Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Episode 18. Gagal


__ADS_3

Keseharian Dini kini disibukkan dengan pekerjaannya dan tak terasa hampir satu bulan ini dia sudah bekerja dan selama itu juga Bastian selalu setia mengantar jemputnya walaupun tidak pernah sampai ke tempat ia bekerja karena Dini selalu menolak keinginan Bastian. Terpaksa bastian pun menuruti kemauannya tersebut.


Seperti biasanya pagi ini Bastian mengantar Dini kepersimpangan jalan raya antara jalan masuk ke perkebunan perusahaan dan dari sana ia akan melanjutkan perjalanan menuju tempat ia bekerja dengan menunggu bis yang dari perusahaannya bekerja tersebut.


Sementara Bastian mulai merasa kalau pekerjaan Dini sangat mempersulit hubungan mereka bagaimana tidak waktu Dini lebih banyak ditempat bekerja dari pada bersamanya.


Bahkan sampai saat ini ia belum mendapatkan haknya sebagai seorang suami.


Berbeda dengan Dini yang menganggap apa yang semua ia lakukan tidak masalah karena ia bekerja atas izin suaminya tersebut.


Setiap hari Bastian ingin berbicara dari hati ke hati tapi Dini selalu mengatakan dirinya lelah setelah seharian bekerja terpaksa Bastian mengalah dengan pernyataannya, namun dihati Bastian ia merasa semua usahanya untuk mendapatkan hati dari wanita yang sudah jadi istrinya tersebut hanya sia-sia.


Hingga malam ini ia merasa sudah kesal dengan sikap Dini yang tidak peka akan dirinya. Akhirnya ia pun mulai mengeluarkan semua keluh kesahnya yang sudah lama ia pendam.


" Kamu selalu seperti ini, tidak kah kamu menganggap ku suami hu ha? "


"Kamu kenapa?" balik tanya Dini yang tak faham arah pembicaraan Bastian.


"Aku ingin kamu lebih memperhatikan hubungan kita dari pada pekerjaan mu itu!" terang Bastian penuh penekanan.


"Ayolah Bas, aku kan bekerja atas izin mu tapi sekarang kenapa kamu mengeluhkan pekerjaan ku?"


"Hampir setiap hari kamu lembur pulang malam terus, aku ini suami mu bahkan aku merasa kau tak menganggap ku seperti itu!"


"Bukan begitu bas, aku..."


"Aku apa ha? " sahut Bastian memotong ucapannya.


"Aku tau kita menikah tidak dasar rasa cinta tapi jika kamu tidak pernah membuka hati mu terhadap ku bagaimana kita bisa menjalin hubungan layaknya seperti suami istri. Aku menerima perjodohan ini dan mencoba membuka hati ku tapi tidak demikian dengan mu." Terang Bastian.


"Maaf kan aku. Aku sudah berusaha untuk membuka hati ku tapi semua itu butuh waktu.


Aku tidak bisa membohongi perasaan ku sendiri, mungkin aku belum bisa mencintai mu saat ini tapi perlu kamu ketahui aku sudah berusaha belajar untuk mencintai mu. Sekali lagi aku minta maaf!" terang Dini.


Bastian pun akhirnya luluh dengan penuturan Dini bagaimana pun juga ia tidak bisa mamaksa perasaan wanita yang sudah menjadi istrinya itu.


"Baik lah, aku memaafkan mu tapi mulai saat ini aku harap kamu bisa membagi waktu mu terhadap ku dan pekerjaan mu." Pinta Bastian.

__ADS_1


"Aku janji mulai besok aku tidak akan ikut lembur lagi kata Dini sambil menatap wajah Bastian."


"Benarkah?" selidik Bastian sambil tersenyum mendengar yang baru diucapkan wanita itu.


"Uumm. Biar kamu ngak ngambek lagi sama aku."


"Makasih." Pekik Bastian kemudian membawa tubuh Dini dalam pelukannya.


"Semoga ini awal yang baik" gerutu Bastian dalam hatinya.


*


*


Berhubung hari ini hari libur jadi Dini bangun agak siang dari hari biasanya, ia mengerjap-erjapkan matanya sambil melihat kearah sampingnya untuk mencari sosok Bastian namun Bastian yang masih tidur dengan pulasnya sambil memeluk bantal gulingnya.


