Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Bab 53


__ADS_3

"Lama banget Hen...tetes infusnya?kalau kaya gini kapan habis nya?"Jawab Erland merasa gelisah karena Dia ingin bertemu Mayra.


Sudah hampir enam tahun Dia tidak melihat Mayra dan sekali melihat kenapa di saat seperti ini.


"Sabar...Land...kalau gua fast nanti lo nya koit,Gua bisa di cincang ama keluarga lo"Kata Hendra sambil memainkan ponsel nya.


"Gila lo...mana ada?"


"Ya ada dong..lo tahu obat yang gua kasih ini obat yang paling bagus,jadi dosis tidak boleh sembarangan"Kata Hendra masih sibuk di ponsel nya.


"Kaya nya Papa lo percuma memanggil lo balik ke Indonesia,nyatanya lo ga sibuk malah mainin ponsel melulu,katanya sedang melakukan penelitian tapi ini kaya nya senggang amat"Kata Erland.


"Ah..lo Land ga asyik ah..kata siapa gua lagi senggang,lihat nich...gua lagi mempelajari rekap punya kakek lo,emang ada keganjalan dari diagnosa dari awal sampai akhir"Kata Hendra masih sibuk di ponsel nya.


Tiba tiba Ponsel berdering dan nomer tak di kenal memanggil nya.


Hendra langsung mengangkat nya takut keadaan darurat karena nomor yang bunyi bukan nomor pribadi.


(Halo...)jawab Hendra.


(Halo...apakah dengan Dokter Hendra.)Tanya di seberang.


(Iya ini Siapa?)


(Apakah Dokter ada waktu?Saya ingin mendiskusikan tentang penyakit Tuan Erlangga)


(Oh..ya..ya ada ,gimana kalau sekarang?kita ketemuan dimana?)


(Kebetulan Saya sedang di ruangan Dokter kepala gimana kalau Saya tunggu di sini?)


(Okay...Saya segera kesana?)Hendra menutup ponsel nya.


"Gua jalan dulu Land...ada Dokter yang mau membahas tentang penyakit Kakek Erlangga"Kata Hendra sambil memasukkan ponsel di jas Dokternya.


"Siapa?"Tanya Erland.

__ADS_1


"Entahlah Land...kata Papa ada seorang Dokter dari Jerman yang kebetulan menemukan keganjalan di tubuh Kakek Erlangga,gua juga penasaran Dokter itu karena setahu gua waktu di Jerman hanya Dokter May yang terkenal,tapi Kata Papa ini bukan Dokter May tapi anak nya"Kata Hendra sambil membetulkan kacamata nya.


"Dokter May?siapa?"


"Gua juga belum pernah ketemu,waktu di Jerman ternyata Dokter May juga tidak pernah muncul,menurut kabar Dia muncul kalau ada kasus yang sulit di selesaikan,tapi selalu anak nya yang turun tangan,sepertinya Dia suka di balik layar"


"Sudah dulu Gua takut di tunggu in,yang sabar sebentar lagi infus lo habis"Kata Dokter Hendra dan kemudian keluar dari ruang perawatan Erland.


Sepeninggalan Hendra,Erland memandangi kalung Mayra,Ya Dia ingat kalung itu adalah kalung couple yang mereka buat waktu semasa SMA.


Kalung itu mereka buat di pabrik pembuatan kalung,dan mereka mendesain sendiri.


Erland sendiri masih memakai kalung itu,Dia mendekat kan kedua bandul itu dan terlihat penyatuan Bulan dan Bintang.


"Land...kita buat apa ya..."


"Gimana kalau membuat kalung terus bandul nya kita bikin bulan dan bintang gimana?"


"Kok Bulan dan bintang sih?"


"Ya Bulan dan Bintang itu selalu bersama di malam hari,dan gua berharap kita selalu bersama"


"Kata Siapa?pokok nya Gua mau Bulan dan Bintang,coba kamu mendesain nya?"


