
"Emang jurusan kamu apa?"Tanya Erland.
"Jurusan saya IPA,lagian Bapak tahu sendiri kan mana ada orang IPA tahu hal beginian,lihat ini rancangan kerja proyek membangun Rumah sakit dengan alat canggih?terus ini apa?tentang kanker otak,terus ini tentang rancangan anggaran?terus terang saya pusing Pak"Kata Mayra sambil menyodorkan dokument sambil memijit keningnya.
"Sini Saya jelasin..."Kata Erland mengambil dokument dan menjelaskan tentang isi nya.
Di jelaskan Erland,bukan membuat Mayra mengerti,Dia malah salah tingkah.
Gimana tidak salah tingkah bila posisi Erland menjelaskan sangat mengganggu jantungnya.
Posisi Erland yang berdiri di samping Mayra dan berusaha menunduk untuk mensejajarkan posisinya,dimana hanya beberapa centi posisi mereka.
Mungkin kalau Mayra menoleh pasti bibirnya akan menyentuh pipinya Erland.
Makanya Mayra berusaha menjaga posisi terbaik agar tidak menoleh,karena itu akan membuat diri nya malu.
Ah...pura pura jadi orang bodoh memang ga enak,dan ini kenapa Ya Allah...jantung rasanya ingin meledak,semoga Dia tidak mendengar suara jantung ini.
Erland menghentikan penjelasannya dan memandangi Mayra,Dia mencium wangi parfum wanita yang di samping nya.
Tapi sayang parfum itu bukan parfum nya Mayra di masa remaja.
Kesunyian dalam ruangan kantor pun dengar hanya terdengar suara detik jam berjalan dan suara deru jantung dari dua raga yang bersahutan.
"Kenapa suara jantung mu seperti itu?apakah kamu mencintai saya?"tanya Erland tiba tiba yang mengagetkan Mayra dan menoleh ke arah Erland.
Cup..
Mayra pun kaget setelah bibirnya tanpa sengaja mencium pipi Erland.
Wajah nya menjadi merah merona,untung Dia memakai topeng wajah,kalau tidak mungkin Erland akan melihat muka nya yang sudah seperti tomat .
Dia pun berusaha menggeser tempat duduknya dan menjauh dari Erland,tanpa sadar bo**** nya mulai tergeser dan hampir jatuh.
Mayra sempat berteriak karena Dia merasa akan terjatuh dari kursi.
__ADS_1
Aaaa...
Bukk...
Reflek Erland menarik Mayra dan tanpa sadar wajah Mayra menabrak dada bidang Erland.
Mayra kaget,ke sekian detik Mayra mendengar suara deru jantung Erland yang bertalu talu.
Mayra tersentak kemudian berusaha melepaskan dari pelukan Erland.
"E...maaf pak,saya tidak sengaja "Kata Mayra berusaha menjauh dari tubuh Erland.
"Bilang saja kamu ingin saya peluk to?sudah mencuri ciuman pipi saya terus ingin minta peluk ya,habis itu apa mau tidur dengan saya?"Kata Erland sambil mengatur deru jantung yang semakin kencang semenjak Dia di cium .
"Idih...apa apa an sich Pak....lagian salah Bapak sendiri,kenapa tu muka deket deket sama muka saya?ya jangan salahkan Saya,bilang aja Bapak yang ingin dekat sama Saya,dan lagian suara jantung saya kenapa?perasaan suara jantung semua sama,cuma tadi saya dengar suara jantung Bapak kaya habis maraton,tadi Bapak habis naik tangga ya ke lantai ini?"Jawab Mayra dan berusaha menjauh dari Erland.
Bisa bisa jantung gua keluar,terus gua koit....hi...gua belum mau koit,soalnya gua belum bisa mengambil alih Rumah sakit punya Kakek
"E....itu...."Jawab Erland sambil garuk garuk kepala nya.
"Emang kamu sudah paham?"Tanya Erland karena Dia merasa belum sepenuhnya menjelaskan isi Dokument nya.
"Bapak tenang aja,ini Saya buat dulu...nanti tolong di koreksi"Kata Mayra mulai mengetik di laptopnya.
Kesunyian di dalam kantor akhir nya menemani mereka,hanya suara ******* nafas yang terdengar.
