
"Apa?" Fiani membuatkan matanya bagaimana mungkin dia mengandung anak dari pria yang enggak jelas ini, kenal aja enggak apa mungkin dia hanya mengatur ngaku dan bersekongkol dengan jin rese Nur itu. Hah kali ini aku tidak akan percaya begitu saja sebelum aku mempunyai bukti jika aku ini adalah istrinya, mana tau jika aku ikut dengan dia aku bis adi culik dan organ ku di jualnya.
"Apa kamu masih tidak mempercayai suami mu ini?" tanya Faam yang meyakinkan istrinya semoga saja dia percaya nih bocah stau ini jika penyakitnya seperti ini kabuh membuat orang gemas ingin mencubit nya.
"Kenapa kamu selalu mengatakan jika aku ini istrimu, dengar baik-baik, aku tidak mengenali mu, sekarang lebih baik kamu keluar sana." Faam malah tersenyum lucu juga nih istrinya bersikap seakan tidak mengenali dirinya semakin membuat dirinya ingin memeluknya.
Faam mendekati Fiani. " Apa! A Apa yang kamu lakukan!" Ucap Fiani yang membuat Faam terkekeh geli biasanya juga Fiani yang main manja-manjaan. Eh lupa kan dia lupa ingatan ya mana tau diaπ€¦ββοΈ. Tapi di coba saja dulu penting usaha dan yakin.
"Diamlah... "
"Hey jangan mendekat ku bilang!" teriak Fiani namun tidak di hiraukan Faam, Faam hanya ingin memeluk istrinya saja mungkin dengan itu Faam merasa tenang dan tidak menghawatirkan istrinya yang super cerewet ini.
__ADS_1
"Jangan mendekat? Hahaha.. " Faam malah tertawa mendengar ucapan istrinya apa yang salah dia kan suaminya kenapa dia tidak boleh mendekat awas saja jika dia berani berontak akan ku makan dia.
"Kenapa kau malah tertawa, aku bilang jangan mendekat, keluar kau!" Faam tidak menghiraukan ucapan istrinya dia hanya ingin memeluknya saja.
"Aku tidak akan keluar, aku ini suamimu kenapa kau terus saja mengatakan hal hal buruk tentang ku, mana mungkin aku ini akan mencelakai mu? Dengar aku menyayangimu apalagi anak yang ada di dalam kandungan mu itu." Fiani tidak lantas percaya begitu saja pasti pria ini hanya ingin memanfaatkan nya saja kenal aja enggak.
"Jangan bicara omong kosong padaku! Anak siapa yang kamu maksud, aku tidak akan mungkin mengandung anak dari pria seperti dirimu." tegas Fiani membuat Nur malah cengengesan nyahok lu di kata-katain Fiani.
"Terserah jika kamu tidak mempercayai diriku, aku ini sudah bicara jujur padamu. Baiklah jika kamu masih menganggap mu sebagai seorang pria yang ingin membohongimu baik aku akan memanggil sahabatmu kemari." ucap Faam merasa sedikit sebal lama lama, tapi tidak boleh dia tidak ingin kehilangan istrinya lagi.
Fiani bukan lah tipe wanita yang akan terbuka dengan seseorang apalagi dengan dirinya, harus mencari celah sendiri untuk membujuknya.
__ADS_1
"Tuan... " ucap Ana yang memanggil Faam.
"Kamu jaga istriku, aku akan menemui Lisa dulu." ucap Faam sambil buru-buru. Yang jelas dia harus bisa membuat Fiani percaya padanya ah dasar ini semua gara-gara jin rese itu.
"Nona..." Ana segera duduk di kursi menggantikan tuannya yang pergi menemui dokter.
"Apa siapa yang kamu panggil Nona? Aku!" Ana membelalakkan matanya, kenapa dengan Nona Fiani kenapa dia tidak mengingat dirinya?
"Nona jangan bercanda deh, masa Nona tidak mengenali diriku?" Fiani menggeleng bahkan dia baru pertama kali melihat perempuan ini. Tadi saja ada pria aneh sekarang ada wanita aneh yang menemuinya ini sebenarnya ada apa sih!
"Tidak! Aku bahkan tidak tau siapa kamu dan kenapa kamu malah memanggil ku dengan sebutan Nona?" Ana menjadi bingung apakah mungkin kepergian Tuan mudanya tadi ingin memastikan apakah otak Nona ini bermasalah atau tidak? Masa Nona tidak mengenali dirinya? Apa mungkin Nona amnesia gara-gara penyakitnya, tapi kan dokter tidak melakukan operasi? Kenapa dengan otakku, ayo pikir!!!
__ADS_1
Detik detik episode terakhir ya makasih yang sudah mampir ππππ