Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Mungkinkah


__ADS_3

Faam tersenyum sendiri dan Nur melihatnya dia juga merasa sangat kasihan melihat Faam semoga saja dia tidak melakukan hal-hal yang membuat dirinya terluka.


"Apa aku kembalikan saja Fiani? Tapi dia pasti lupa ingatan setelah ini apa tunggu sampai sembilan bulan lagi hah apa yang harus aku lakukan?" tanya Nur berdialog sendiri.


"Apa aku temui Faam saja?" tanya Nur lagi memang Faam bisa melihat Nur hanya saja Nur yang tidak mau menampakkan diri.


Tapi bagaimana pun caranya Nur harus meminta Faam untuk membuat Fiani tersadar sebelum ingatannya menghilang sepenuhnya.


Faam memandang langit hujan masih juga belum mereda nampak dari kejauhan seorang pria menghampiri nya tidak lain tidak bukan adalah Nur kenapa dia menampakkan dirinya dengan wajah manusia? Apa yang ingin dia katakan padanya? Apakah ini menyangkut dengan Fiani? Ataukah ada hal lain yang ingin dia beritahukan?


Nur duduk namun tidak memandang pria yang ada di sebelahnya.


"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Faam yang ingin tahu apa tujuan Nur dengan sajah seperti itu datang menemuinya? Apakah ini ada hubungannya dengan Fiani?


"Kedatangan ku kemari adalah untuk meminta mu membujuk Fiani, ada hal lain yang membuatku datang menemui mu... " Nur menghentikan ucapannya karena merasa tidak di respon oleh Faam.

__ADS_1


"Katakan apa yang ingin kamu katakan, aku sebenarnya sudah tidak ingin ada masalah lagi aku hanya ingin istriku sadar." jawab nya dengan nada tak bersemangat.


"Kedatanganku kemari itu juga menyangkut tentang Fiani, Dia sangat kecewa padamu karena kamu lebih memilih untuk menggugurkan kandungan istrimu."


Deg


"Apa mungkin Fiani mendengar perkataan ku dengan Ana dan Dokter pasti pasti ini yang membuat Fiani syok. Hah kenapa aku selalu saja membuat Fiani kecewa padaku!"


"Aku tau akan hal itu, aku yang bersalah karena tidak memberi tahu dan main membuat keputusan tanpa sepengetahuan dirinya. Apa gara-gara itu juga Fiani memintamu untuk... "


"Jawab! Apa kau dalangnya!" Nur hanya bisa terdiam memang benar dia adalah jin yang melakukan hal itu, itu juga atas kemauan dari Fiani karena dia yang terlalu kecewa dengan keputusan dari Faam.


"Kediaman mu sudah menjawab semuanya, dan aku juga seharusnya mengerti akan sikap istriku aku memang bodoh tidak pernah bisa mengerti akan dirinya." lanjut Faam seraya mengacak-acak rambut hitam nya.


"Semua ini bukan sepenuhnya kesalahan dirimu, sekarang aku mohon bujuk lah Fiani agar kembali ke dalam tubuhnya, jika dia berlama-lama seperti ini itu akan membuat Fiani celaka, bukan dia hanya akan kehilangan ingatannya tapi.... " Faam memandang wajah Nur apa yang barusan dia katakan? Kehilangan ingatan apa dan kenapa itu bisa terjadi?

__ADS_1


"Tapi apa?" tanya Faam yang sudah tidak bisa lagi menahan air matanya. Rasanya semua ini begitu sulit untuk dia lakukan.


Bagaimana membujuk istrinya yang keras kepala itu?


"Kamu akan kehilangan dia selamanya. Penyakit yang dia derita sangat parah dan aku juga tidak akan bisa melawan takdir dari yang maha kuasa.


" Cepatlah sebelum kamu benar-benar menyesal." tegas Nur membuat Faam segera berlari.


Fiani yang tengah memandang langit pun di kejutkan oleh seorang pria badannya sangat besar, memegang tongkat berwarna hitam terbuat dari kayu yang sangat kuat, Fiani tidak pernah melihat ada orang yang begitu sangat gagah yang menghampiri nya.


"Waktu kamu sudah tidak banyak? Apa kamu ingin tinggal atau pergi?" tanya Pria itu dengan nada besar.


Wajahnya sangat bercahaya. Fiani tau pasti ini bukanlah manusia apa mungkin pria ini adalah malaikat apa mungkin nyawanya sudah dekat lalu bagaimana dengan anak yang ada dalam kandungannya? Apa kah dia tidak bisa melihatnya sekali saja?


Maaf baru sempet up

__ADS_1


__ADS_2