Erland kembali di tempat duduk nya dan sekali kali melirik ke arah Mayra.
Dia melihat Mayra sedang menggigit pensil,gerakan itu mengingatkan Erland kepada Mayra.
Ya...kebiasaan itu sering di lakukan Mayra kalau sedang fokus dan berpikir.
Apakah kamu Mayra?apakah setelah pengeboman itu wajah kamu jadi berubah seperti itu?
Tanpa terasa jam makan siang pun mulai tiba,Mayra menyelesaikan tugasnya dan tidak lupa mengirim email ke Erland,dan kemudian Dia beranjak untuk mencetak berkas yang sudah Dia buat.
__ADS_1
Kamu mau kemana?"tanya Erland waktu melihat Mayra bangkit dari sofa.
"Ni mau cetak ini Pak..."Kata Mayra.
"Tidak usah..biar Ferdi aja yang mencetak berkas,mesin printer nya di ruang Ferdi,cukup kamu kirim ke Email Ferdi"Kat Erland sambil membuka email yang di kirim Mayra.
"Ini apa?"Tanya Erland sambil melihat emailnya,Selain berkas yang sudah di revisi,Dia juga menerima tentang keadaan perusahaan yang sedang mengajak kerja sama.
"He..maaf Pak..itu tidak sengaja saya tadi mencari info tentang Perusahaan Elang Perkasa,Sebelum kita melakukan kerjasama dan Bapak memberi Investasi bukannya kita harus tahu untung dan ruginya setelah kita melakukan investasi,jadi dengan adanya kondisi perusahaan tersebut Bapak bisa mempertimbangkannya,walaupun Dia seorang kerabat atau teman"Kata Mayra sambil membereskan laptop nya.
"Ternyata kamu cukup tahu juga tentang bisnis dan Investasi?Saya tidak percaya kalau kamu cuma lulusan. SMA?"Kata Erland.
"Idih...Bapak...kok ga percaya sih...beneran Saya cuma lulusan SMA,boro boro lanjut kuliah,buat makan aja susah"
"Itu Saya kan tahu dari saluran televisi,ya karena sering nganggur dan tidak kerja Saya pergunakan melihat berita tentang Bisnis dan Investasi"Kata Mayra berusaha meyakinkan Erland.
Dia tidak menyangka kalau Erland akan curiga tentang pernyataannya,tadinya Dia tidak mau menyelidiki tentang Elang Perkasa,tapi karena jiwan Kepo nya terlalu mendominasi jadinya Dia mengeluarkan ilmu meretas dan hasilnya sangat membingungkan.
"Bukannya orang seperti kamu sukanya nonton sinetron atau Drakor?"
"idih Bapak tahu aja soal sinetron atau Drakor?kalau Saya sich..ga mau nonton begituan..Hidup Saya itu sudah penuh drama,jadi buat apa nonton drama lagi,bikin pusing aja,kan lebih baik nonton yang berguna "
"Terus bagaimana kamu bisa tahu meretas data?"
"Eh...itu...e....Saya belajar dari teman seorang ahli IT"Kata Mayra sambil garuk garuk kepala takut jawaban nya membuat curiga Erland.
"Kamu punya teman IT?siapa namanya?mungkin saya kenal?karena Saya juga seorang IT?"Kata Erland.
"E...sebenarnya bukan teman nyata sih Pak ..tapi teman Online,waktu itu tidak sengaja Saya sedang ada masalah dengan perusahaan tempat saya bekerja,dan mereka menahan gaji kami selama tiga bulan karena perusahaan pailit,tapi berkat Dia kami di bantu ."
"Dia meretas Data perusahaan dan melaporkan ke kepolisian akhirnya sang Bos di panggil dan di tuntut membayar gaji dan di penjarakan"
"Terus siapa nama IT itu?kaya nya belum pernah mendengar kasus semacam itu?"
"Ya..jelas Bapak tidak tahu..perusahaan itu bukan perusahaan besar,terus selama ini Bapak di luar negeri jadi mana tahu berita lokal seperti ini"
__ADS_1
"Benar juga sih...tapi kalau boleh tahu siapa nama IT itu?Tanya Erland penasaran