Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Salting


__ADS_3

"Memang kamu bos sih? Tapi jangan memanfaatkan jabatan mu sayang." Faam segera mencubit kedua pipi Fiani. Bos kan memang seenaknya memangnya nih Fiani tidak tahu apa?


"Aku tidak memanfaatkan jabatan kok sayang ku... Aku hanya ingin berlibur bersama mu karena apa. aku terlalu sibuk belakangan ini, aku juga ingin bersama dengan istri dan calon anakku iya kan sayang." Faam mengusap perut buncit istrinya.


"Nak apa kamu kangen sama ayah, pokoknya ayah akan selalu menjaga dirimu dan ibumu."


"Apakah ucapan mu benar Sayang? Semoga saja iya karena aku juga tidak ingin berpisah dengan dirimu."


"Nah sekarang jangan terlalu memikirkan Ardan dan Rendra karena apa? Aku sudah menggaji mereka dengan sepadan deh pokok nya, kan aku bos."


Nah kan rese nya sudah nampak ya memang bos sih namun jangan keterlaluan kan kasihan dia orang itu apalagi Ardan kan juga baru saja menikah kasihan kan Rendra kerja sendirian.

__ADS_1


"Memangnya kamu lupa apa bagaimana sih? Ardan kan baru sama menikah pasti yang kerja ya Rendra sendirian kamu ini memang jahat lah." omel Fiani dengan memperlihatkan wajah jeleknya.


"Sebenarnya aku juga sudah menyuruh seseorang untuk mengantikan Ardan untuk sementara waktu... "


"Maksudmu siapa sih sayang? Cowok juga kah?" Faam menggeleng dan tertawa sendirian.


"Nih suami ku kenapa juga sih? "


Di tempat lain Rendra pekerjaan nya sangat banyak, kakak nya pergi untuk bulan madu biasanya dia akan di omeli karena kerjanya lemot, jika ini mah bukan lemot lagi sudah seperti seekor siput yang sedang tidur.


"Selamat siang, maaf saya terlambat, saya di tugaskan Tuan Faam untuk mengantikan tugas Tuan Ardan di sini jika Tuan Ardan sudah kembali bekerja saya di tugaskan untuk menjadi asisten pribadi Tuan." Dari tadi mata Rendra hampir lepas karena yang ada di depannya ini bak bidadari turun dari langit cantik sekali, nah ini mah bisa semangat kerja nampaknya.

__ADS_1


"Aku kira Tuan Faam hanya bercanda, ternyata Tuan Rendra sangat tampan, eh jangan sembarangan dong Dea. Ingat kamu di sini hanya sementara menggantikan posisi Tuan Ardan jangan malah salah tingkah karena melihat wajah Tuan Rendra yang sangat tampan itu.


" Kenapa hanya diam? Apakah kamu tidak tahu tugasmu?" tanya Rendra yang sok cool padahal dia ini sudah dak dig duk ser melihat wanita cantik yang ad adi hadapannya.


"Tidak Tuan," jawabnya seraya malu-malu.


"Dasar Tuan Faam jika seperti ini mah tidak bakal fokus kerja yang ada malah melamun kan dirinya saja, hah memang pintar memilih karyawan yang cantik di kantor ini, cuci mata setiap hari.


" Kemari?" pinta Rendra sembari melambaikan tangan nya.


Gadis itu malu malu untuk menghampiri Rendra yang masih duduk di kursi nya tidak beranjak sedikit pun hanya kursi nya maju beberapa senti dari tempat awal.

__ADS_1


"Hey, jangan menundukkan wajahmu seperti itu, saat ini kita tim loh ini ambil setelah kamu periksa dengan teliti lapor kan padaku." Dea tersenyum dan segera mengambil beberapa dokumen dengan cepat bahkan dia sampai berlari karena tidak ingin di lihat oleh pria tampan yang bahkan dia tidak tahu namanya.


"Tuh anak kenapa juga langsung lari, padahal aku tidak ada niat untuk memangsanya apa dia takut padaku ya apa akun ini serem?"


__ADS_2