Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Episode 36. Mencari tau tentang Dini


__ADS_3

Setelah menempuh waktu dua jam perjalan akhirnya tiba ditempat dimana Bastian pernah tinggal hidup bersama Dini di perumahan yang sudah disediakan untuk tempat tinggal Bastian selaku manager di perusahan itu.


Bastian menatap keseluruh ruangan yang pernah ia tinggali itu namun tidak sedikit pun ia mengingat dan merasakan kenangan yang pernah ada disana.


Kevin ikut masuk membawakan koper milik Bastian dan meletakkan koper tersebut didekat sofa kemudian mendudukkan tubuhnya diatas sofa.


Bastian yang sudah lebih duduk disana menyandarkan punggungnya di sandaran sofa, menatap langit-langit ruangan itu dengan tatapan kosong.


"Besok pagi bude Asih akan datang seperti biasa menyiapkan sarapan dan bersih-bersih disini. " Jelas Kevin kepada Bastian.


"Umm! " Sahut Bastian tanpa melihat kearah lawan bicaranya.


"Jika tidak ada lagi yang kau perlukan aku pulang dulu. " Pamit Kevin berdiri dari duduknya.


"Tunggu! " cegah Bastian menghentikan langkah kaki Kevin yang baru saja beberapa langkah dari tempatnya.


"Ada apa? " Kevin berbalik menatap Bastian yang sedang membenarkan posisi duduknya.


"Apa kau tau bagaimana hubungan ku sebelumnya dengan Dini? " tanya Bastian kepada Kevin berharap mendapatkan sebuah fakta baru tentang hubungan nya dengan Dini yang berstatus sebagai istrinya tersebut.


"Bas, bas.. Siapa coba yang tidak tau jika Dini itu adalah istri mu! hanya kau saja yang tidak mengingat apa pun. " Terang Kevin kembali duduk di tempat semula.


"Aku tau jika dia itu adalah istri ku yang aku tanyakan hubungan kami seperti apa? karena yang aku tau kami menikah karena sebuah perjodohan bukan karena dasar cinta. Dan jangan bilang kau tidak tau jika aku menikahinya hanya karna untuk menggantikan posisi Selo pada waktu itu. " Jelas Bastian panjang lebar.


"Ck," Kevin tersenyum getir. "Kau bahkan sudah mencintai dan mengejarnya sewaktu kita masih sekolah dulu. Tapi karna kecantikan Dini banyak laki-laki yang menginginkan dia sebagai pacar mereka dan pada saat bersamaan ternyata Selo juga berniat mendekati Dini. Dan kemudian kau memutuskan untuk mundur tapi pada kenyataannya Dini juga tidak bersama dengan Selo pada waktu itu." Jelas Kevin mengatakan kebenarannya.

__ADS_1


"Setelah kita lulus Dini tak ada lagi kabar dalam waktu yang cukup lama dan tiba-tiba kedua orang tua mu mendesak Selo untuk menikah dengan Dini. Tapi diluar dugaan pada hari pernikahan mereka akan diadakan Karin datang meminta pertanggung jawaban dari Selo kepada anak yang sedang ia kandung. Kemudian kau menggantikan Selo agar keluarga kedua belah pihak tidak menanggung malu karena masalah yang ditimbulkan oleh Selo." Tutur Kevin lagi mengingat semua kejadian tersebut.


Bastian mulai memikirkan semua apa yang dikatakan oleh Kevin kepadanya. Pikirannya kini berusaha mengingat kembali namun tidak ada hasilnya malah ia terlihat kesakitan.


"Kau baik-baik saja? " Tanya Kevin yang melihat Bastian sedang memegangi kepalanya.


"Tidak apa, aku baik-baik saja kau pulang lah aku akan istirahat sekarang! " Pinta Bastian.


"Baiklah. Jika perlu sesuatu hubungi aku! " Ucap Kevin sebelum pergi meninggalkan Bastian.


"Apa semua yang dikatakan oleh Kevin benar? " Bastian menghela nafasnya panjang. Kemudian ia berjalan menuju kamarnya sambil membawa koper miliknya. Menatap seluruh sudut ruangan itu seolah sedang mencari sesuatu.


