Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Apa?


__ADS_3

Flasback on


Fiani memandang wajah pria di sampingnya terlihat sangat seram memangnya malaikat seseram ini ya?


"Jika kau seorang jin pasti akan aku beri nama Ahmad!" jin pria itu terkekeh namun tidak di hiraukan Fiani bahkan hanya terkekeh saja seramnya minta ampun apalagi malaikat yang lain.


"Sayang sekali karena aku bukanlah jin." tegasnya padahal sebenarnya dia itu adalah jin tanpa nama berasal dari bagian utara Jawa.


Jin itu sudah hidup bahkan jutaan taun namun tidak pernah sekalipun berhubungan dengan manusia, dia lebih sering menghabiskan waktunya dengan mencari sesuatu yang aneh namun tidak ada yang aneh di dunia ini.


"Tapi sebelum itu apa permintaan mu!" tanya pria itu ingin tahu. Dia sebenarnya bisa membaca pikiran manusia hanya saja dia lupa bagaimana caranya kan dia tidak pernah mengasah kekuatannya jin apaan coba?


"Aku hanya meminta tolong dan semoga saja kau kabulkan," ucap Fiani membuat pria yang menyamar sebagai malaikat ini.


Pria itu mengangguk saja memang yang menjadi tujuannya hanya untuk menolong Fiani tidak lebih. Dan mungkin wanita ini akan mau menerima nya.


"Cepat katakan... " tegas pria itu dengan nada tinggi.


Mendengar permintaan Fiani jin pria itu hanya terkekeh saja dan tidak bisa berbuat apa-apa selain mengabulkan permintaan nya.


Flashback off


"Jadi apa yang di minta Fiani, kau jangan macam-macam." Ancam Nur merasa kesal kenapa nih jin berbuat seenak hatinya saja kan Fiani ini tipe orang yang susah di bilangin nih malah asal di kabulkan saja kan rese🙄.

__ADS_1


"Dia meminta untuk menghilangkan ingatannya dia ingin kembali, jangan memarahi ku dulu dia hanya tidak ingin mengingat kenangan pahit karena ulah Faam biarlah dia tidak mengingat apapun jika dia sampai mengingatnya maka itu akan melukai hatinya dan itu amat sangat menyakitkan." Nur hanya bisa diam memang benar sejak Faam mengatakan lebih memilih Fiani Fiani menjadi marah mungkin dia ingin melupakan ucapan Faam tapi kenapa?


Lalu apakah dia akan memulai cintanya lagi dengan Faam Fiani benar-benar membuat pusing kepalanya eh jin mana mungkin mempunyai masalah sakit kepala ya🙊.


"Kau benar sih! Tapi seharusnya kau meminta saran dari ku dulu!" teriak Nur sambil menjewer telinga si rese ini.


Jewer Nur biar tuh jin tengil satu enggak rese lagi🤣.


"Ampun bang enggak lagi dah suer!" jawab Pria itu sambil menempelkan kedua telapak tangannya. Membuat Nur melepaskan jeweran nya dengan kasar.


"Awas kalau kamu bohong, jadi dendeng nyahok lu!" Ancam Nur membuat pria itu membuatkan matanya.


"Jangan selalu mengancam ku, memangnya aku takut!" Nur membuatkan mata.


"Ya jelas... Enggak!" Nur langsung mengepalkan tangan hampir membogem nih jin satu tapi kasihan juga memangnya jin bisa sakit apa? Haduh!!!! Seraya menepuk jidat nya membuat jin pria itu kebingungan nih kenapa dengan temannya.


"Jika meladeni mu aku bisa gila," pekik Nur membuat Si jin pria tertawa cengengesan.


"Tapi Nur memangnya jin bisa gila ya?" tanya jin pria itu tanpa rasa bersalah.


"Bodo amat!!" ucap Nur yang langsung menghampiri Faam dia ingin menceritakan apa yang dia ketahui sebelum Faam semakin bingung.


"Nur!" teriak Fiani membuat Faam melirik ke sampingnya berarti dia masih mengenali Nur tapi kenapa Istriku hanya menatap diriku seakan dia tidak mengenali diriku, apa mungkin dia lupa ingatan? Tapi mana mungkin dia hanya melupakan diriku?"

__ADS_1


"Fia, pelankan suaramu suamimu melihatku seperti ingin memangsaku!" pancing Nur membuat Fiani melirik sosok pria yang ada di sebelah nya menggenggam tangannya dia bingung memangnya dia ini suaminya? Tapi mengapa dia tidak mengingatnya sama sekali.


"Nur jangan berulah sana pergi hus hus... " teriak Faam membuat Fiani langsung angkat bicara.


"Kenapa kamu mengusir dia, seharusnya kamu yang pergi kenal juga enggak, dan lepaskan tanganmu." pinta Fiani membuat Faam terkekeh nih lupa ingatan malah menjadi kesempatan nya untuk membuat Fiani melupakan kenangan buruk nya.


"Kamu ini sayang, masa kamu melupakan suamimu yang tampan ini!" rayunya membuat Fiani merinding ngeri.


"Suami apanya!"


"Fia, jangan begitu kamu tau dia suami mu, kualat nanti kamu marahin dia."


"Dia? Suami aku? Kamu yang benar saja Nur!"


"Nih bocah di bilangin malah ngeyel sekarang lebih baik jangan banyak bicara, kamu masih belum pulih aku pergi biar suamimu yang jaga dia sudah sangat khawatir padamu."


"Heyy... Jin tengik kemari kau... " teriak Fiani membuat Faam terkekeh nih sifat Fiani yang seperti ini yang dia kangenin.


"Kenapa kau ketawa!"


"Galak amat! Ingat kamu itu lagi hamil anak aku jadi jangan banyak tingkah ok!"


"Apa??"

__ADS_1


__ADS_2