
Berjumpa di season ke tiga hehe 😂😂
Kali ini tugas Faam dan Fiani lebih berat loh kawan di season kali ini mereka di sibukkan dengan beberapa tingkah konyol dari ketiga anak Faam dan Fiani.
Namun bukan itu yang akan aku ceritakan ya karena kali ini aku ingin menceritakan asal muasal dari si imut si bayi Dilan yang ibunya meninggal saat melahirkan dirinya ada sebuah kisah tragis yang harus di alami bayi Dilan yuk jika ingin tahu ceritanya langsung ke cerita....
Bayi Dilan dan kedua saudara nya pun tumbuh dalam kasih sayang Fiani dan Faam, ke duanya sangat menyayangi Dilan walaupun Dilan bukan lah anak dari mereka setidaknya bayi Dilan akan tumbuh tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kedua orang tuanya.
"Ada apa dengan dirimu sayang?" Fiani terdiam, dia memperhatikan bayi Dilan dan kedua anak kandung nya.
Fiani masih memikirkan ucapan dari Wulan yang mengatakan jika bayi Dilan ini mempunyai teka teki yang aneh, tidak mungkin kan ibunya bisa meninggal tapi menang wajar kok seorang ibu meninggal saat melahirkan, itu kasus yang memang jarang terjadi tapi ya bagaimana lagi.
__ADS_1
"Lihat lah si kecil Dilan, bahkan dia sendiri tidak tahu menahu tentang ayah dan ibunya."
"Sayang, kita berdua ini adalah ayah dan ibunya kenapa, kamu masih memikirkan ucapan dari Wulan, memang sih apa kata Wulan itu memang benar tapi mungkin juga bayi Dilan itu memang lah anak yang di takdir kan untuk kita asuh dan kita jaga. Terlebih siapa yang akan merawat nya jika bukan kita, para suster juga kamu dengar sendiri kan mereka akan membawa bayi Dilan ke panti asuhan." Fiani juga tahu akan hal itu tapi bagaimana lagi. Sekarang dia sudah terbiasa dengan bayi Dilan.
"Sudah lah jika kamu ingin tahu siapa Dilan yang sesungguhnya bagaimana nanti aku minta seseorang untuk menyelidiki nya, ah apa kamu suruh saja Nur untuk mencari tahu?" Fiani jadi mengingat jin rese itu benar juga sih apa yang di katakan suaminya , tuh melihat Nur sangat suka melihat kedua anaknya itu. Eh tapi kenapa kedua anaknya tidak takut ya dan Dilan saat di dekati Nur selalu saja menangis, nih pasti wajah Nur menang terlalu seram untuk di lihat...
Kenapa juga harus aku yang mencari tahu, tapi baiklah baiklah aku akan mencari tahu siapa sebenarnya bayi ini." Fiani tersenyum saja dan Nur pun segera menghilang dari pandangan.
"Iya iya aku tahu kok aku tahu,"
"Lihat deh lihat anak kita... " Faam dan Fiani pun bergantian menjaga Ketiga anak mereka, awal mereka pun sangat ngantuk sekali bahkan mata Fiani sampai menghitam karena kurang tidur tapi dia sangat bahagia melihat ketiga anaknya tersenyum.
__ADS_1
"Maaf tuan ada Non Liana dan suaminya datang untuk berkunjung."
"Liana? Siapa Liana apa dia istri dari anak buah mu katanya istrinya tengah hamil." Faam membuatkan mata apa benar Liana hamil bukankah dokter mengatakan jika rahim Liana diangkat loh kok bisa?
"Yang bener mbok, jangan mengada ada deh mbok mana mungkin si tengil itu... "
"Kamu ini sangatlah keterlaluan ya bos mentang mentang sudah mempunyai anak tapi kenapa tuh muka habis begadang kah."
Faam membuatkan mata mendengar ucapan dari pria yang sedang berbahagia itu.
"Awas ya kau ku potong gaji baru tahu rasa."
__ADS_1