Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Wanita itu lagi


__ADS_3

Dilan dan kedua adiknya masih belum tidur, yang jelas mereka bertiga memikirkan tentang ucapan mama dan papa mereka.


Apa mungkin papa dan mama akan marah jika mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Dek, menurutmu papa dan mama akan marah tidak!" dengan nada seperti bingung Dilan bertanya pada kedua adiknya.


"Marah? Kenapa papa harus marah?" Dilan hanya diam seperti nya papa. dan mamanya tidak percaya dengan dirinya.


"Itu kata mama, besok mama tidak akan mengantar kan kita, papa yang akan mengantarkan kita." Fania tersenyum memangnya kenapa papa yang mengantarkan nya?


"Memangnya kenapa jika papa? Sudah lah kak, jangan seperti itu kakak itu tidak salah sudah lah. " Danil juga berkata hal yang sama kan memang benar, yang salah itu bukan dirinya melainkan anak dari tante Mega.

__ADS_1


"Tapi... "


"Kakak... lebih baik kakak tidur saja, besok kan kakak akan jadi dewa penolong untuk kita lagi. " Danil tersenyum nih adiknya benar benar mengada ngada saja.


Fiani sudah menyiapkan makanan untuk ketiga anaknya Faam juga sudah bersiap untuk mengantar kan anaknya sekolah.


Di tempat lain


Yusuf merasa muak dengan ibunya dia sekarang merasa sangat marah lagi padanya padahal dia juga sudah memberikan apa yang ibunya inginkan lalu apa lagi.


"Anak? Lagi?" Yusuf sangat amat heran kenapa harus mempunyai anak lagi bukan kah Fifi juga sudah memberikan dirinya cucu?

__ADS_1


"Bukan kah menantu kesayangan mama sudah memberikan ibu cucu?" Dara mengangguk memang benar Fifi sudah memberikan dirinya seorang cucu laki-laki tapi entahlah semarang nih ibunya memikirkan tentang apa lagi?


Dara juga tidak memungkiri akan hal itu tapi entahlah jika di lihat lihat tuh Ronal tidak ada mirip mirip nya dengan Yusuf apalagi dengan Fifi dia jadi tidak yakin apalagi ada seseorang yang mengatakan jika Fifi itu bukanlah menantu yang baik ya memang dia tidak percaya sepenuhnya tapi ucapan seseorang itu benar bahkan jika di pikir kan lagi ya memang benar adanya.


"Tapi, entahlah pokoknya kalian harus memiliki anak lagi bagaimana pun caranya." Yusuf bingung nih ibunya kenapa sih padahal anak nya tidak dirinya saja loh ada putri nya juga Dian.


Anak Dian lahir perempuan sangat amat manis usianya mungkin hampir empat tahun, Yusuf hanya ingin mencari keberadaan anaknya itu saja, Jery pun tidak ada kabar kemana sih perginya laki-laki itu kenapa dia menghilang kan diri saat dia tengah memikirkan cara mencari keberadaan Cantika.


"Sudah lah bu, jangan memaksakan diri untuk membuat diriku semakin bingung, aku hanya ingin pergi mencari anak dan istri ku, aku sangat merindukan dirinya." Dara sangat sebal nih anak padahal sudah mempunyai istri masih dana memikirkan wanita itu lagi, apa sih yang membuat Yusuf selalu saja memikirkan wanita itu? Padahal waktu sudah berlalu lebih dari lima tahun tapi nama wanita itu yang selalu dia dengar setiap hari.


Plak

__ADS_1


Satu tamparan lagi mendarat di pipi Yusuf. Kenapa nih anak selalu saja memikirkan tentang wanita itu lagi dan lagi.


Yusuf tidak memperdulikan ibunya dia memalingkan wajah dan berlalu pergi meninggalkan ibunya.


__ADS_2