Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Dasar Mas ini!


__ADS_3

Semua mata tertuju ke arah Fiani, Fiani yang menyadari semua orang menatapnya pun hanya bisa diam sesekali memandang wajah suaminya.


Faam memberikan isyarat dengan menggunakan tangannya agar dia diam dan mengikuti dirinya.


Faam melihat Rendra nih bocah satu memang suka bikin dadakan kalau ada acara.


"Bos di sini!!" teriak Rendra melambaikan tangannya.


Faam tersenyum dan segera menghampiri Rendra minta di jewer nih anak nakal satu.


"Nona bagaimana dengan keadaan nona apakah nona sudah mendingan?" tanya Rendra pada Fiani.


Fiani yang mendapatkan pertanyaan itu hanya tersenyum.


Dia bingung siapa cowok ini? Bahkan dia tidak mengingat apapun termasuk cowok ini usianya mungkin lebih muda dari suaminya.


"Siapa dia?" tanya Fiani pada Rendra.


Rendra yang tidak tau jika Fiani lupa ingatan pun memandang wajah bosnya. Menatap dengan tatapan anehnya.


"Ah sayang dia adalah tangan kiri ku, dia adalah anak buah yang aku percaya. Ini Rendra namanya dia juga mempunyai seorang kakak namanya Ardan." tegas Faam sambil memperkenalkan Rendra pada Fiani.


"Jadi yang menikah ini kakaknya?" tanya Fiani menebak.


Faam mengangguk.


"Iya sayang ku, kita ke sana yuk mengucapkan selamat pada Ardan dan Liana." ajak Faam membuat Fiani melirik mencari keberadaan seseorang itu.

__ADS_1


Apakah Liana itu cantik?


Pasti sangat cantik!


Kan mantan tunangan cowok rese ini.


Fiani mengikuti langkah suaminya, dia melihat sepasang pasangan yang sedang berdiri menyambut tamu.


"Bos!!" teriak Ardan di sambut senyuman dari Liana.


Faam segera menghampiri pasangan yang baru melangsungkan pernikahan.


"Selamat atas pernikahan kalian." ucap Faam di sambut senyuman dari Ardan dan Liana.


Ardan dan Liana saling pandang.


Sedangkan Fiani merasa sedikit sebal mungkin dia cemburu.


Fiani yang mendengar ucapan Liana melirik wajah suaminya, jadi suaminya berkata jujur padanya.


Dianya saja yang tidak percayaan.


"Owh aku dengar kamu sekarang sedang mengandung? Selamat ya doakan aku supaya bisa cepat mendapat momongan." Fiani hanya tersenyum jadi dia benar-benar tengah mengandung?


Fiani mengira jika pria rese hanya bercanda dan sekedar hanya ingin memanfaatkan dirinya ternyata dia yang terlalu berprasangka buruk pada dirinya.


"Bos kasih tau lah resepnya," ejek Ardan membuat Faam terkekeh.

__ADS_1


"Dasar anak buah sialan." jawabannya sembari tersenyum.


"Tapi bos, bolehkan jika aku libur dulu?" Rendra melirik kakaknya.


Pasti semua tugas akan di serahkan padanya ah nasib badan memang sangat tidak mujur.


"Hey kenapa dengan dirimu?" tanya Ardan malah mentertawakan adiknya.


"Mas mas tugas menumpuk, memang nasib selalu sial."


"Sabar dek sabar!" ucap Ardan membuat Faam terkekeh karena candaan garing Ardan.


"Sabar! Awas saja aku akan mencari pasangan agar aku bisa balas dendam menyerahkan banyak tugas pada mas kesayangan ku ini." lawaknya membuat Ardan segera menyambar telinga adiknya dasar rese!


"Aw..... " teriak Rendra merasa kesakitan.


Nih masnya beneran tega amat ya😭 sama adek dewe kok yo koyok ora duwe perasan. Jan tenan kok.


"Loro mas!!!" teriak Rendra


"Sakit kak"


"Mulakno ndang rabi kono, ben ogak dadi obat nyamuk wae," ejek Ardan


"Makannya cepat menikah sana, agar tidak menjadi obat nyamuk terus."


"Haduh nih mas, memang selalu saja mengejekku." teriak Rendra terkekeh karena ejekan masnya.

__ADS_1


"Hehe mas mu ini hanya bercanda kok,"


"Okelah oke.... "


__ADS_2