Dini pun tersenyum melihat hal itu namun dilubuk hatinya ia merasa bersalah terhadap suaminya itu, bagaimana pun juga seharusnya ia tau apa yang menjadi tugasnya sebagai seorang istri tapi di lain sisi lagi ia merasa beruntung memiliki suami seperti Bastian yang tak pernah memaksanya untuk melakukan keinginan suaminya itu.


Dini pun keluar dari kamarnya menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka berdua setelah itu ia kembali lagi ke kamar dan mendapati Bastian yang baru saja terbangun.


"Kamu mandi duluan!" perintah Dini. "Biar aku beresin tempat tidur dulu."


Uuuaahhhh


Bastian menguap sambil menutup mulutnya dengan tangannya.


Bukannya bergegas mandi Bastian malah memeluk tubuh Dini dari belakang sontak membuat Dini terkejut dengan tingkahnya itu.


"Bas...Sana mandi dulu dong!"


"Bentar lagi aja aku masih mau meluk kamu."


"Badan aku bau tau baru habis masak, udah sana mandi gak?"


"Gak!" jawab Bastian yang membuat Dini tercengang.


Bastian pun memutar tubuh Dini menghadapnya kemudian ia mencium bibir Dini dengan lembut. Dini merasa terkejut dengan ciuman yang secara tiba-tiba itu sehingga ia tak membalas ciuman itu namun Bastian terus saja mencium bibir itu perlahan ia membuka bibir milik Dini dan menyusuri seluruh isi didalamnya sampai Dini merasa susah untuk bernafas.

__ADS_1


Lumayan lama ia melakukan aktivitas itu namun merasa ciumnya tak kunjung dibalas oleh Dini ia menyudahi ciuman tersebut dan menatap wajah Dini.


Dini merasa gugup dengan tatapan itu sampai ia merasa wajahnya merah dan terasa panas menahan malu dengan sorot mata yang menatapnya itu.


Bastian kembali mencium bibir milik Dini yang menggoda itu, kali ini ciumannya itu mulai menuntut Dini sehingga sekali-kali Dini pun mulai membalas ciuman itu dan tak lagi kaku seperti tadi.


Bastian pun menuntunnya keatas ranjang dan perlahan menidurkan tubuh Dini disana tanpa melapas ciuman itu tentunya.


Semakin lama ciuman itu pun semakin menuntut, perlahan ciuman itu mulai turun keleher jenjang Dini dan mulai meninggalkan tanda kepemilikannya disana sementara Dini tanpa sadar mengeluarkan suara ******* yang membuat Bastian semakin bergairah untuk menerkam istrinya tersebut.


Lama ia bermain disana kini tangannya sudah mulai masuk kedalam pakaian Dini dan meraba gundukan yang ada disana semakin lama semakin ia perkuat rabaannya tersebut.


Sementara Dini kini sudah terbuai dengan sentuhan Lembut Bastian. Bagaimana pun juga sudah seharusnya ia menuruti keinginan Bastian untuk yang satu ini karena itu memang hak Bastian untuk mendapatkannya dan kewajiban Dini sebagai seorang istri.


Bastian terus melakukan aktivitas tangannya didalam pakaian Dini sementara bibirnya terus mencium bibir Dini membuka bibir itu dan bermain kembali didalam sana menyusuri setiap inci yang ada disana.


Ketukan pintu dari luar terdengar tapi keduanya masih terus melakukan aktivas tadi masih berusaha melanjutkan adegan itu namun ketukan itu terdengar semakin keras dan kini tidak hanya ketukan pintu saja yang terdengar.


"Bas, bas... Dini! kalian didalam kan?"


teriakan dari luar rumah.


Terpaksa Bastian menghentikan ciuman bergairah itu. "Siapa sih yang mengetuk pintu?' tanya Bastian kesal karena merasa terganggu.


"Udah kamu mandi dulu aja sana biar aku yang buka pintu." Kata Dini sambil beranjak dari tempat tidur dan berjalan meninggalkan kamar itu menuju pintu depan rumah.


Tok tok tok


Ketukan itu terdengar lagi.


"Ia sebentar" sahutnya sambil membuka pintu tersebut dan betapa kagetnya ia melihat sosok yang ada di depan pintu itu.


*


*


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2