Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Dia Lagi


__ADS_3

Ana merasa tidak percaya dengan pria yang dia lihat, ternyata Nona mudanya mengundang orang rese ini kenapa disaat seperti ini dia datang pasti nih bakalan ribut lagi, sebaiknya dia menjauh saja.


"Kau, kenapa kau ada di sini?" tanya Ana seakan tidak percaya Ana kira Yuda tidak akan datang meningat acara pernikahan antara Nona mudanya dan Tuan Faam tidak ada hubungannya dengan Yuda.


"Ternyata sayangku ini lupa, kan Fiani sendiri yang mengundang ku. Kenapa kau yang sepertinya marah melihat keberadaan ku?" Ana terkekeh bagaimana tidak marah dianya sangat kegeeran mengatakan jika dia adalah sayang ku, nih dari kapan dia menjadi pacarnya nih pria sinting berkelas.


"Apa aku tidak salah dengar sayangku? Dari kapan kau menjadi pacarku?" Yuda terkekeh Ana memang seperti ini orangnya tidak mau tau yang dia tau hanyalah kejelasan.


Kenapa Ana tidak ingin membuka hatinya, padahal dia sudah melakukan apapun demi dirinya kapan Ana akan menyadari jika Yuda sangat mencintai dirinya.


Dasar cewek kapan pekanya, masa pria yang harus di suruh untuk selalu peka?


"Hah kau ingin kita berpacaran?" tanya Yuda dengan semangat, sedangkan Ana menggeleng pelan nih pria satu minta di hajar emang.


"Kenapa kau tidak mengerti sih," Yuda hanya tersenyum walau nanti Ana akan menolaknya pasti suatu saat Ana akan membuka hatinya untuk dirinya walau pun nanti rasa itu sedikit berbeda tidak seperti saat ini.


"Mengerti apa? Aku sudah mengabulkan semua yang kau inginkan, lalu kurang apa lagi, dulu saat aku menjadi direktur di perusahaan ayahku kau memintaku untuk mendirikan perusahaan sendiri dan setelah aku sukses kau masih saja seperti ini." Ana juga bingung sendiri mengatakan jika Yuda telah dianggap sebagai kakak bagi Ana tapi Yuda seperti nya tidak mengganggap nya seperti itu, apakah Yuda menganggap Ana sebagai seorang perempuan? Bukan seorang sahabat? Jika iya apa yang harus ia lakukan?


"Kenapa kau tidak pernah mengerti Yud? Apa kau tidak ingat apa yang ayahmu katakan padamu saat kau memperkenalkan ku pada nya?" Yuda mengingat ingat kembali peristiwa yang terjadi saat Ana di tampar oleh ayah Yuda.


Flashback on


"Apa tidak apa-apa kau mengajakku ke rumahmu?" tanya Ana yang diselimuti rasa ragu mengingat keluarga Yuda adalah keluarga yang terpandang dan pastinya sangat kaya, sedangkan dirinya hanyalah anak dari seorang bawahan tidak lah mungkin ayah Yuda akan menerima dirinya.


"Kenapa apa kau takut?" tanya Yuda ingin tahu.


"Iya, bukankah ayahmu seorang yang sangat kaya dan aku apa? Aku hanya anak karyawan dari perusahaan nya, aku tau diri kok Yud!" Ana menunduk dan ingin pergi dari rumah Yuda.


"Ada aku, kau tidak perlu khawatir mengenai hal ini aku akan menjaga mu." ucap Yuda meyakinkan dan membawa Ana menuju ke dalam rumah.

__ADS_1


Terlihat ayah dan ibu Yuda yang sedang duduk di sofa, ibu Yuda mempersilahkan Ana untuk duduk, ibu Yuda sangat baik hati. Sedangkan Ayah Yuda hanya memandang wanita yang di bawa anaknya dari atas sampai ujung kaki, sesekali dia menggeleng.


"Ayah ibu perkenalkan ini..." belum juga Yuda memperkenalkan Ana pada kedua orang tuanya, ayahnya tiba-tiba menimpalinya dengan kata-kata kasar.


