
Di lembaran berikutnya, ada tangan bulan dan tahun dia ingat waktu itu dia masih SMA mungkin sepuluh tahun lalu, dia ingat dia masih kelas satu.
Setelah putus dari pacarnya karena di khianati Hikmal memilih untuk tidak mencintai.
"Ini kan?"
Flashback on
"Wulan yang ada di sebelah mu itu siapa?" Wulan yang tadinya diam karena merasa kesal pun malas untuk menjawab.
"Tanya sendiri, punya mulut kan?" Hikmal terkekeh dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mendekati Fiani yang sedang asik menikmati makanan.
"Cewek kenalan dong." Fiani jangankan melirik Hikmal dia malah asik menikmati makanan nya.
__ADS_1
"Jangan terlalu jual mahal gitu lah." pekik Hikmal sambil cengengesan.
"Wulan, kita pergi yuk, disini ternyata panas." Tatapan mata Fiani pun melirik dengan tajam seakan memberitahukan Hikmal untuk menjauh. Namun dasarnya Hikmal yang tidak peka susah di bilangin sudah tahu di tolak masih saja berharap.
"Eh tunggu aku belum kenalan dengan dirimu hey... " teriak Hikmal segera menarik lengan Fiani dan Fiani segera membuang tangan Hikmal dengan kasar yang jelas tidak ada yang boleh dekat dengan dirinya kecuali wanita seperti dirinya.
"Apa? Mau aku tonjok?" tanya Fiani sambil mengancam.
"Tidak hehe.. " jawabnya yang segera membiarkan Fiani dan sahabatnya Wulan untuk pergi, dari kapan Wulan mendapatkan teman baru dan dia cantik lagi. Hah dasar tidak adil.
"Matamu itu kelilipan apa gimana?" Fiani sangat kesal karena dari tadi nih pria melihatnya terus memang dirinya ini aneh apa bagaimana?
"Ah tidak kok, aku itu menggagumi dirimu." Fiani yang mendengar hal itu membuat malas saja enakan baca buku saja deh malas jika harus meladeni pria aneh ini.
__ADS_1
"Nih, teman mu kenapa sih Wul, membuatku merasa malas saja, aku pergi ya ke perpus dia terlalu berisik menganggu diriku membaca saja." Fiani berlalu dan tidak menoleh lagi kenapa pria itu selalu saja menganggu dia saja malas.
"Hey aku belum selesai bicara... "
"Kenapa sih dengan si Hikmal kenapa dia tidak memandangi diriku padahal yang mencintai ya itu aku bukan orang lain."
Flashback off
"Ternyata kamu mencintai diriku dari SMP, tapi aku yang tidak pernah mengerti tentang dirimu, jangankan mengerti bahkan aku terang terangan membuat hatimu terluka, tapi kenapa kamu tidak pernah bilang padaku jika kamu itu mencintaiku, apa mungkin aku yang terlalu tidak memandang dirimu apa aku yang salah karena mengganggap dirimu sebagai teman, maafkan diriku yang tidak pernah memandang dirimu layaknya orang yang lebih. Karena aku mengira jika kamu itu tidak mempunyai perasaan apapun terhadap ku jadi karena aku tidak ingin membuat mu kecewa aku tidak terlalu mendekati mu, aku hanya menganggap dirimu sebagai adik dan tidak lebih, namun sekarang aku berjanji pada diriku untuk mencintai mu. Melupakan rasa cintaku, melupakan rasaku yang tidak seharusnya aku ingat lagi apalagi Fiani sudah mempunyai orang yang sangat berarti dalam hidupnya. Sudah mempunyai calon anak. Mana mungkin diriku tega membuat orang lain terluka karena keegoisan diriku.
Wulan segera duduk karena melihat Hikmal yang sangat serius.
"Serius amat sih, bacanya."
__ADS_1
"Memangnya kamu mencintaiku memang dari SMP?" Wulan mau bilang apa jika dia jujur memangnya Hikmal akan mempermasalahkan nya apa tidak?