"Kamu Biasa Land...memaksa kehendak,okay...okay gua bikin desainnya terus kita buat kalung itu,lo buat untuk diri gua,dan gua buat buat lo gimana?tapi awas kalung buat gua bikin yang bagus jangan asal asalan,biar gua ga malu memakai nya"


"Tuan...."Panggil Johan dan Ferdi bersamaan


"Eh...kalian .bikin kaget aja,kenapa ga ketuk pintu sich"Kata Erland tersadar dari lamunannya.


"Kalian?kalau masuk ketuk pintu dulu kek...


kaget tahu,ntar kalau gua koit gimana?ga lucu kali gua kan belum ketemu Mayra?"Kata Erland sambil cemberut.


"Maaf Tuan,tadi kami sudah mengetuk pintu tapi Tuan lagi keasyikan melamun?"Kata Johan sambil melangkah maju menuju pembaringan Erland.

__ADS_1


"Ada yang harus di sampaikan Johan?"tanya Erland to the point.


"Itu Tuan tentang orang yang menolong Tuan waktu itu?"


"gimana apakah itu Mayra?"Tanya Erland antusias.


"Maaf Tuan itu bukan Mayra,ini data Pribadinya."Kata Johan sambil menyodorkan map coklat.


"Ga salah Han...?"Tanya Ferdi karena Dia semalam juga melihat kalau wanita yang berlumuran darah itu Mayra,dan Si kembar yang memanggil Mommy itu seperti wajah yang ada di dalam foto yang di kirim ibu nya .


"Benar Fer,dari data yang aku terima itu bukan Mayra,karena wajah nya sangat beda waktu menolong Nyonya besar.


"Aku ga percaya ini...Ayo antar aku kesana?"Kata Erland sambil membanting map coklat.


"Karena aku yakin Dia Mayra,lihat ini Fer...ini kalung milik Mayra,dan desain ini kami buat bersama sama,dan lihat lah...bandul bulan bintang ini menyatu "kata Erland sambil melihatkan kalung yang dipegang dan di satukan dengan kalung yang di leher nya.


"Tapi Tuan...berdasarkan....?"


"Data ini salah ..aku ingin kesana,jika benar itu bukan Mayra aku harus menanyakan gadis itu kenapa kalung milik Mayra ada di tangannya"Kata Erland sambil mencabut infus di tangannya.


"Tapi Tuan....itu"Kata Ferdi berusaha mencegah Erland untuk mencabut infus,tapi gerakan Ferdi kalah cepat dengan gerakan Erland,akhirnya darah pun menetes dari tangannya.


Johan memencet bel untuk memanggil perawat.


Perawat dan Dokter pun tergopoh gopoh datang di ruang perawatan Erland karena mereka takut terjadi sesuatu dengan cucu pemilik Rumah sakit tersebut.


"Apa yang terjadi Tuan?itu kenapa infus bisa terlepas?"Teriak Dokter Ridwan terkejut karena Dia tadi di beri amanat sama Dokter Hendra untuk memastikan infus di tubuh Erland harus habis.


"Sudah ga usah banyak omong,aku harus keluar sekarang juga dari rumah sakit"Kata Erland sambil melepaskan baju pasien nya.


"Tapi Tuan..tadi kata Dokter Hendra..."


"Sudah ga usah bawel...nanti Hendra suruh hubungi aku sendiri...Fer...tolong ambil baju ku?dan kamu sana keluar ...Saya mau ganti baju?Apa Anda mau lihat orang ganti baju?"Bentak Erland dengan perawat yang datang dengan Dokter Ridwan.


Perawat itu terkejut dan hampir menangis,Dia buru buru keluar dari kamar tersebut dan berusaha menahan air matanya

__ADS_1


Ganteng...ganteng tapi galak...ga bisa bayangin pacarnya kaya gimana?


Batin si perawat sambil mengelus dada nya.


__ADS_2