Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Harus


__ADS_3

Suasana dingin masih menusuk ke pori pori sosok wanita tengah duduk memandang langit yang belum terang sepenuhnya.


Tadi malam dia sudah bertengkar dengan suaminya, ya memang sih sebenernya dia yang salah masa dia ingin menemui pria lain ya tentunya suaminya marah.


Di sudut lain Wulan nampak sudah berada di depan rumah, dia melihat lagi alamat yang di berikan ayahnya padanya.


Ya memang benar sih ini alamatnya tapi tiba tiba ia merasa ragu, apa mungkin dia salah alamat? Rumah semewah ini tapi mana mungkin seseorang itu salah memberikan alamat.


Dengan beberapa helaian napas panjang Wulan menekan bel.


Tak berselang lama datanglah satpam dan segera menanyakan pada Wulan apa maksud dia datang sepagi ini.


"Maaf, anda mencari siapa ya?" tanya Satpam itu dengan sopan.


"Bolehkan saya bertemu dengan Fiani, saya harus berbicara padanya." ucap Wulan seraya memohon.


Tak jauh dari gerbang sosok Faam muncul dia seperti tidak asing lagi dengan wanita yang berada di belakang gerbang.

__ADS_1


Satpam itu menghampiri Faam yang kebetulan sedang mencari keberadaan Fiani.


Ya memang gara gara dia juga Fiani sampai marah padanya.


"Maaf tuan, ada yang mencari Nona Fiani." Faam segera meminta satpam untuk pergi kali ini dia harus memastikan apakah wanita itu sama dengan wanita yang ada di warung mie ayam level itu atau hanya mirip saja.


Faam berjalan perlahan sambil mengawasi logat wanita itu, memang sih dia tidak terlalu jelas melihat karena mata hari saja belum muncul.


Awan saja masih tampak keabu-abuan.


"Bukankah kamu Wulan?" tanya Faam yang membuatmu Wulan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kenapa kamu bisa tahu rumah ku?" Wulan tidak menjawab.


"Biarkan saya masuk dulu, setelah itu akan saya jelaskan maksud kedatangan saya." Faam segera membuka gembok dan mempersilahkan Wulan masuk.


"Katakan dari mana kamu mendapatkan alamat rumah ku?" Wulan memberikan kartu nama kepada Faam.

__ADS_1


Faam membuatkan mata, kenapa Wulan bisa mendapatkan kartu namanya? Siapa yang memberikan kartu namanya pada Wulan jangan jangan?


"Seorang pria yang menemani Fiani saat makan mie ayam kemarin sore." Faam jadi tahu siapa tersangka nya pasti ini Rendra tuh bocah memang selalu membuat masalah saja.


"Lalu buat apa kamu datang kemari?" Wulan diam memang nya Faam harus tahu menahu soal hal ini ya?


"Saya harus menemui Fiani, karena ada masalah besar. Anda tahu kan wanita yang selepas anda pergi kemarin itu ingin membuat masalah pada Fiani. Saya sebagai sahabatnya dari SMA tidak ingin sampai Fiani terluka. Karena apa wanita itu akan berbuat semau dia agar apa yang dia inginkan tercapai." Faam sedikit berpikir wanita apakah wanita yang di ceritakan Rendra kemarin itu.


Apa dia juga yang ingin membuat masalah, awas saja jika memang benar dia adalah pelakunya.


"Ini juga berhubungan dengan Hikmal mantan pacar Fiani. Dia sekarang Koma mungkin sudah tiga tahun lamanya." Faam mendengarkan saja.


"Koma? Kenapa bisa?" tanya Faam dalam hatinya.


"Kenapa bisa?" tanya Faam yang malah kepo sendiri dia juga kasihan tapi dia juga cemburu jika ada orang yang meminta istrinya menemui pria lain.


"Dulu saat pernikahan antara Hikmal dan Sonia. Hikmal melarikan diri, dia mencari keberadaan Fiani. Dia juga meminta bantuan dariku dia datang sambil mengenakan jas. Dan saat itu saya bertanya dia menjawab jika dia tidak menemukan Fiani. Mungkin saat itu dia juga sudah putus asa dan kejadian naas itu pun terjadi." jelas Wulan yang mengetahui kejadian itu karena apa Wulan yang saat itu ada di tempat kejadian.

__ADS_1


"Owh... "


"Kok cuma owh sih!" pekik Wulan merasa sebal dengan Faam.


__ADS_2