"Apa disini juga tidak ada kenangan yang bisa mengingatkan ku kepada Dini dimasa kami tinggal bersama? " Ucap Bastian bertanya pada dirinya sendiri. "Ah,,, sepertinya tidak ada. " Lirih Bastian sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang miliknya yang ada didalam kamar tersebut.


"Kau cepatlah untuk mengingat sesuatu walau hanya sedikit saja! " Bastian memukul- mukul kepalanya sendiri.


"Ia. " Jawab Bastian singkat dan tentunya sedikit canggung karena Bastian belum terbiasa kembali dengan situasi yang ada.


"Silahkan nak Bastian, bude udah siapin. " Suruh Bude Asih. "Nak Dini tidak ikut kesini ternyata padahal bude sudah lama tidak bertemu dengan beliau. " Tutur bude Asih.


"Dia masih ada urusan bude." Bohong Bastian tidak ingin berbicara jujur dengan keadaan sebenarnya diantara dia dan istrinya tersebut. Karena menurutnya tidak baik jika mengatakan semua yang terjadi didalam rumah tangga nya kepada orang lain.


"Oh begitu, kalau begitu bude kebelakang dulu nak Bastian! " Pamit bude Asih hendak meningalkan Bastian yang sedang melahap sarapan paginya.


"Bude... " Panggil Bastianembuat bude Asih menghentikan langkahnya dan kembali mendekat kepada Bastian.

__ADS_1


"Ada apa nak Bastian? " tanya bude Asih dengan sopan.


Bastian menghentikan sarapannya sejenak. "Bude mungkin sudah mendengar tentang keadaan ku sekarang kan? jika aku kehilangan ingatan ku. " Selidik Bastian menatap bude Asih.


"Ia nak Bastian, bude sudah mendengar kabar itu. " Tutur bude Asih.


"Bisakah bude menceritakan sedikit saja tentang Dini kepada ku? karna sampai detik ini aku belum juga mengingat hubungan dan kehidupan seperti apa yang kami lalui bersama. " Pinta Bastian memohon tanpa merasa malu dengan keadaan nya yang bahkan tidak mengingat istrinya sendiri.


Bude Asih berpikir sejenak bingung harus memulai pembicaraan dari mana. "Nak Bastian, yang bude lihat setiap hari hubungan nak Bastian dan nak Dini terlihat normal seperti pasangan suami istri pada umumnya yang saling mencintai satu sama lain." Terang bude Asih sebelum kembali melanjutkan ucapannya.


"Bude tidak tau harus mengatakan apa kepada nak Bastian tapi yang jelas bude tau jika cinta diantara kalian begitu besar pada waktu itu. Jika sampai sekarang nak Bastian belum mengingat sesuatu tentang nak Dini. Bersabarlah dan banyak lah berdoa nak, pinta petunjuk dari Tuhan agar nak Bastian secepatnya mendapatkan kembali ingatan nak Bastian. " Ucap Bude Asih memberi nasehat kepada Bastian.


"Terima kasih bude sudah meluangkan waktu untuk ku. " Ucap Bastias dengan sungguh-sungguh menatap kearah bude Asih.


"Sama-sama nak Bastian. " Terang bude Asih sebelum ia kembali kebelakang menyelesaikan pekerjaannya didapur.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan? " Bastian menghela nafasnya panjang kemudian melanjutkan kembali sarapannya.


Tak lama kemudian Kevin datang menemui Bastian. "Kau sedang sarapan? " tanya Kevin basa basi karna jujur ia juga masih sedikit canggung berhadapan dengan Bastian yang tidak mengingat persahabatan keduanya. Namun Kevin bisa memaklumi hal tersebut dan berusaha mendekatkan dirinya kepada Bastian.


"Ia, apa kau sudah sarapan? " tanya Bastian terus melanjutkan sarapannya.


"Kebetulan belum dan aku kesini memang untuk sarapan disini. " Terang Kevin berkata jujur sambil mengabil piring untuknya dan mulai mengisi nasi dan lauk ke piring tersebut.


"Enak! " Seru Kevin sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya. "Tapi lebih enak lagi masakan yang Dini buatkan, apa kau tidak merindukan masakan istri mu itu? " tanya Kevin santai tanpa melihat kearah Bastian dan fokus dengan sarapannya.

__ADS_1


Uhuk uhuk...


Bersambung!


__ADS_2