Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Tugas Lain


__ADS_3

Sedangkan ketiga anak itu sudah berada di kantor ya kali ini tugas mereka sangat amat berat belum juga mengurus perusahaan ini ada ada saja Om Yusuf meminta keduanya untuk menjalan kan perusahaan.


Apa lagi bidang ini penghasilan nya bisa sampai ratusan juta per tahun.


"Ayah mu ternyata mempunyai perusahaan dengan omset ratusan juta dalam satu bulan ya, wah pantas saja kamu di manja ayah mu. " Mendengar celotehan dari Danil Dilan terkekeh ini bukan milik ayah melainkan milik almarhum dari ibu. Ternyata ibu sangat kaya kenapa ibu tidak mengatakan hal yang sejujurnya ada ayah mengenai hal ini.


"Aku dengar nenek dan kakek mu pengusaha, tapi kenapa ayah mu enggan untuk mempertemukan mu dengan nenek mu?" Dilan juga bingung akan hal itu tapi dia harus berpikir positif mungkin saja ayah melakukan semua itu karena ada hal lain jadi dia tidak berpikir terlalu jauh.


Selama ini ayah sangat menyayangi dirinya jadi mungkin saja ada suatu hal yang tidak bisa dia jelaskan untuk nya.


"Ayah memang pernah mengatakan padaku jika kakek dan nenek masih hidup tapi, ada suatu saat aku di pertemukan oleh mereka. "

__ADS_1


"Anak pejabat ya gini sana sini misterius. " Pekik Fania seraya tersenyum dan duduk di bangku nya.


Begini ya rasanya bekerja di kantor yang mewah, lebih mewah dari kantor papa. Tapi kenapa Om Yusuf tidak mengatakan apa pun apakah Om Yusuf tidak ingin menyakiti Dilan? Mungkin memang benar.


"Tapi kenapa kita di suruh datang, bukan kah yang mempunyai hak itu kamu ya kak!" Dilan juga tidak tahu pasti, tapi yang jelas dia juga bingung pasti ayah nya ingin menyampaikan hal yang penting yang jelas dia oun tidak tahu akan hal itu.


"Memang benar ini adalah perusahaan peninggalan dari ibu Dilan tapi kalian tahu kenapa Om meminta kalian datang, pokoknya kalian harus mengawasi seseorang."


"Jangan bilang jika Leo, kenapa Om selalu saja ingin mendekat kan kami dengan Leo kan Om tahu dia.......


..........

__ADS_1


......... "


"Sudah lah Om hanya ingin tahu bagaimana caranya tuh anak mengembangkan perusahaan yang jelas dia juga tidak langsung di pekerjakan menjadi orang tinggi kok, sekedar karyawan biasa bagaimana. "


"Tapi kan Om, dia itu anak nya Om loh. " Yusuf bukan nya tidak mengakui nya sebagai anak tapi menang benar jika Leo itu memang bukan anak kandung nya, semuanya sudah jelas Fifi yang membuat rekayasa seolah olah Leo itu anak kandung nya.


Itulah yang membuat Yusuf enggan untuk membahas tentang Leo dan lebih memilih pulang menemui Dilan di banding harus pulang dan ditanyain ribuan pertanyaan dari ibu dan wanita pembohong itu.


"Anak nya Om itu hanya Dilan saja, sudah persiapkan diri kalian, kalian berdua akan menemani Dilan untuk mengurus kantor. " Dilan terkejut hah mengurus kantor melihat banyak nya kertas nih otak nya sudah hampir meledak loh. Nasib deh.


"Awasi anak Om, awas saja jangan sampai tuh anak membuat kalian harus bekerja dua kali kan memang dia itu tukang tidur, di butuhkan eh dianya tidur... " Danil dan Fania tertawa mendengar nya memang benar kok tukang tidur ini pasti belum ada separuh kerja udah tumbang dan masuk dalam mimpi deh.

__ADS_1


"Ayah! Ah ayah tidak asik ah.. " Yusuf tertawa melihat anak nya yang mulai marah. Padahal memang itu yang sebenarnya bukan?


__ADS_2