Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Rencana Jahat


__ADS_3

"Terima kasih sayang, aku beruntung memiliki dirimu." terang Liana sambil tersenyum.


"Kau disini dulu ya, aku akan membelikan mu pakaian dan bahan makanan untuk beberapa waktu ke depan apa kau ingin titip sesuatu yang lain sayang?" tanya Ardan menawarkan.


"Apakah kau lupa apa yang aku sukai? Bukankah seharusnya kau lebih tau akan hal itu kan sayang?" Ardan tersenyum ya jelas taulah kalau soal makanan kesukaan ya pastinya dia akan tau.


"Iya sayang, ada lagi?" tanya Ardan masih menawarkan diri.


"Tidak, aku hanya ingin kau pulang dengan selamat itu saja." Liana tersenyum dan memasukkan barang-barang nya ke lemari pakaian.


Rumah ini sangat besar tapi kenapa kekasihnya menyembunyikan dirinya di tempat ini? Jika adiknya datang bagaimana apa dia tidak takut jika sampai ketahuan?


"Lusa aku akan pergi setelah pekerjaan ku selesai kau pasti akan datang kenari lagi dan soal pesta pernikahan kita tunggu lah stau minggu lagi aku akan minta izin ke Faam mengenai rencana ku untuk menikahi dirimu."


"Baiklah... "


Ardan pun pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari bahan makanan dan tentunya membelikan kekasihnya baju tentunya.


Dia melihat orang yang membuang kekasihnya orang itu harus di beri pelajaran dia harus menjebloskan dia ke dalam penjara dan mendapatkan hukuman yang seharusnya dia terima.


Ardan segera menelpon seseorang dan memintanya untuk datang ke pusat perbelanjaan. Dan Ardan juga terkejut ketika Sini tanpa bersama bersama dengan wanita lain pasti dia adalah korban selanjutnya dasar pria tidak tau diri. Awas saja kau akan menerima akibatnya tunggulah.

__ADS_1


Setelah lelah berkeliling Ardan pun pulang dan tidak memperdulikan lagi si pria yang tidak tau diri itu tidak merasa bersalah dan malah menggandeng wanita lain, eh tapi tunggu bukankah itu Tante Reni, apa hubungan mereka?


Ardan kepo dan duduk tak jauh dari keduanya yang sedang membicarakan sesuatu ah apa kali ini Ardan tidak salah dengar? Mereka ternyata merencanakan sesuatu untuk mencelakai seseorang wah enggak bener masa mereka ingin mencelakai om Danar wah mereka sangat gila enggak nyangka, Om Danar kan ayah dari Dia ni apa rencana mereka dan apa hubungannya dengan Soni?


"Sayang bagaimana ini jika Danar tau, jika Vino itu bukanlah anak kandungnya, aku takut jika dia akan menceraikan diriku kan kau tau sendiri pasti aku tidak akan mendapat kan harta dari pria tua itu." terang Reni merasa jengkel sendiri karena setelah Fiani dan ibunya pindah dari rumah Danar pun membicarakan tentang harta warisan dan soalnya kenapa Danar jadi berubah pikiran? Kenapa Danar malah memberikan bagian lebih besar dari pada anak laki-laki nya.


Reni sangat geram jadi Reni memutuskan untuk menemui Soni suami pertamanya.


"Ah, mudah saja, jika kau tidak terima akan hal itu bagaimana jika aku membunuhnya dan bukankah itu hanya sekedar tulisan saja bukan? belum ada tanda tangannya kan, Kau tau Fiani sedang bulan madu dengan suaminya jadi ada kesempatan untukmu untuk mengambil surat itu dan aku akan membereskan suami mu. Bagaimana?" Reni tersenyum rencana suaminya ini sangat bangus.


"Kurang ajar, mereka ingin menghabisi ayah dari Fiani? Sungguh mereka tidak pantas di panggil manusia dasar orang yang tidak tau di untung aku harus memberitahukan ini pada Faam dan Fiani agar dia berhati-hati pasti mereka juga mempunyai rencana yang licik dengan kedua bosnya itu. Tidak, itu tidak akan pernah terjadi.


"Hah untung saja kau sudah mengatakan pada polisi itu untuk selalu berjaga di sekitar sini dan terutama Soni dia sangat licik." ucap Ardan pada dirinya sendiri sekarang yang terpenting dia harus memastikan jika Soni akan lama berasa di penjara dia tidak ingin ada seseorang yang menjadi korban atas perlakukan Soni yang seenaknya saja.


Salah satu polisi itu menghampiri Ardan dan tersenyum.


"Kenapa kau memenjarakan mereka berdua?" tanya Polisi itu tanpa tau alasan di balik penangkapan yang dia lakukan.


"Ambillah rekaman ini maka kau akan tau apa kesalahan mereka berdua, terutama pria itu dia sudah mencoba untuk membunuh seorang wanita karena dia tau jika wanita itu hamil karena ulahnya." Polisi itu tersenyum dan segera mengambil rekaman yang sudah ada dalam memori.


"Akan aku pasti kan kau menerima akibat dari perbuatan mu. " ucap Ardan sambil mengepalkan tangan.

__ADS_1


"Kenapa aku jadi lupa? Bukankah aku harus pulang pasti Liana menghawatirkan ku, lah malah enak enakan ada di sini, " ucap Ardan segera berlari menunju mobilnya.


Di tempat lain Fiani mendapat kabar jika ibu tirinya di tangkap polisi karena ada yang melaporkan ibu tirinya atas tuduhan percobaan pembunuhan.


Fiani tidak memperdulikan pesan singkat itu karena sekarang ibunya sudah aman kenapa harus memikirkan tentang ibu tirinya itu pantas lah jika wanita itu di penjara karena selama ini dia hanya ingin harta ayahnya saja.


Tapi siapa yang coba ibu tirinya bunuh. Dan Fiani mendapat pesan jika orang yang ingin ibu tirinya bunuh adalah ayahnya, sungguh ibu tirinya sangat tega memang apa alasan di balik ini semua? Apakah masih menyangkut dirinya? Dan kenapa bisa?


"Sayang kenapa dengan mukamu itu?" tanya Faam pada istrinya yang tampak bengong memandangi ponselnya.


"Ibu tiri ku mencoba untuk membunuh ayah, apa yang sebenarnya telah terjadi? kenapa ibu melakukannya memangnya ada masalah apa?" Fiani jadi bertanya-tanya.


"Lah memangnya aku belum bercerita ya?" tanya Faam pada Fiani yang masih kebingungan.


"Cerita? Cerita soal apa?" tanya Fiani semakin bingung sendiri nih kapan suaminya bercerita tentang apa yang tidak ia ketahui.


"Sebenarnya sebelum kita berdua berangkat stau hari sebelumnya ayahmu datang dan meminta ku memberikan surat pengalihan harta, dan aku bertanya padanya tentang hal itu katanya sebelum dia kenapa-kenapa dia harus mengamankan hartanya. Dan setengah harta itu di wariskan kepadamu dan sebenarnya aku menolaknya tapi ayahmu memaksa untuk itu, dan setelah bulan madu kita selesai kita di suruh untuk datang menemuinya."


Fiani tidak bisa mengatakan apapun, sebenarnya dia malas jika harus datang ke rumah yang seperti neraka itu tapi jika sampai ayahnya datang langsung menemui Faam pasti ada hal yang sangat penting dong.


Tapi? Apa?

__ADS_1


__ADS_2