"Siapa lagi wanita murahan ini?" Ana sangat terkejut mendengar ucapan ayah Yuda, Ana memang tau pasti ini yang akan terjadi kenapa Yuda memaksakan dirinya untuk memperkenalkan Ana kepada orang tua Yuda.


"Ayah!" teriak Yuda yang tidak percaya ayahnya akan mengatakan hal itu.


"Kau pasti sudah meng guna-guna anakku, agar kau bisa menguasai hartanya bukan?" Ayah Yuda seakan tidak suka dan menuduh Ana tanpa bukti.


"Ayah," Yuda tidak percaya kenapa ayahnya bisa kasar pada orang yang dia sayangi kenapa ayahnya bisa seperti itu biasanya ayahnya juga sangat baik tapi kenapa dia seperti ini sekarang.


Ana hanya diam dan seketika air matanya mengalir padahal dari awal dia sudah tau pasti kejadiannya akan seperti ini.


Seharusnya memang dia tidak datang ke acara makan malam.


"Yang ayah katakan itu tidak benar, Yuda yang mencintai nya dan bukankah ayah sendiri yang mengatakan jika pilihan Yuda lah yang akan ayah setujui lalu ada apa dengan ayah kenapa ayah seperti nya tidak suka dengan Ana?" tanya Yuda yang sudah setengah emosi.


"Maaf sebelumnya om tante jika kedatangan saya hanya mem..." Sebuah tamparan melesat di pipi Ana. Ayah Yuda menampar Ana dia berani berbicara padahal dia sama sekali tidak menyukai wanita yang di bawa Yuda.


Ayah Yuda sudah menjodohkan Yuda dengan akan dari temannya selain cantik dia juga baik hati pasti Yuda akan cocok jika menikah dengan wanita pilihan ayahnya itu.


Ana memegangi pipi nya yang sudah memerah karena di tampar ayah Yuda.


"Mas, anak gadis orang itu mas jangan asal mukul." teriak ibu Yuda memperingati.


"Dia ini ingin menguasai harta kita bu, lihatlah aku tidak percaya dengan ucapan dia yang seperti nya menyimpan sesuatu.'' ucap Ayah Yuda mencari-cari kesalahan wanita yang di tampar nya.


Tak terima dengan semua ucapan Ayah Yuda, Ana pun segera meninggal kan rumah Yuda.

__ADS_1


Flashback off


"Sudah lah, lebih baik kau temui saja calon istrimu itu," pelik Ana yang segera meninggalkan Yuda.


"Kan dia salah paham lagi." ucap Yuda dalam hati.


Fiani benar-benar bingung harus bagaimana, dia tidak menemukan Ana dimana Ana? Di saat dia membutuhkan kenapa dia menghilang.


Fiani melihat Ana, karena Ana yang menyimpan obatnya.


Fiani sudah duduk bersama dengan Ana.


"Dimana kau menyimpan obat ku Na?" tanya Fiani membuat Ana tersentak dan segera mengambilkan obat dari dalam tasnya.


"Kenapa Nona kembali bukankah acaranya masih lama?" tanya Ana membuat alis Fiani mengkerut.


"Aku sudah tidak tahan lagi, kepalaku sakit, cepat lah aku sudah tidak tahan lagi." ucap Fiani membuat Ana segera menyodorkan obat yang ada di dalam tasnya.


Fiani pun segera menelan pil itu.


Setelah merasa baikan Fiani pun ingin segera meninggalkan ruangan.


" Ana, ikut aku agar Faam tidak curiga." ucap Fiani yang segera menggandeng lengan Ana.


"Nona jangan cepat-cepat." ucap Ana memperingatkan Fiani agar tidak terlalu tergesa-gesa.


"Haduh kau ini... kemana saja?" tanya Faam yang tiba-tiba muncul.


"Ah sayang..... Tadi aku ke kamar mandi bersama Ana. Iya kan Ana?" Fiani memandang wajah Ana dan memberikan kode untuk menjawab iya.

__ADS_1


"Ah iya..." jawab Ana sambil terkekeh.


Selamat membaca😄


__ADS_2