
Dara dan Fifi tidak mengerti apakah Leo ini memang sedang menghayal spa bagaimana tidak mungkin Yusuf itu kembali tanpa adanya suatu berita yang akan dia sampaikan.
"Nenek mama!!! Kenapa hanya diam bukannya kita harus menyambut papa?" Dara tersenyum dan segera menarik lengan menantunya.
Tidak. perlu dandan yang jelas keduanya harus tahu apa yang Yusuf rencanakan, tidak mungkin dia kembali setelah sekian tahun di negara orang lain dan tidak memberikan mereka kabar hanya memberikan gajinya untuk biaya sehari hari mama dan istrinya.
Di tempat lain Dilan bersama dengan seseorang siapa lagi jika bukan si Jery dan orang kepercayaan dari ayahnya yang sudah sampai di bandara.
Entahlah kenapa ayahnya ingin bertemu dengan nya di tempat ini, kan ya di rumah kan bisa.
Beberapa saat menunggu namun ayahnya masih saja belum tiba, dan di sisi lain seorang laki-laki juga menunggu kedatangan ayahnya. Dia melihat jika ayahnya berjalan menuju ke arahnya namun anehnya terlihat mata ayahnya yang tidak tengah melihat nya, memperhatikan sosok yang asing.
Leo mungkin hanya salah melihat, dia membiarkan ayahnya menghampiri seseorang yang entah siapa dia, mungkin usia orang itu hampir terpaut tahun.
Yang jelas Leo hanya melihat dan melihat tanpa mengatakan apapun.
"Ayah.... Ada apa kenapa ayah tiba-tiba saja pulang, cie yang kangen sama aku. " ucap Filan sembari bercanda dengan ayahnya.
__ADS_1
Memang Dilan beberapa tahun ini sangat dekat dengan ayahnya, ya siapa lagi jika bukan Faam yang mengatakan pada Putra nya ini jika tidak ada seorang ayah yang akan tega dengan anak nya sendiri.
Leo melihat dengan tatapan mata aneh, seperti nya dia berpikir jika ayahnya lebih memperhatikan pria itu dari pada dirinya sendiri, kenapa ayah nya selalu saja seperti ini.
Dara dan Fifi tidak mengetahui akan hal ini mata mereka masih mencari dan mencari di mana keberadaan dari Yusuf.
"Dasar anak ini, tahu aja jika ayah kangen. Em kita pulang bersama yuk, nanti ayah akan memperkenalkan dirimu pada adik mu. "
Deg
"Ayah, bukan kah kita sudah sepakat sebelum nya jika ayah akan mempertemukan ku dengan dia saat di kantor. " Yusuf tersenyum dan teringat akan janjinya.
"Nah, kamu ingin sekilas melihat adik mu kan, " Dilan terkejut dong apa maksud ayahnya dengan sekilas jangan bilang jika adiknya ada di sekitar sini, bukan nya dia ini tidak senang tapi melihat kelakuan ibunya saja sudah membuat orang lain jengkel nya bukan main, kepalang tanggung.
"Maksudnya ayah. " Yusuf hanya melirik ke arah depan dan nampak seorang pria sedang memperhatikan dirinya.
"Apakah itu adik ku, adik yang sudah membuat semuanya berantakan. "
__ADS_1
"Apa kamu ingin bertemu dengan dirinya?" Dilan mengangguk saja lumayan kan dia hanya ingin tahu betapa kepo nya adiknya ketika ayahnya mengatakan jika dia adalah kakak dari ibu yang berbeda.
Tapi jangan dong, jangan dulu mengatakan lebih baik diam saja bukan, ingin tahu saja seperti apa anak dan ibu ini.
Leo tersenyum ketika melihat ayahnya berjalan ke ayahnya. Namun dia juga sangat bingung kenapa ketiga orang itu ikut terutama pria yang senang melihat kedatangan ayah nya sendiri. Kan aneh!
"Ayah kira , Leo tidak datang. " Leo tersenyum saja marah sih tapi mau bilang apa?
"Ayah, pasti Leo akan datang dong, owh iya ini siapa?" tanya Leo yang sedari tadi kepo siapa. pria yang ada di dekat ayahnya ini jika kedua orang paruh baya ini dia sangat mengenal nya.
"Dia adalah rekan kerjamu,"
Dilan hanya tersenyum dan segera mengulur kan tangan, apa mungkin ayahnya mengatakan hal ini agar dia bisa bermain main dulu dengan adik beda ibu ini. Katanya pria ini adalah orang yang sangat percaya diri sekali tapi lihat saja apa yang bisa Dilan lakukan.
"Rekan kerja. "Ukuran tangan itu tidak di balas oleh Leo, Dilan berdecak pelan.
" Selain terlalu percaya diri ternyata dia sangat amat sombong. Awas saja aku akan bermain main dengan mu. Lihatlah akan aku buat kamu dan ibumu menyesal karena sikap kalian padaku terutama wanita yang sama persis dengan anak nya ini. "
__ADS_1