
Ana melihat Yuda yang hanya diam saja nih ada apa dengan Yuda tumben tuh anak diam memang mulutnya lagi sariawan kah apa bagiamana?
Pandangan mata naya tidak henti hentinya menatap calon istrinya tidak di sangka dia kan mendapatkan restu dari ayah dan ibunya, seraya ingin di peluknya dunia ingin dia mengatakan jika kali ini cintanya menang.
Pelangi kali ini berpihak padanya, semoga dia akan mendapatkan cinta yang sesungguhnya dari Ana.
"Tuh mata, bisa biasa saja tidak sih?" tanya Ana yang merasa bingung dengan calon suaminya tuh mukanya tuh nyebelin banget eh tapi sayang kok sayang pake banget tenang enggak ada sandal yang melayang kok. Yang ada hati ini lagi terbang sampai ke awan bertemu dengan bulan menyampaikan rindu yang tiada tertahankan.
"Ya Tuhan, calon istri, aku itu mengagumi dirimu memang nya salah, seharusnya kita itu pergi mencari cincin dua hari lagi kan pertunangan kita berdua. " Ana terkekeh nih calon suaminya bisa aja eh tapi bener kok dia kan memang akan bertunangan hah nih badan rasanya enggak karuan.
"Aku kira kamu lupa?" Gerutu Ana.
__ADS_1
"Sayangku, jangan seperti itu lah, mana aku melupakannya, aku sangat ingin menjadi kan dirimu wanitaku seutuhnya bagaimana jika nanti kamu ke apartemen ku aku akan memberikan dirimu hadiah deh. Tapi bagaimana jika pernikahan kita kita majuin aja menjadi minggu depan." Ana menggaruk kepalanya owh dia tahu pasti dia ingin macam macam. padanya tapi tidak sama sekali tidak akan terlaksana sampai mereka benar-benar sah.
"Ih mesum kamu itu ya, aku makan mau?" Yuda tersenyum dan mencubit pipi Ana.
"Jangankan kamu makan sayang ku, kamu telan kamu apakan aku Terima saja kok asal itu kamu yang melakukannya. " Ana semakin sebal niat hati ingin mengancam nih dia malah ngegombal dasar calon suami mesum.
"Jangan gila. deh kamu.. "
"Aku itu tergila gila padamu, sekarang yuk kita cari cincin, pokok nya yang indah di hari manis kamu, ah sekalian beli gelang, kalung ah tidak stau set deh biar kamu bahagia. " Ana menggeleng saja dasar bucin.
Seorang pria yang tidak lain adalah ayah dari Yuda terkekeh saja ternyata memang benar apa yang dikatakan oleh Bos Faam seharusnya dia membiarkan Yuda memilih pasangan hidupnya sendiri melihat Yuda dan Ana seperti itu hati orang tua mana yang tidak bahagia, berbeda dengan dulu bahkan Yuda kerap kali melawan namun semenjak dia merestui hubungan anaknya dengan Ana melihat Yuda menjadi anak yang penurut dia menjadi bahagia.
__ADS_1
"Bos sekarang ayok kita pergi kita harus ada miting penting bersama Bos Faam. " Hans berdiri dari tempat duduknya tak karyawan nya mengatakan hal yang demikian.
"Di mana miting akan di laksanakan?" Karyawan itu menunjuk sebuah foto dimana lagi jika bukan di rumah Faam sendiri karena apa semenjak Faam mempunyai dua jagoan dan satu malaikat kecilnya dia tidak pergi ke mana mana, dia hanya berfokus pada tiga anaknya yang sangat imut itu. Apa lagi istrinya juga masih belum bisa melakukan apa apa sendiri.
Ana dan Yuda pergi untuk membeli perlengkapan untuk acara seharusnya acara nikahan saja.
"Eh bukankah itu ayah kamu?" Yuda mengalihkan pandangan eg ternyata benar apa yang di lakukan ayahnya di tempat ini?
"Ayah apa yang ayah lakukan?" tanya Yuda yang ingin tahu.
"Apa yang sedang ayah lakukan? Ayah datang bersama ibumu, dia ingin mengambil pesanan perhiasan untuk calon menantu nya. " Ana di buat tersenyum ternyata kedua orang tua ini termasuk Pak Hans menang benar benar sudah menerima kehadiran dirinya, syukur lah.
__ADS_1
Yuda memeluk calon istrinya, kenapa orang tuanya tidak menyetujui hubungan mereka dari dulu? Nah jika gini kan enak.
"Ya sudah sekarang kamu pilih deh." pinta Hans