
Fania bingung nih bagaimana kenapa juga dia sampai keceplosan, mencari topik lain pasti tidak bisa nih,
"Katakan apa maksud dari perkataan mu tadi dek!" Fania ragu untuk menjelaskan bagaimana jika kakak akan marah dan membuat nenek semakin lama di penjara tapi mau bagaimana lagi memang nenek kak Dilan memang jagat sih. Tapi bagaimana jika Papa marah? Tapi bagaimana lagi kakak sudah bertanya, apakah memang waktunya untuk mengatakan hal yang sejujurnya pada kakak.
"Dek! Jangan menyembunyikan apa pun dari kakak, katakan apa yang kamu ketahui tentang nenek, apa kamu juga tahu dek alasan nenek tidak menyukai kakak?" Fania dan Danil juga tahu akan hal itu tapi saat ingin mengatakan nya kedua kakak beradik ini ragu, mereka ragu karena apa mungkin kakak nya tidak akan menerima akan hal ini yang ada nanti kakak akan kecewa terhadap sifat nenek nya yang lebih sayang pada cucu lain di bandingkan dengan dia.
"Sebenarnya Fania dan Kak Danil sudah tahu tentang apa yang di sembunyi kan oleh Om Yusuf bukan tidak ingin mengatakan pada kakak apa yang sebenarnya terjadi tapi takutnya kakak akan kecewa jika kakak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya , " Dilan terkejut ternyata kedua adiknya sudah tahu tapi kenapa mereka tidak mengatakan apapun apa yang mereka takut kan, apakah benar apa yang selalu di katakan oleh ayah nya jika nenek tidak pernah sayang pada dia. Dan lebih sayang pada adik nya di banding kan dirinya.
"Tapi mengapa, mengapa kalian berdua tidak mengatakan apapun. " Danil masuk dalam ruangan tatapan kedua saudara itu saling bertemu.
Dilan segera menarik lengan adiknya dan meminta Danil untuk mengatakan hal yang sejujurnya, karena apa Fania tidak mau mengatakan apa pun. Seolah olah dia takut dengan seseorang, ayah nya tidak akan memarahi mereka kok.
"Kakak.... Kenapa sih... Main narik orang saja. Dan kau Fania kenapa kau menatap kakak mu seperti itu? Memang ada yang salah dengan ku?" Fania sebenarnya ingin memberikan kode tapi nyatanya kakak nya kali ini tidak tahu apa maksud nya seperti ini.
"Katakan apa yang kamu ketahui tentang keluarga kakak. " Danil memandang Fania dengan tatapan aneh owh jadi dia dari tadi mengkode dia tapi dia malah tidak ngeh hadah.
__ADS_1
"Keluarga kakak? Siapa? Kok malah balik nanya sih, ya papa dan mama kenapa nanya. " Dilan membuang napas kasar.
"Bukan itu yang ingin aku ketahui, apa yang kamu ketahui tentang ayah ku. Terutama nenek ku?" Fania menggeleng bisa hancur nih perasaan Kakak nya jika mengetahui jika dia bukan lah anak yang di inginkan nenek nya. Bukan cucu yang di harapkan.
"Owh... Itu bilang dong, memangnya Fania tidak cerita?" Fania segera menarik lengan kakak nya ini buset nih orang selalu jujur deh apa yang akan di lakukan kakak nya jika dia tahu jika neneknya orang jahat.
"Dia tidak pernah mau mengatakan apa pun padaku, sekarang kamu katakan.... Apa yang kamu ketahui tentang keluarga ku. "
.
"Baiklah jika kakak memaksa, aku akan cerita tapi janji tidak akan marah pada kami berdua, adik kakak ini tidak sengaja mendengar nya. "
"Dia puluh empat tahun yang lalu... ayah mengadopsi kakak, ibu kakak sudah meninggal saat kakak di lahir kan. " Dilan mendengus jika itu sih ayah nya sudah menceritakan nya tapi setiap kali dia ingin tahu tentang nenek apa lagi kakeknya ayah tidak mengatakan apa pun itu yang membuat nya penasaran.
"Jika itu mah aku juga sudah tahu kalik dek, aku hanya ingin tahu kenapa ayah tidak menyatakan apa pun, tidak mempertemukan diriku dengan nenek. " Danil bingung harus bagaimana katakan saja apa tidak ya, kan nenek Kak Dilan tidak suka dengan kak Dilan bagaimana nih.
__ADS_1
"Kata papa, alasan Om Yusuf tidak mau memberi tahu tentang nenek kakak adalah Om Yusuf tidak ingin kakak menderita sama seperti ibu kakak, karena nenek kakak tidak suka dengan ibu kakak. Dan kakak harus tahu satu hal yang membunuh dan merencanakan mencelakai ibu kakak adalah nenek dan ibu tiri kakak. Jadi kenapa selama ini ayah kakak itu tidak mengizinkan kakak dekat dengan nenek kakak sendiri karena kakak tidak ingin jika.... "
"Kakak di perlakuan sama dengan ibu kakak... " Lanjut Fania membuat Dilan terkejut jadi selama ini alasan ayah nya tidak ingin menceritakan hal ini karena menang sejak dia lahir nenek tidak suka dengan dia. Pantas saja ayah tidak mau mengantarkan nya pada neneknya.
" Dan yang kami berdua tahu nenek kakak di penjara, ayah kakak yang melaporkan nya. "
"Ayah
....... "
Dilan tidak mau dengar lagi dia segera bergegas meninggalkan kantor dan mencari keberadaan neneknya.
"Fania kenapa kakak seperti nya sangat marah sekali... " Fania juga tidak tahu tapi sekarang yang lebih penting bagaimana jika kejar Dilan saja sebelum kakak nya membuat ulah.
"Kakak... Kenapa harus jujur pada kak Dilan, kakak kan tahu emosi kakak itu tidak stabil. " Danil juga tahu akan hal itu lalu mengapa?
__ADS_1
"Terus... "
"Nih kakak satu bukan nya kejar kak Dilan... Di marahin papa nanti kita... " Mendengar hal itu dia baru sadar jika tidak seharusnya dia menceritakan hal ini....