudah malu karena perbuatan ayah!"


"Hey hey nak tunggu... Bukan maksud ayah untuk mempermalukan dirimu... " Mario mengejar putrinya.


Memangnya ucapan nya tadi salah apa bagaimana?


Sedangkan Faam saat ini sedang bersiap untuk pulang jika berada di tempat ini lama-lama dia bisa gila beneran.


"Maaf karena keributan tadi Bos!" ucap Ardan sambil menundukkan kepala karena ini kesalahannya entah lah bahkan siapa yang membawa pria rese itu datang kemari? Bahkan dia juga tidak merasa mengundangnya.


"Tidak apa! Itu bukan kesalahan mu, tuh pria tua saja yang tidak di undang main marah marah enggak jelas." jawab Faam dengan sedikit bercanda.


Ardan merasa lega karena bosnya tidak marah, dan lagi siapa yang mengundang pria itu sih buat onar saja.


Setiap kali ada pesta pasti yang berulah selalu saja dia. Memangnya tidak ada orang lain apa?


"Sekali lagi saya minta maaf bos."


"Hey... Sudahlah. Sekarang aku harus pulang aku takut nanti istriku mencemaskan diriku. Aku juga harus membawanya untuk jalan jalan setidaknya ingatan nya bisa kembali." Setelah berbicara seperti itu Faam pun segera menuju mobilnya.


Tak lupa dia mengecek ponselnya dan Rendra mengirim beberapa Foto.

__ADS_1


Faam terkejut kan istrinya bukannya pulang malah keluyuran. Dan dia seperti nya selalu datang ke sana.


Faam segera menaruh memasukkan ponselnya kembali dan segera bergegas ke tempat yang tidak asing bagi para pecinta pedas seperti istrinya.


__ADS_2