Antara Benci Dan Cinta

Antara Benci Dan Cinta
Episode 26. Menerima walaupun sakit


__ADS_3

"Cukup!"


Lovia berucap untuk menghentikan pelukan Dini ke Bastian. Lovia tak terima dengan Dini yang memeluk Bastian, hatinya merasa sakit melihat itu karena perasaan yang susah lama ia pendam terhadap Bastian dan sekarang setelah mengetahui kebenaran bahwa Bastian sudah menikah dengan Dini membuat ia merasa salah atas tindakannya yang telah mempertemukan mereka.


Hatinya sungguh tak terima, bahkan ia tak akan tinggal diam membiarkan mereka bersatu lagi. "Aku yang sudah merawatnya selama ini jadi aku yang akan ada di sisinya bukan wanita ini". itulah yang ada didalam. pikiran Lovia saat ini.


Menyadari tatapan semua orang menuju kearahnya, Lovia memaksakan bibirnya untuk tersenyum. "Maksud saya sepertinya Bastian belum terbiasa dengan situasi ini, saya hanya khwatir kalau ia merasa tidak nyaman akan berakibat buruk pada kesehatannya. Dan saya takut ia akan memaksakan ingatannya dan itu bisa berakibat buruk terhadapnya." Jelas Lovia untuk menutupi ketidak sukaannya terhadap Dini yang memeluk Bastian.


Dini melepaskan pelukannya dan beralih menatap Lovia bingung. "Ada apa dengan ingatannya?" selidik Dini bingung.


"Dia mengalami lupa ingatan karena kecelakan yang dialaminya satu tahun yang lalu." Lovia kembali menjelaskan peristiwa itu.


\=\=\=


Setelah hari itu, Bastian kembali tinggal di rumah yang dari kecil ia tempati itu sementara Lovia akan tinggal beberapa hari kedepan bersama dengan keluarga Bastian dan Kusumo segera kembali ke Bali karena urusan pekerjaan yang tak bisa ia tidak tinggal berlama-lama.


Pagi ini semua anggota keluarga tengah berada di meja makan untuk menikmati sarapan bersama. Perhatian Dini tertuju pada Lovia yang sedang menyiapkan sarapan untuk Bastian yang seharusnya ia lah akan melakukan hal itu namun sepertinya Lovia lebih cepat darinya dan juga Bastian masih dingin terhadapnya.


Sikap dingin Bastian memang tidak hanya untuk Dini saja bahkan kesemua orang ia bersikap sama kecuali ke Lovia. Itu semua karena ia masih merasa asing dengan mereka semua butuh waktu untuk memulainya.


Dan Dini pun berusaha menerima itu karna ia tidak ingin memaksa Bastian untuk mengingat dirinya sebagai istrinya. Sementara Lovia sepertinya benar-benar memanfaatkan kesempatan untuk mendapat simpati dari Bastian dan keluarganya.

__ADS_1


Sepertinya ia tidak akan dengan mudah menerima kenyataan bahwa Bastian sudah menikah, pada hal selama ini ia berharap dapat bersama Bastian memilikinya seutuhnya ternyata sia-sia sudah pengorbanannya selama ini merawat Bastian.


Bagaimana tidak sekarang Bastian sudah bersama keluarganya dan tak menutup kemungkinan sebentar lagi ingatannya akan kembali dan jika itu terjadi maka Bastian akan kembali bersama Dini. Sekarang langkah yang akan Lovia jalankan yaitu mempergunakan waktu yang tersisa mendapatkan hati Bastian.


Egois bukan? ya begitulah sifat asli Lovia, selalu ingin memiliki apa yang ia inginkan walaupun itu sudah menjadi milik orang lain selagi ia menginginkan itu maka ia akan berusaha keras untuk mendapatkannya. Tak terkecuali juga dengan Bastian.


Hari-hari berlalu begitu terasa berat bagi Dini, setiap hari ia menyaksikan kedekatan Lovia bersama dengan laki-laki yang masih berstatua suaminya itu.


Sebisa mungkin ia menerima dengan lapang dada, pada hal hatinya sungguh terluka menyaksikan bagaimana Lovia dengan mudahnya bersama dengan Bastian tetapi tidak dengan Dini. Meski sudah berusaha untuk mendekatkan dirinya ke Bastian tetap saja tidak ada kemajuan dalam hubungan mereka berdua.


Bahkan Dini selalu menepis pikiran buruknya terhadap Lovia yang sepertinya mempunyai maksud lain dari kebaikannya saat ini, ia berusaha untuk melapangkan dadanya dengan tidak terlalu berpikir kearah yang ia takutkan.


Selalu menghabiskan waktunya bersama dengan Sio agar tidak merasa sakit hati melihat kedekatan Lovia dan Bastian. Karena ia tau betul laki-laki dan perempuan tidak akan bisa bersama sebagai teman pasti ada rasa yang akan tumbuh seiring berjalannya waktu.


"Kalian sedang apa?" Karin yang baru pulang dari belanja kebutuhan Sio yang mengagetkan Dini.


"Eh.. Mba udah pulang? " Dini malah balik bertanya.


"Ummm, baru aja." Sahut Karin.


"Ya udah kalau gitu aku tinggal dulu, dah Sio sayang jangan nakal ya." Dini mencium pipi Sio sebelum pergi meninggalkan Sio bersama Karin.

__ADS_1


"Makasih ya Din udah jagain Sio." Terang Karin menghentikan langkah Dini.


"Umm" balas Dini sambil tersenyum sebelum melanjutkan langkahnya kembali hendak ke kamarnya.


Berjalan melewati kamar Bastian, ya mereka memang tidak tinggal satu kamar karena keinginan Bastian dan dengan senang hati Dini meninggalkan kamar milik Bastian sebelumnya dan menempati kamar yang lain sementara Lovia tingal dikamar tamu selama ia masih ingin tingal disana.


Pintu kamar itu tidak tertutup rapat, suara gelak tawa memenuhi ruangan itu, rasa penasaran Dini untuk mengetahui siapa yang ada didalam.


Glek


Dan ia melihat Bastian dan Lovia sedang tertawa lepas entah apa yang mereka bicarakan sehingga bisa tertawa seperti itu.


"Ya Tuhan kuatkan aku" ucap Dini sebelum pergi dari tempat itu. Hatinya sungguh tidak bisa Terima dengan situasi itu namun ia juga bisa berbuat apa-apa. Bisa saja ia masuk kedalam kamar itu tapi ia urungkan niatnya tersebut karena merasa takut Bastian akan malah membencinya.


Dini terus berjalan menuju kamarnya tanpa memperhatikan langkahnya.


Bruk


Aw...


Bersambung!

__ADS_1


Segini dulu ya, tinggalkan jejak kalian untuk membangun karya ini kearah yang lebih baik lagi.


Makasih buat kalian yang sudah mampir lopepull 💜💜 buat kalian semua.


__ADS_2