
"Pemilik yayasan, apa kau sedang membohongi diriku, lihatlah... " Mega menjewer telinga Dilan membuat Dilan segera menangis dan berlari ke arah Fiani.
"Kenapa anda sangat kasar terhadap anak kecil." Mega tidak menghiraukan pokoknya yang jelas anak nakal ini harus di berikan pelajaran.
"Kenapa, anda sebagai ibunya bisa mendidik nya apa tidak, owh apa ini cara anda mendidik ku beri tahu pada anda, anda memang cantik tapi tidak secantik wajah anda mendidik anak saja tidak pecus." Mendengar kata kata mega membuat Ira membuang napas kasar nih memang Mega benar benar tidak bisa mengontrol emosi nya.
Plak
Bukan Fiani yang menampar Mega melainkan Faam nih memang wanita kurang ajar berani beraninya dia mengatakan hal ini dengan tanpa malunya.
Mega memegang pipinya yang terasa sangat panas.
"Kau...!!! "
__ADS_1
"Sudah anda jangan bicara lagi, satpam." teriak Faam yang mulai geram dengan wanita ini seharusnya dia sendiri yang turun tangan dari awal memang jika di biarkan yang ada sekolah nya akan tidak berkembang. Hanya karena satu orang yang seenaknya saja memerintah dan menampar seseorang.
"Kau... Apa apaan kau, panggil satpam panggil tapi pasti anda lah yang akan terusir." Teriak Mega masih percaya diri.
"Mega, sudahlah sekarang minta maaf jika tidak kamu nanti akan menerima akibat dari ulah mu, seharusnya kamu tidak begini. " Mega membuang muka dia harus melakukannya karena apa nih anak jika tidak seperti itu yang ada dia ngelunjak.
"Minta maaf! Aku minta maaf! Tidak akan!!!" Teriak Mega yang segera pergi meninggalkan Faam dan Fiani.
Dilan hanya diam dia tidak berani berbicara, Danil terus menerus memeluk ibunya.
"Sayang coba kamu ceritakan apa yang terjadi," Fania memandang Danil dan Danil hanya mengangguk saja.
"Sebenarnya saat Fania, Kak Danil, dan Kak Dilan tadi main mainan Kak Dilan di ambil oleh Viky, Viky membuat Kak Danil jatuh terus kak Danil melawan dengan mendorong Viky tapi Viky nya nangis. Jangan salahkan kakak."
__ADS_1
"Iya ma, Viky bilang pada semua orang jika ibunya itu sangat pintar tapi kenapa orang pintar kok melawan ya, bukannya orang pintar itu membuat ke adilan? Nah ini, tidak orang pintar dia malah tidak mendidik anaknya dengan baik. dan... " Danil menyenggol lengan adiknya nih adik perempuan nya terlalu cerewet jika bicara tapi ya benar sih apa yang dia katakan.
Danil hanya terkekeh saja masa adiknya sudah panjang lebar bicara dia ikut bicara.
"Lain kali, kamu harus jujur pada mama jika perlu langsung beri tahu papa, orang jahat itu nak jangan di kasih hati, bilang saja pada guru lain kali." Fania mengangguk jika Danil sih ya diam saja jika adiknya sih tukang ngadu dari dulu.
Faam sudah menyatakan pada orang kepercayaan nya untuk memecat guru itu, akan jadi apa. sekolah ini jika seperti ini gurunya.
"Aku sudah menyuruh orang untuk memberhentikan Mega, jadi kamu tidak perlu melihat orang gila itu lagi, pasti bukan anak kita saja yang di begini kan pasti juga ada anak anak lain yang minta keluar itu pasti gara gara ini mereka juga takut untuk mengadu orang Mega saja sudah lebih dari gila.
"Mas, seorang ibu pasti tidak akan menerima jika anaknya di sakiti, tapi apakah tidak ada keringanan mas, apa mas tidak memberikan surat peringatan itu.
" Sudah sayang, sudah keseringan. Sudah jangan memikirkan hal itu lebih baik kita bawa anak kita pulang dulu kasihan dia. "
__ADS_1